
Reina dan Bima melihat surat cerai yang terlihat tulisan pihak pertama atas nama Bima sebagai penggugat. Bima merasa murka dan segera mencoba menghubungi pengacara nya.
Reina sedikit bingung cerita mana yang harus dia percaya, angel kah? atau Steve kah?
arsha berlari mengumpat di belakang Reina.
.." lihat lah anak ini takut melihat mu.." ucap Reina yang melingkar Tangan nya dipinggang Reina.
..." arsha ini mommy, mommy akan bersama mu sekarang.." angel mencuri pandang untuk melihat arsha, tapi arsha tetap memeluk Reina.
..." keluarlah kau, nanti kita bertemu di pengadilan. " ucap Bima.
.."hah kau tidak salah, ingat ini rumah atas nama kita berdua, karena dulu kau begitu mencintai ku. so aku mau tinggal disini sampai arsha mau tinggal bersama ku.." angel mengambil koper nya
..." bik irah cepat bersihkan kamar ku dan beberapa pelayan bantu bersihkan.." perintah angel.
bik irah melihat ke arah bima, anggukan kepala Bima membuat bik irah pergi membersihkan kamar tamu. Bima mengajak Reina dan arsha ke luar rumah. bima merasa sesak di rumah tersebut.
__ADS_1
Bima mengajak arsha ke restaurant masakan cina dan dimana banyak aneka rasa es krim, disana lah Bima selalu membawa arsha ketika dia mood nya sedang tidak baik, fasilitas permainan yang diberikan di restaurant tersebut disediakan permainan untuk anak anak sehingga para orang tua bisa berbincang lama tanpa mendengar anak anak merengek minta pulang.bima pun memilih ruang VIP dimana tidak ada orang lain di ruangan itu selain mereka.
.." bercerita lah , aku menunggu mu untuk bercerita.." pinta Reina yang melihat Bima makan dengan lahap nya, seperti tidak ada beban
..."untuk apalagi aku ceritakan, Steve bukannya sudah menceritakan kepadamu.,? apalagi yang ingin kau dengar, jika kuceritakan apa kau akan percaya padaku.."bima menatap wajah Reina., terlihat hidung Bima yang memerah menahan rasa kecewa.
.." jika aku tidak percaya, untuk apa aku disini bersamamu, jika aku tidak percaya dan merasa di bohongi mungkin aku sudah di rumah orang tua ku kembali.." jelas Reina
..." angel sungguh licik , dia benar benar mempermainkan ku dan arsha, kenapa surat itu menjadi aku penggugat.." decak Bima yang terasa kesal.
.."cerita lah kembali, aku ingin mendengar dari mulut mu .." Reina mengusap usap tangan bima
Bima melanjutkan cerita steve, dari kecelakaan ,mayat angel yang hilang, dipaksanya Bima menandatangani surat cerai, angel mengancam nya jika tidak menandatangani maka angel akan menuduh Bima melakukan percobaan pembunuhan, arsha juga masih usia 4 th saat itu dimana hak ibu lebih besar mengasuhnya. karena Bima takut kehilangan arsha, bima menandatangani surat cerai itu, hingga orang lain dijadikan tubuh angel yang hilang beberapa hari., maka angel dianggap meninggal.
..." angel membohongi ku, dulu meminta tanda tangan ku tujuan nya untuk bisa menikah dengan kekasih nya di negeri lain, sekarang dia sudah berpisah dengan kekasih tersebut., yang aku heran kan mengapa ada tanda tangan ku lagi di surat perceraian seakan-akan aku yang menuntut cerai.."
Reina memberanikan diri memeluk Bima , menenangkan Bima dari kegalauan nya.
__ADS_1
.." aku ga mau kehilangan arsha, aku ga mau arsha di asuh perempuan jahat itu."ucap Bima. Bima yang kuat terlihat dingin, runtuh dengan ketakutan nya akan hak asuh anaknnya.
..." aku percaya padamu bee, banyak keganjalan dari cerita angel tersebut..".
..." rein ada lagi yang harus kau tau, memang aku belum punya bukti tapi insting ku mengatakan angel lah yang mengunci mu di toilet Tempo hari, dan bekerja sama dengan Adit menculik mu.." ucap bima.
Reina menarik badan Bima dengan kasar, rasa amarah nya berkobar di matanya.
.." trus yang suka kirim ancaman juga dia..?"
Bima memanggut kepalanya dengan hati hati
.." katakan tuan Bima, brarti tujuan mu menikahi aku ada rasa cinta apa cuma lindungi aj dari liciknya angel.." Reina menggoyang pisau makanan nya, sejenak Bima menelan Saliva nya .
..."belah dada ku rein, ada nama mu besar di dAda ku, bagitu tau angel ingin menyakiti mu, kaki ku ,tangan ku , tubuh ku , mataku semua buat mu rein.."
Reina yang tadinya ingin menakutinya dengan pisau akhirnya tersenyum, melihat wajah Bima yang terlihat panik melihat pisau bergoyang.
__ADS_1
..." berjanjilah padaku rein, jangan tinggalkan aku dan arsha.kita harus melindungi arsha.." pinta Bima. Reina pun membalas genggaman tangan Bima.