
pagi hari di meja makan
.." kamu tadi malam pulang jam brapa ka?" tanya mama Sofie sambil menikmati makan pagi nya
.." jam 10 mah.." jawab Raka singkat
.." tumben Nia ga kemari untuk sarapan pagi, apa langsung ke puskesmas..? " pertanyaan mama Sofi membuat Raka dan reina saling berpandangan
.. **bib" ponsel Reina berbunyi di dalam blazer nya , bunyi wa grup mengenai pekerjaan membahas ulangtahun Jakarta internasional khusus bagian hiburan yang mengharuskan Reina buka yang biasanya ada ada info penting
Bima;
dear Mrs. Reina hari ini meeting diwaktu makan siang, jangan lupa minuman ku
Wisnu;
Aku juga ya rein**
..." dasar siluman rubah kenapa harus dibahas di grup ,kenapa ga japri aja.." decak batin reina
.." dari kerjaan Rein? .."
..." hah.!!! iya mas." jawab singkat Reina
Reina masih menggerak gerakan jari nya di WhatsApp ,dengan jempol nya melihat beberapa status orang orang yang ada dikontak Reina, Reina memicingkan matanya melihat status Nia yang ada di pantai, kemudian membuat status nyamaaan tenang .
Reina memberikan ponselnya ke Raka untuk melihat status Nia, bola mata mereka saling
berpandangan. seakan akan pikiran Reina sama dengan pikiran Raka, mungkin kah Nia mencoba mengakhiri hidup nya lagi???
.." wah Nia ternyata minta izin , katanya lagi liburan bersama keluarga nya, " ucap mama Sofie yang tidak lama membuka ponselnya mendapat chat dari nia
Raka dan Reina segera bangkit dan berpamitan dengan mamanya,dengan alasan ingin mengantar Reina terlebih dahulu baru ke RS karena ada operasi , mereka pun keluar menuju garasi mengendarai mobil milik Raka.
mesin mobil segera dinyalakan, Reina dan Raka segera melaju kendaraan nya
..." Rein tolong lihat ponsel ku lokasi Nia .." pinta Raka yang fokus membawa kendaraan nya
.." kamu pasang GPS untuk Nia?? " Reina yang mencoba mengecek lokasi Nia
__ADS_1
tangan Raka mengusap kepala Reina
.." kamu juga mas pasang GPs sehingga mas tau posisi mu kalo lagi jauh sama mas.." ucap Raka seakan tau raut wajah istri nya.
.." ketemu mas, di Anyer.., " Raka segera menambah kecepatan kendaraan nya
Reina segera menghubungi Laras kalo dia izin pamit kembali tidak masuk kerja dengan alasan tidak enak badan, Reina pun mencoba menghubungi Nia dengan ponselnya namun tidak diangkat.
..." coba kamu hubungi Nia pakai hp mas.." rein pun menghubungi Nia , yang diberi nama di ponsel nya my beloved
..".hallo..," jawab Nia dari sana
Raka segera menepikan kendaraan nya agar bisa berbicara dengan Nia
menanyakan dimana Nia , namun nampak disana Nia hanya menangis, Reina turun dari kendaraan Raka, mata Raka berpindah seakan bertanya mengapa Reina keluar
..."turun.." ucap Reina yang tidak mengeluarkan suara memberikan kode agar Raka turun
sesaat Reina mengganti posisi reina yang mengemudikan mobilnya , Raka duduk disampingnya untuk berbicara dengan Nia agar Nia tidak mengambil keputusan sendiri
..."kuat Reina kuat, sabaar.." batin Reina
setelah satu jam menghubungi Nia, Raka menutup percakapan nya dengan nia
Reina menggeleng kan kepalanya
.." biar aku saja mas, tetap komunikasi sama Nia.." ucap Reina dengan tegar
** sesampainya di pantai Raka mencari titik dimana Nia berada
..." mas itu Nia..." Reina menepikan kendaraan nya , Raka segera turun dan berlari , yang membuat Reina menjadi gemas mengapa begitu melihat Raka ,Nia berdiri dan berlari ke arah ombak pantai
..." wanita, jika sudah kehilangan akal semua cara akan ditempuh, kalo mau nyebur kenapa ga dari tadi.. " gerutu kesal menghampiri Nia yang sedang menangis, Raka memenangkan dengan pelukannya
..." izin kan aku pergi Raka, jangan tahan aku, " ucap Nia yang meronta ronta
..." Nia please kamu jangan gini.."sahut raka
..."aku sudah kehilangan semua, aku sudah tidak punya orang tua, aku sudah kehilangan separuh cinta mu, bahkan aku sudah kehilangan mahkota ku yang dulu kamu pernah renggut.." Nia yang teriak teriak kehilangan arah pembicaraan yang sudah kemana mana
__ADS_1
⚡⚡⚡⚡⚡" apa?? kehilangan mahkota nya, jadi Raka dan Nia pernah..."
