
POV raka
**ini 2 episode sebelumnya , dimana Raka mengungkapkan hati disaat Nia berpura-pura tidur
.."aku tuh sayang kamu Nia, salah ya aku kasih perhatian sedikit untuk Reina, Reina berusaha kok menjaga jarak sama aku, dia sadar kalo aku punya kamu, bukan kah aku juga sudah berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatan yang aku lakukan, sampai kamu kehilangan kesucian mu.." Raka yang berbicara sendiri , bersandar di tempat tidur, dengan suara parau ,bergetar , mata berkaca-kaca..."
Ting tong.." bel pintu apartemen Nia yang berbunyi
..." mungkin itu makanan yang aku pesan datang.." Raka keluar dari kamar Nia dan mengambil serta memberikan tip kepada pengantar makanan tersebut
.." terima kasih pak.." ucap pengantar makan tersebut. Raka pun menutup pintu
praaaang " bunyi pecahan beling dari kamar nia, Raka segera berlari menuju kamar Nia
..."astaghfirullah Nia apa yang kamu lakukan.." Raka berteriak melihat Nia yang sedang memegang pecahan beling yang diletakkan di tangannya.."
..." mending aku akhiri aja ka, toh kamu sayang sama aku karena kesalahanmu yang dulu.."Nia yang sudah terlihat tidak ada semangat hidup
Raka berusaha meminta Nia meletakkan pecahan kaca tersebut.
.." terus mau kamu gimana agar kamu percaya aku sayang kamu.." Raka yang sudah takut dengan kenekatan Nia
..." kita nikah hari ini juga.." pinta Nia
Raka terdiam mematung
.." bagaimana mungkin , kita belum pamit sama reina.."
Nia yang marah begitu mendengar nama Reina , mencoba menyayat tangan nya Hinga ada setetes darah yang keluar dari pergelangan tangan nya
..." per***** dengan Reina, jika apa- apa Reina yang ada di pikiran mu, lebih baik aku akhiri hidup ini" Nia yang makin histeris hilang kendali
..." baiklah Nia, baiklah kita nikah , kita nikah.." ucap Raka
Raka pelan pelan mencoba mendekati Nia dan membuang pecahan kaca tersebut, lalu memeluk Nia
.." Nia kenapa kamu melakukan ini.." Raka berulang kali mencium kening Nia berulang ulang.
Raka dan Nia pergi menuju salah satu masjid disana untuk diminta menikahkan mereka berdua. Raka meminta Harun sebagai saksi pernikahan sirih nya, Raka menjelaskan hubungan raka dan Nia kepada pemuka masjid dan akhirnya mereka di nikahkan secara sirih
..".sah sah Alhamdulillah .."
Nia mencium punggung tangan Raka, Raka mengusap dan mencium kening Nia
beberapa warga disana sebagai saksi dan orang terdekat Nia memberikan selamat
"... bro, gimana dengan Reina ? apa reaksi nya kalo dia tau loe dah menikah..? tanya Harun yang membicarakan dengan sedikit berbisik
Raka mengusap wajah nya dengan frustasi
.."aku ingin segera pulang menemui Reina.."
acara pun selesai , Raka dan Nia pun kembali ke apartemen Nia
__ADS_1
Nia tampak bahagia dengan pernikahannya, walau hanya pernikahan sirih tapi akhirnya Nia sudah sah menjadi istri raka
..."sekarang tinggal kita memberi tahu mama kamu.." ucap Nia
.." jika kamu ingin melihat mama ku serangan jantung di depan mu , silahkan" ancam Raka yang membuat Nia memundurkan badannya beberapa langkah dari raka
.." kamu kenapa Raka?" tanya Nia dengan wajah bingung
..." tak bisa kah kamu sabar sedikit , aku sudah mengabulkan permintaan mu agar kita menikah, bersabar lah . ada nyawa mama ku yang aku jaga jika aku bilang tentang pernikahan kita..." ucap Raka
.."dan ada hati wanita yang terluka dan aku jaga begitu tau aku sudah menikah sirih.." ucap pilu batin Raka yang tidak bisa Raka ucapkan
Nia pun mengangguk kan kepalanya dan memeluk raka
beberapa jam kemudian, Raka yang sedang duduk di sofa mengaktifkan ponsel nya, bnyak sekali wa yang masuk.
