
Suster Mery menemani pak Dirga sampai kedalam kamarnya,
"Stop, sampai disini saja kamu jangan masuk kedalam"
Perintah Bu Siska pada suster Mery,
Dengan santainya suster Mery menjawab jika dirinya harus selalu berada di samping pak Dirga, karena dia akan selalu membutuhkan dirinya.
"Kalau begitu, ibu bisa pasangkan semua ini sendiri kan?"
Dengan menyerahkan cairan infus dan beberapa perlengkapan kesehatan untuk pak Dirga, suster Mery berhasil membuat Bu Siska kalah telak.
Dia tidak mampu menjawab dan menatap suster Mery.
Dara dan dr Rafi tertawa melihat ekspresi wajah Bu Siska yang kalah oleh suster Mery.
"Cobalah lihat wajahnya ayah, bi Siska tidak bisa menjawab semua yang Mery katakan padanya, hihi"
Ucap Dara sambil melihat rekaman video yang terhubung dengan kamera suster Mery.
"Selanjutnya semua ayah serahkan padamu nak, kamu mau melakukan apapun kepada mereka? Ayah pasti akan mendukung setiap langkahmu"
__ADS_1
Ucap dr Rafi pada Dara.
Dara bangkit dan berjalan menuju sebuah Mading yang terdapat foto para penjahat yang telah menghancurkan hidupnya.
Terpampang dengan jelas satu persatu foto Rio yang telah menyebabkan dirinya kecelakaan,
Foto Sadam yang ikut andil dalam pelecehan Amira, foto Reiner berada di urutan paling atas sebagai sasaran utama Dara.
Foto Bu Siska dan pak Dirga pun ikut berada diantara mereka sebagai salah seorang diantara para penjahat yang ingin Dara beri pelajaran.
Dr Rafi pun mencoreng wajah Rio terlebih dahulu di hadapan Dara.
Perintah dr Rafi pada Dara dengan serius, dr Rafi terus mendoktrin Dara dengan semangat balas dendamnya untuk keadilan Amira.
"Ayah jangan khawatir, aku pasti akan memberi Rio pelajaran, tapi ayah, ada yang sedang aku pikirkan sekarang?"
Jawab Dara pas dr Rafi,
Dara pun menceritakan jika dirinya mencurigai Vidia, tapi dia belum ada bukti untuk melihat kebenarannya,
Dr Rafi bertanya siapa Vidia?
__ADS_1
"Vidia adalah teman satu kelas Amira, dia lah yang membantu mencari bukti kejahatan Reiner dan sahabatnya, dia terus mendukungku untuk keadilan Amira, dia juga rela terluka karena di serang dua preman yang coba merebut bukti kejahatan mereka, namun naas dia akhirnya kalah, bukti pun berhasil preman itu rebut"
Dara juga menambahkan semua kebenaran Vidia yang kini ternyata menjadi calon istri Reiner.
Dr Rafi pun terkejut mendengar semua yang anaknya katakan tentang Vidia, dia juga meminta Dara untuk berhati-hati padanya, jangan sampai dia terjebak untuk yang kedua kalinya.
"Ya ayah, aku tidak akan terjebak Dara pasti akan berhasil menyeret semua penjahat itu untuk mempertanggungjawabkan semua kesalahannya, bahkan Dara berjanji mereka akan merasakan betapa sakit dan hancurnya perasaanku akan semua yang terjadi pada adik dan ibumu"
Janji Dara pada sang ayah.
Keduanya pun tersenyum dengan semua rencana matang yang sudah mereka susun dari jauh hari.
...
Di kamar pak Dirga, suster Mery coba memasang selang infusnya kembali agar pak Dirga tidak kekurangan cairan,
"Tahan sedikit ya pak, akan sedikit perih".
Ucap suster Mery dengan lembut pada pak Dirga, dan itu semua membuat Bu Siska merasa cemburu melihat suster Mery begitu perhatian pada suaminya .
Dari luar Bu Siska melihat dengan jelas sikap suster Mery yang dirasa ganjen pada suaminya itu. Akhirnya Bu Siska mencari cara untuk membuat suster Mery tidak betah dan pergi dari rumahnya.
__ADS_1