Reina memundurkan langkahnya dan menutup mulutnya dengan tangan nya yang ternganga
Nia masih berada dipelukan Raka, dengan menangis terisak Isak ,Raka terus dan terus membelai rambut Nia menenangkan Nia.
sedang Reina, Reina hanya berdiri mematung, oksigen dalam mulut nya seakan-akan hilang oleh kata kata Nia yang baru Reina
dengar
Nia akhirnya berhasil ditenangkan, dan segera membawa Nia pulang, Reina kembali membawa kendaraan raka, sedang Raka dan Nia bersandar di bahu Raka kursi belakang .
Raka yang terus melihat Reina dari kaca spion tengah memandang Reina memelas, Reina paham ada banyak kata kata yang harus dijelaskan mengenai ucapan Nia tadi di pantai.
Reina terus melaju kendaraan nya menuju Jakarta, sempat berhenti di pengisian bahan bakar, meminta izin untuk ke toilet disitu Reina mencuri curi untuk menangis
sesampainya Reina menghantarkan Raka ke apartemen nia, Raka membopong Nia ke dalam apartemen, Reina juga membantu nya menggantikan pakaian Nia yang bersih
Reina melihat foto kedekatan Nia dan Raka sewaktu mereka SMA dan kuliah
.." pasangan serasi " senyum lirih Reina
..." rein makan disini ya sudah jam 2siang kamu belum makan, aku lagi pesen makanan .." ucap Raka yang mengejutkan Reina yang sedang melihat foto-foto mereka berdua.
..." aku pulang aja mau mampir ke kantor sebentar.., aku naik taxi online saja, mobil aku tinggalin sama kamu biar ga susah nanti.."
tangan Reina ditarik Raka menahan nya agar tidak keluar pintu apartemen..
.." jangan pergi, aku butuh kamu.."
Reina melepaskan genggaman tangan Raka
.."kalo aku ada disini ,Nia merasa akan tidak nyaman, lebih baik aku pulang. aku baik baik saja.."
akhirnya Raka melepaskan tangan reina dan membiarkan Reina pergi meninggalkan apartemen nia, Nia yang melihat Raka dan Reina di ruang tamu secara diam diam menatap penuh amarah, seakan-akan tidak rela Raka bersikap lembut pada reina.
melihat Raka menuju kamar Nia, Nia segera berlari ke arah tempat tidur dan berpura pura tertidur
..." kamu masih tidur Nia.." tanya Raka yang mengusap usap kepala Nia
__ADS_1
..." aku tuh sayang kamu Nia, salah ya aku kasih perhatian sedikit untuk Reina, Reina berusaha kok menjaga jarak sama aku, dia sadar kalo aku punya kamu, bukan kah aku juga sudah berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatan yang aku lakukan, sampai kamu kehilangan kesucian mu.." Raka yang berbicara sendiri , bersandar di tempat tidur, dengan suara parau ,bergetar , mata berkaca-kaca.
..."sebenarnya kamu sayang tulus sama aku, apa karena tanggung jawab atas hilang nya kesuciannya ku???? batin Nia yang pura pura tertidur tanpa Raka tau.