
..." sudah 4 hari aku disini, mereka pasti mencari ku., aku ingin cium bau arsha. 5 hari disini mual ini menyiksa ku.. .."batin Reina yang meringis
cekreeeek pintu ruang tersembunyi reina terbuka
.." masih ga makan juga??? apa kamu ga kasian sama janin dalam kandunganmu..??"
..." bawa arsha kesini, kamu tau arsha kan? anak bos kita, yang kamu bilang pak Bima memanfaatkan arsha untuk aku, itu benar, arsha membuat ku tidak mual selama hamil.." jawab Reina dengan suara lemah
..." 2 hari lagi aku akan bawa kamu keluar dari sini, kita pergi jauh dan menikah.."ucap Adit
Reina bangun dari tidur miringnya, matanya berkaca-kaca
.." menikah..? Adit jangan dit, tolong lepaskan aku.." reina memohon berlutut berjalan ke arah Adit yang duduk dikursi
Adit mencengkram mengangkat menekan pipi Reina
.." aku cinta sama kamu rein, aku ga mau pisah dari kamu.." Adit memeluk reina, Reina berontak sekeras nya..
.."kamu gila dit kamu gila.." Reina menangis histeris. memukul mukul Adit , Adit tak bergeming.
Adit meninggalkan Reina dan mengunci nya lagi . Adit segera turun dari gedung atap tempat Adit bekerja, di gedung atap memang ada 1ruang petak lengkap dengan kamar mandi, tidak akan terdengar orang apalagi terlihat karena tertutup oleh bisingnya suara mesin. dulu ditempati oleh mekanik mesin tapi sekarang sudah di kosongkan.
__ADS_1
Adit turun dari gudang atap berpapasan dengan Bima..
.." Adit?.." tanya Bima dengan turun nya Adit dari atap gedung, selama Bima menjadi CEO di Jakarta internasional Bima yang suka beristirahat di atap gedung baru kali ini berpapasan dengan Adit.
..." selamat siang pak.." sapa Adit
Bima yang penasaran melihat tingkah Adit sedikit aneh dan gugup akhirnya bertanya
.. " kamu sering beristirahat di atap gedung juga.? tanya Bima yang mencoba berbicara baik baik
..." i iya pak , buat nenangin pikiran, lumayan merokok 1 batang.."
satu kebohongan tertangkap dari Adit, Adit bukan perokok dari bibir dan baju Adit tidak ada tanda tanda kalo Adit adalah perokok.
bima mengerut kan kening nya melihat Adit yang terburu buru turun dan Bima pun berjalan ke atap gedung.
Bima duduk dikursi sambil menghisap 1 rokok menghirup udara dari atas gedung
..." huft.. ngerokok dari mana, selama aku disini aku ga pernah menemukan puntung rokok atau segelas kopi selain aku.." ucap Bima yang menarik bibirnya ke atas.
bahkan Bima berpikiran mungkin Adit seperti bima ,mencuri waktu tidur di jam jam kerja
__ADS_1
🎵🎵🎵 bila nanti ku sanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahan ku..(ringtone ponsel Bima akhirnya ku menemukanmu dari Naff)
Bima mengangkat panggilan tersebut dari rumah bima
**arsha;
.." Daddy ,Tante rein belum ketemu..??"
Bima;
.." belum sayang , arsha ,Tante rein pasti baik baik saja kamu jangan khawatir**.."
arsha mematikan percakapan dengan Bima.
.." buka pintu , tolong !! ada kah orang yang mendengar ku.." sayup sayup Bima mendengar orang meminta tolong.
Bima berjalan mengelilingi atap gedung, memutari nya, tapi tidak menemukan suara itu lagi.
..." mungkin hanya rasa rindu ku pada Reina, membuat seakan-akan Reina memanggil aku.." batin bima.
bima melihat tempat yang di rantai dan di gembok yang tampak berkarat, bahkan memegang rantai dan gembok tersebut
__ADS_1
.." baru tau ada ruangan diatas, seperti nya sudah lama tidak terpakai, mana ada yang tahan tinggal disini dengan suara bising disini.." ucap Bima sendirian
Adit yang kembali lagi ke atas gedung dan memperhatikan Bima memegang kunci gembok dan rantai mengepalkan tangan nya erat erat, dalam hati Adit dia akan segera memindahkan Reina dari tempat itu secepatnya.