Akhirnya Ku Menemukanmu..

Akhirnya Ku Menemukanmu..
tugas baru II


__ADS_3

***Hari ini reina diantar oleh Raka setelah permintaan mamanya, Reina tampak tidak enak hati terhadap Nia.


Drrrrtdrttz.." wa Raka yang berbunyi***


.."rein, tolong cek dari siapa..? " pinta Raka yang sedang membawa mobil, Reina mengecek ponsel Raka.


.." dari Nia mas.." jawab reina dengan muka yang sendu


.." buka lah.." pinta Raka


.." ga mas, ini pribadi mas, Reina g mau terlalu jauh.."


.." kamu istri aku, kamu berhak tau.." lanjut Raka


Reina pun membuka chat dari Nia dan membacakan untuk raka


Nia;


temui aku nanti di apartemen, setelah kamu selesai praktek


..." jawabin aja insya Allah.." ucap Raka


Reina tidak melakukan perintah Raka, yang Reina lakukan meletakkan ponsel raka dan menyala kan tape mobil , Reina menutupi wajah nya dengan handuk kecil.


.


"..kok ga dibalas.." tanya raka sambil menarik handuk kecil yang menutupi muka Reina


..." kamu nangis.? "" Raka segera meminggirkan kendaraan nya


..." maaf mas , Reina manusia biasa, Reina juga bingung posisi Reina, Reina melanggar kontrak, Reina punya perasaan sama mas, rein juga bersalah sama Nia.."


Raka yang mendengar curhatan dan air mata Reina yang berderai, langsung memeluk Reina


..." maafin mas, mas nya juga plin plan. mas sayang sama Nia, tapi sekarang mas takut kehilangan kamu rein."


Reina makin menangis sejadi jadinya


.." lebih baik secepatnya mas akhiri hubungan kita, mas bilang sama mamah kalo mas menyayangi Nia , bukan aku.."


Raka menatap bola mata Reina, melihatnya dengan lekat


.." coba katakan sekali lagi depan mas, kalo kamu bisa jauh dari mas.?."


Reina tidak bisa menjawab ,hanya kembali memeluk raka


..." ya Allah apa yang harus aku lakukan .." Reina hanya bisa menangis


15 menit Raka membiarkan Reina menangis dan menenangkan diri, mobil pun kembali berjalan menuju tempat kerja Reina.


diparkiran basement

__ADS_1


...." bener kuat hari ini kerja..?" tanya Raka


.." inshaAllah mas.." Reina mencium punggung tangan Raka dan keluar dari mobil menuju koridor lift


Reina yang berjalan juntai tidak melihat lift akan tertutup


..."aaaaaah.." tangan Reina ditarik masuk lift


..."awwwwww sakit.." pekik Reina melihat kearah yang menarik tangan Reina , lagi lagi Bima yang dengan gaya dingin nya


..." kalo masih sakit jangan masum kerja, kamu tau kan kalo lift sudah tertutup bisa sampai 10 menit kamu menunggu kembali.."ucap Bima


yang memancing Reina untuk marah


Reina hanya menghela nafas dan menjawab tanpa semangat.." maaf" jawab Reina sambil menundukkan setengah badan nya


pintu lift terbuka , Reina keluar lift dan menuju ke toilet wanita mencuci wajah nya dan berdandan dengan senatural mungkin.


.." semangat Reina.." ucap Reina depan cermin


🎵🎵🎵bagai kekasih yang tak dianggap aku hanya bisa" dering ponsel reina


.." siluman rubah telefon,mau apa ini orang.." decak reina


..." **hallo pak Bima."


Bima;


Ting


.." dasar silumaaaaaan rubah, kaya nya bakal tiap hari alamat aku harus siapkan makan pagi dan minuman pagi buat silumaaaaaan.." Reina keluar dari kamar mandi menuju pantri


Tok tok " Reina mengetuk pintu ruang metting


setelah terdengar sahutan suara masuk, Reina pun masuk Dengan membawa 2 cangkir minuman .


