
Reiner berlaga polos seakan tidak mengetahui apa yang di maksud Sukma padanya,
"Maafkan saya pak,tapi kesalahan anak bapak sudah melampaui batas ".
Ucap Sukma pada pak Dirga meminta maaf karena sudah menampar anaknya di depan matanya sendiri,
Namun Bu Siska tidak Merina hal itu,hingga dia mendekati Sukma dan kembali menamparnya,seperti ia menampar Reiner,
"Berani sekali kau menampar anakku,kau akan lihat,apa yang akan aku lakukan kepadamu "
Ucap Bu Siska marah kepada Sukma,
Sukma bersikap tenang saat Bu Siska memakinya dengan kejam,
Karena Sukma merasa,tidak penting untuk melayani Bu Siska,
"Saya menghormati bapak karena aku sudah mengganggap bapak seperti ayahku sendiri,tapi untuk kali ini,aku minta maaf kepada bapak,karena aku harus menjebloskan anak bapak ke penjara"
Ucap Sukma membuat pak Dirga dan Siska terkejut ,
"Mungkin bapak dan ibu berpikir mengapa aku begitu ingin menjebloskan anak bapak kedalam penjara?kau bisa menanyakan pada anakmu sendiri"
Lanjut Sukma menunjuk ke arah Reiner,
Pak Dirga pun mendekati Reiner dan bertanya apa yang dimaksud Sukma ,pak Dirga memaksa Reiner untuk menjelaskan semuanya,
Namun Reiner hanya terdiam,
"Tidak ayah,aku tidak melakukan kesalahan apapun,Sukma saja yang iri kepadaku,kau tahu itu semua kan,sejak kecil Sukma tidak pernah akur denganku,itu sebabnya dia ingin menjebloskan aku ke penjara tanpa alasan yang jelas,"
Jawab Reiner pada ayahnya itu,
Sukma berteriak menepis semua perkataan Reiner tentang kesalahannya,begitupun dengan Reiner juga bersikeras membela dirinya
"Dia sudah melecehkan Amira sampai hamil".
Teriak Sukma pada semuanya hingga suasana mendadak hening tak bersuara, pak Dirga dan Bu Siska sangat terkejut dengan semua yang Sukma katakan tentang Reiner.
Pak Dirga pun berjalan mendekati Reiner dan menamparnya dengan sangat keras hingga ujung bibirnya sedikit berdarah,
"Aku tidak melakukannya ayah, percayalah"
Ucap Reiner membela diri.
Pak Dirga sangat percaya pada Sukma,
Reiner meminta pertolongan pada ibunya untuk membelanya dari semua tuduhan Sukma.
__ADS_1
"Bukti apa yang kau punya nak "
Tanya pak Dirga pada Sukma,
Sukma pun menceritakan bukti yang dia dapat dari salah satu gedung yang merekam Reiner Rio dan Sadam sedang menyeret Amira dan memaksanya masuk kedalam sebuah gudang kosong.
Reiner sangat terkejut dengan semua penjelasan Sukma tentang bukti yang dia punya, begitupun Bu Siska dan pak Dirga.
"Sekali lagi saya minta maaf karena telah melakukan ini di rumahmu pak, tapi inilah kenyataannya,anakmu telah melakukan kejahatan,dan sudah sepantasnya dia mendapatkan hukuman"
Ucap Sukma pada pak Dirga dan pamit pergi dari rumahnya,
.
