
arsha pun diantar Reina sampai rumah nya
..."Tan , mau kah kau menemaniku disini sampai Daddy ku pulang.." arsha menatap mata Reina
sebenarnya Reina sedikit malas dan ingin pulang, tapi dia bingung akan pulang kemana, kerumah keluarga nya yang sedang acara , Reina takut raut wajah yang sedih nya akan dipertanyakan keluarga nya.
pulang ke rumah Raka, lebih tidak mungkin, karena saat ini Reina tidak ingin diganggu Raka...
akhirnya Reina menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan arsha, untuk menghilangkan penat nya sebentar , tidak lupa Reina menghubungi Tama kalo dia tidak kembali ke rumah keluarganya, karena Reina ada urusan mendadak.
**sore hari pun tiba
.." bik, dimana ars dan nona Reina,....."
bibik pun menunjukkan jika mreka ada di kamar arsha, Bima pun segera ke kamar arsha dengan membawa mangkuk kosong di tangan nya
tuk tuk tuk bima mengetuk dan membuka handel pintu kamar milik arsha
..." boleh masuk..? .." namun tidak ada jawaban satu pun dari dalam kamar tersebut
Bima memberanikan masuk ke kamar arsha, tampak reina dan arsha tertidur pulas di atas ranjang arsha
bima meletakkan mangkok kosong dan sekantong hitam yang berisikan makanan, Bima memandang lekat lekat Reina dan arsha, melihat kenyamanan arsha yang tidur di pelukan Reina
.." arsha tidak pernah tidur jam segini, dia selalu mencari cara agar tidak menutup matanya, karena jika dia tertidur maka akan kembali lagi mimpi mimpi buruknya, sedang bersama Reina , arsha bisa tertidur tenang.." ucap Raka dalam hati
Reina terbangun kaget, seperti nya dia habis bermimpi buruk, nafas nya terengah-engah , ada buliran buliran keringat di kening nya
.." kenapa kamu, seperti nya kamu habis mimpi buruk??" tanya Bima dengan gaya sombong nya..
__ADS_1
Reina menghapus buliran keringat di kening nya
..." tak bisakah kau menanyakan dengan lembut pak, kenapa dirimu setiap bertemu dengan ku selalu arogan,.." ucap Reina yang terlihat wajah nya frustasi
Bima mengambil kan minuman untuk Reina
.." ini minum lah air putih ini..cepatlah minum, jangan sampai kau mati terdesak karena ini.."
Reina mengambil air minum tersebut, dan segera meminumnya.
raka mengambil makanan dalam kantong tersebut untuk reina
Reina memicingkan mata nya..
.." apa ini ..?" Reina membuka bungkusan itu, wajah yang semula terasa sedih menjadi senyum semberingah melihat isi dalam bungkusan tersebut
.." kupikir kau tak suka, jika tau kau suka tadi aku ajak kamu ke Rawamangun.." ucap Bima
..'" bapak juga suka..?.." Reina melahap makanan tersebut dengan mulut terkena bumbu kacang nya.
..." semasa kuliah aku suka sekali nongkrong disitu..." jawab Bima
..." kirain liatin anak anak kampus.." jawab Reina asal
Reina yang mengunyah asinan Bogor seketika mengeluarkan air mata
.." hey wanita dollar, kenapa hidung mu berair? apa pedas asinan tersebut? setau ku biasa saja.., kamu memikirkan apa lagi..?
..." dulu suamiku ingin mengajak ku membawa ku makan asinan ini di Rawamangun..tau begitu dari kemarin kemarin aku pergi sendiri.." Reina mencoba tertawa tapi air mata lebih banyak yang mengalir dari matanya
__ADS_1
Bima menghampiri Reina dan menepuk-nepuk bahu nya
..." sesulit itu kah rumah tangga mu.."
..." pak berbalik lah aku pinjam pundak mu.." Bima berbalik badan, Reina menengadah tangannya di pundak Bima menenggelamkan wajahnya menangis sekencang-kencangnya , Bima hanya terdiam mematung merasakan tangisan Reina yang teramat terluka, membuat arsha terbangun dan memeluk Reina.
.." don't cry Tante.." ucap arsha, Reina begitu tau arsha terbangun mencoba untuk tenang menghapus air matanya agar tidak membuat arsha mengalami trauma nya kembali
..." anak ganteng dah bangun..? " arsha menganggukan Kepala nya
..." apa Daddy ku yang membuat Tante menangis.? " tanya arsha dengan muka polos nya
Reina menggeleng kan kepalanya,
.." tidak, Daddy justru meminjamkan bahu nya untuk Tante, reina kangen Oma sama opa ,. .."
karena Bima sudah datang , Reina pun berpamitan pada arsha untuk pulang karena hari sudah menjelang malam.
..." Tante , sering seringlah tidur di rumah ku, ajak Tya, aku senang kalo Tante mau main kerumah ku.." arsha memeluk reina seakan-akan tidak ingin melepas nya
Reina hanya mengucapkan insya Allah , jika ada waktu, akan sering sering kemari
Reina pun pamit
...." lakukan yang menurut mu benar, aku tidak mau jika melihat pegawai ku sering menangis.." pesan Bima ke Reina
.." tumben bapak bijak sama saya..!.." ledek Reina.
Reina pun tersenyum dan pamit pulang menuju rumah Raka.
__ADS_1