..." waduh aku ketinggalan info sepertinya hari ini.." gumam Reina


..." ini pak Bima kopsusnya.., satu lagi buat spaa?" tanya Reina sambil meletakkan cangkir depan bima


..." buat aku.." jawab Wisnu singkat


.." tau gitu aku kasih garam.." jawab Reina asal sambil duduk di samping pak Wisnu


Wisnu yang mendengar jawaban Reina , memukul kening reina seperti biasa, jika Reina melakukan kesalahan, pasti sasaran empuk kening Reina .." sakit bapak.." ucap Reina manja


.." rein untuk tugas ulang tahun aku serah kan ke Laras seutuhnya, kamu perbantuan saja.."ujar pak Wisnu yang langsung dengan wajah serius nya


..." kok gitu, aku ga mau "


.." karena aku butuh bantuan mu.."ujar Bima yang memotong percakapan Reina dan Wisnu.

__ADS_1


Reina mengkerut nya kening nya


.".bantua apa pak.."


Bima mengusap usap kening nya seperti banyak yang dipikirkan


.." ars mungkin lagi masa nya,tahun ini dia akan masuk SD, dokter menyuruh ars untuk terapi, bisa kah kau membantuku?" tanya Bima


..."tergantung yang di gantung.." ledek Reina


.." seminggu 3 x aku akan bawa ars kesini untuk terapi ada dokternya, aku mau kamu dampingi dia , sengaja aku pilih dikantor, biar aku ga ketinggalan info tentang anak ini." ujar Bima


..." tolong lah rein, bantu Bima untuk membuat anak nya kembali aktif .."pinta pak Wisnu yang menyambar ucapan Bima.


Reina menyipitkan mata nya ..." Bima? kok ga panggil bapak.." selidik Reina


Wisnu yang keceplosan tidak memanggil Bima dengan bapak menutup mulut , dan matanya


.."Wisnu itu teman dekat alm istri ku.." jawab Bima singkat


..." jadi gimana mau kan jadi pendamping ars..? tambah Bima menanyakan kembali sambil menyeruput kopi buatan Reina


.." demi kesembuhan ars, kasih tau aku jadwal nya , dan harus apa aku ketika ars terapi.."


Bima menghela nafas .." terimakasih Reina.." mengangkat jari jempol nya


.


.." mmmmmmmmmh rein, kopsus buatan mu memang enak ya rein, rasa kopi ,susu nya tidak menyatu ,bagi resep nya ya rein.." ujar Wisnu


Reina bangkit dari kursi metting nya


.." keringat aku pak, trus aku kan bikin nya sambil ngoceh ngoceh ,nah itu banyak vitamin muncrat masuk ke gelas ha ha ha.." Reina meninggalkan ruangan metting


Bima yang mendengar hanya tersenyum simpul


..." mang gitu ya kelakuan anak buah mu.."tanya Bima


..." itu masih mending, Reina itu biang rusuh, sedih nya ga pernah terlihat, dulu pernah orang tua Adit marah marah di ruangan kita, dasar Reina nangis nya dimana taunya habis itu dia total bekerja kembali.." jawab Wisnu


."..setiap melihat anak banteng itu, dadaku terasa berbeda.." ucap Bima dalam hati


.." Bim, bener an kan loe ga bucin ma Reina.." tanya Wisnu menyelidik


bima menghela nafas panjang


.." kalo mengagumi boleh boleh aja." jawab Raka asal..


.." jangan macam macam bim..,.." mata Wisnu menatap dalam ke arah mata Bima


.." gue ga mau loe patah hati kedua kali, seperti waktu kehilangan angel istri loe, sampai harus ke psikiater." tambah Wisnu menasehati

__ADS_1


Bima hanya mengangguk kan kepalanya.


__ADS_2