Dengan mata yang memerah dan mengepalkan tangannya,pak Dirga sangat marah besar kepada Reiner,
"Reiner"
Teriak pak Dirga pada anak semata wayangnya itu,
Pak Dirga berdiri tepat di hadapan Reiner yang sedang ketakutan,
"Kau memang benar-benar bodoh,kau tidak memikirkan nama baik ayahmu ketika melakukan semua itu,kau memang pria yang Bodoh,karirku di kursi dewan akan di pertaruhkan jika semua mengetahui kejahatan mu ini"
Ucap pak Dirga memarahi Reiner karena kejahatannya,
Bukannya khawatir akan keselamatan anaknya yang akan di jebloskan ke penjara oleh Sukma,pak Dirga justru lebih memikirkan reputasinya di kursi dewan jika kejahatan anaknya sampai keluar ke publik,
Awalnya Bu Siska begitu murka pada Reiner,namun Bu Siska berhasil meredam amarahnya dan coba berpikir jernih,Bu Siska ingin memastikan terlebih dahulu jika Reiner memang melakukan kejahatan itu ,
"Anakku,aku ingin kau jujur sejujur-jujurnya,katakanlah apa benar kau telah melecehkan Amira nak?"
Tanya Bu Siska menekan Reiner Agara bicara dengan jujur,
"Kau jangan takut,ibu tidak akan memarahi mu"
Lanjut Bu Siska,
Ketiganya kini terdiam,Bu Siska berharap semua yang dituduh kan Sukma pada anaknya tidak benar,hingga akhirnya Reiner pun membuka bicara,
"Maafkan Reiner Bu,Reiner memang melakukannya,tapi itu tidak sengaja Bu,maafkan Reiner "
Ucap Reiner terus meminta maaf pada ibunya,
Bu Siska menangis,karena harapannya ternyata tidak terwujud,
Reiner mengakui sendiri kejahatannya kepada ayah dan ibunya,
__ADS_1
Pak Dirga pun semakin marah pada Reiner,
"Sabar pak"
Ucap Bu Siska menahan pak Dirga yang hendak menghajar Reiner,
"Reiner sudah meminta maaf,dia sudah mengakui kesalahannya kepada kita,"
Lanjut Bu Siska coba menenangkan pak Dirga,
"Lalu apa yang akan orang katakan kepada kita,semua pasti akan menghina keluarga kita,hei lihatlah dia seorang anak anggota dewan dan ketua LSM melecehkan seorang gadis hingga gila,.itukah yang ingin kau dengar dari masyarakat"
Ucap pak Dirga marah sera membuka tangannya ke atas
Bu Siska juga memikirkan hal yang sama dengan suaminya itu,
Tapi
"Ini belum terlambat pak,kita harus melakukan sesuatu agar Sukma tidak sampai melaporkan kejahatan ini kepada polisi"
Ucap Bu Siska mulai berniat jahat,
Bu Siska berniat ingin mengambil jalan damai kepada Sukma dia rela membayar berapapun agar Sukma tidak melaporkan anaknya ke polisi,
Pak Dirga pun setuju dengan saran istri tercintanya itu,
Pak Dirga dan Bu Siska pun bergegas menuju tempat tinggal Sukma,
Mereka menanyakan alamat Sukma pada Reiner,namun Reiner tidak mengetahui dimana Sukma tinggal?
Reiner pun ingat pada rumah sakit jiwa tempat dimana Amira di rawat,
"Baiklah kalau begitu,aku yakin Sukma juga pasti akan ada disana menemani adik tercintanya yang gila itu"
Ucap Bu Siska membela anak nya,
....
Sesampainya di rumah nek Nilam,Sukma terlihat sangat sedih dan terpukul,Sukma tidak bisa membayangkan seperti apa dirinya kini Dimata pak Dirga,lelaki yang sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri,
Sukma sangat sedih karena telah berbicara dengan nada keras pada pak Dirga demi adiknya,
Namun apalah daya,dia hanya ingin keadilan bagi adiknya,
"Kau pasti tidak menyangka aku akan bisa melakukan hal seperti itu pak,maafkan Sukma"
ucap Sukma terisak dalam tangisnya.
__ADS_1
Nek Nilam pun datang dan menyapa Sukma ,dia bertanya mengapa Sukma menangis dan sedih,
Sukma pun langsung menyeka air matanya,dia tidak ingin nek Sukma memikirkan masalah yang bukan masalahnya.