**drzzzzt " ponsel Raka berbunyi chat mama Sofie
mama Sofie**;
ka, kamu sama Reina dimana kok belum pulang..
..." apa Reina belum pulang.." ucap Raka dalam hati
raka tampak resah istri nya belum pulang, Raka mengecek posisi Reina namun ponsel nya tak aktif, terakhir memang di Jakarta internasional
.." Reina kamu dimana..? " raka yang semakin resah.
..." iya apa.." jawab Raka menutupi kegalauan nya
..." aku mau kita berbulan madu, boleh .." pinta Nia manja
Raka hanya mengangguk kan kepala nya dan tersenyum
..."nia bisakah aku pulang malam ini, mama mencari ku..?"
Nia menatap mata Raka lekat lekat nampak tidak ada kebohongan
.. " baiklah, tapi besok pulang praktek kamu ke apartemen ku ya, aku masak buat suamiku.."
begitu dapat persetujuan dari Nia, Raka pun segera pamit dari apartemen Nia. Nia mencium punggung tangan Raka
Raka segera menuju kendaraan nya dan mencari dimana Reina berada
.." rein dimana kamu, ga mungkin di rumah keluarga nya.., di rumah Laras kah, ya Allah aku kan belum kenal semua teman teman Reina..."
di rumah bima
.." Daddy , Tante rein bangun.." ucap ars yang memanggil Bima
..." hey anak banteng, sudah bangun kamu.." ledek Bima
..."Bima, ars, rumah yang bagus, berarti aku dirumah siluman rubah..." ucap Reina dalam hati
__ADS_1
..." kamu g sadarkan diri 3jam, lihat ars ku sampai tidak tidur menunggui mu.." ucap Bima padahal Bima pun tidak tidur sama sekali
Reina melihat ke arah jam dinding sudah menunjukkan pukul 11
..." anak ganteng kenapa kamu belum tidur, Tante ga pa2.." Reina memeluk arsha
.." menginap lah disini , tidurlah bersama ku.." pinta arsha dengan mata polosnya
..." apa Raka mencari ku.? ponsel sudah kumatikan dari jam 5sore td..?" gumam Reina
..." ini kamar mu? wah selera mu laki laki sekali, hebatn..." Reina mencolek hidung arsha yang mancung
arsha menggeleng kan kepala nya
.." ini kamar Daddy.." sambung arsha
Reina menelan Saliva nya
.." what , aku tidur di atas ranjang atasan ku.," decak Reina sambil memicingkan matanya ke arah Bima
..." anak banteng apa kamu punya masalah tekanan darah??" tanya Bima yang duduk di sofa tunggal nya
.." iya, karena berapa hari ini aku ga meminum darah seseorang.." jawab Reina asal
Bima pun tertawa lepas
..." Daddy , tadi dokter Steve bilang Tante harus minum obat, mana?"
Bima segera bangun dari Sofanya keluar kamar Bima dan membawakan semangkok bubur hangat
.." makan lah dulu, baru kau minum obat, jika kau tak makan maka jangan harap kamu keluar dari rumah ini.. ancam Bima
..." menjauh lah dari ku, kau membuat selera makan ku hilang.." Reina menatap tajam , bima mundur dan kembali ke sofa
..." jangan lihatin aku terus, kamu kaya kucing liar kelaparan liatin orang makan, trus orang yang makan kesedak.."tambah Reina
Bima mengelak
"..sapa yang melihat mu, matamu saja yang kegeeran.." jawab bima
.." Tante , bubur ny enak ga? itu Daddy yang masak,kalo tiap aku sakit Daddy yang buat.."
..." he he karena arsha yang tanya maka Tante bilang enak..." jawab Reina, dihati Reina memuji bubur buatan Bima yang memang enak dan gurih.
setelah bubur habis dimakan , Reina meminum obat yang diberikan Bima.
..."pak Bima , arsha tertidur .." Reina membelai rambut arsha yang tertidur di samping nya
.." lihatlah sudah jam berapa, dia menunggu dirimu sadar..."jawab Bima ketus
Reina mencium kening arsha , Bima Merapikan posisi tidur arsha.
..." mimpi indah ganteng." kecup Reina.
__ADS_1