
Bima segera membawa Reina ke RS. dan meminta pertolongan, Bima terfokus pada darah yang ada pada kaki nya, apakah Reina selama ini hamil , kenapa pintu kamar mandi terkunci dan sapa yang memberi tulisan toilet rusak.
betapa terkejutnya Bima ketika dokter memberi tau Reina sedang hamil dengan usia kandungan 8minggu, dan sekarang sedang di observasi karena Reina mengalami dehidrasi, asupan nutrisi yang kurang, dan mengalami pendarahan.
Bima mencoba menghubungi Tama agar segera ke RS dan menceritakan keadaan Reina yang sedang dirawat ,Tama menceritakan kepada ayu dan Kania Yang ada di rumah
.." apaaaa , Reina hamil, jadi selama ini Reina mengeluh bukan karena sakit lambung nya..?" ayu yang mendengar berita tersebut menangis
Kania merasa tidak berguna menjadi kakak, karena berdasarkan pengalaman Kania yang sudah menjadi ibu harus nya Kania tau Reina sedang mengandung.
..." jangan salahin diri kak, kita semua tau riwayat kesehatan Reina, yang kalo banyak pikiran berpengaruh pada masa haid nya dan lambung nya yang suka sekali kumat kalo dia telat makan, pengaruh hormon untuk ibu hamil juga pemicu Reina mual dan muntah.."
..." waktu mengurus perceraian Reina, aku tidak bertanya juga sudah sejauh mana hubungan Reina sama Raka, yang dipikiran ku karena pernikahan kontrak tidak ada kontak fisik.." ucap Kania.
__ADS_1
Kania dan Tama segera pergi ke RS, sedangkan ayu mengingat kehamilan yang masuk usia 8 bln menunggu dirumah, besok pagi akan dijemput Tama untuk ke rumah sakit.
setelah berpapasan dengan Bima, Bima dan Tama saling memberikan hormat, dan berterima kasih sudah membawa adik nya ke rumah sakit.
..." jadi anda Daddy nya arsha ?, anak yang pernah dibawa dan bermain dengan Reina dan Tya, Reina banyak bercerita tentang anda sebagai single dad menjaga arsha.." Bima hanya mengangguk kan kepalanya, bukan waktunya ber geer ria, sekarang berfokus pada kejadian yang bisa dikatakan kejahatan di tempat kerjanya.
dokter pun keluar dari ruangan reina, mengatakan Reina keluar dari masa kritis nya, anak dalam kandungan nya pun sehat dan selamat, Sekarang sedang diberikan infus untuk nutrisi dan asupan gizi yang kurang pada tubuh Reina.
mereka bertiga mengucap syukur atas masa kritis yang telah terlewati. namun saat ini Reina belum sadar dan tidak boleh di ganggu.
..."maaf pak Bima, lebih baik pak Bima yang pulang , kami adalah keluarga nya, nanti setelah ada Tommy baru kami pulang, apalagi pak Bima juga punya anak yang sedang menunggu.."ucap Kania
Bima tetap bersikukuh untuk tinggal, Bima juga mengatakan sudah kenal dengan tommy melalui sahabat nya yang menjadi dokter keluarga Bima, saat ini Tommy dan steve sedang seminar dan dalam perjalanan balik ke Jakarta, jika sudah ada Tommy , bima berjanji akan pulang, masalah arsha sekarang arsha bersama adik istriny yang sekarang sedang menginap di rumah Bima.
__ADS_1
akhirnya Tama dan Kania pun menyetujui permintaan bima, karena hari pun sudah semakin larut, Tama dan Kania pun meminta terus memberi kabar jika ada apa apa pada Reina, secepatnya besok pagi mereka akan berada disini.
Bima menganggukan kepala nya. menyetujui permintaan Kania dan Tama. Bima menghantarkan Kania dan Tama, dan segera kembali ke tempat dimana reina beristirahat dan duduk di luar kamar reina dirawat.
..." maaf anda suaminya? silahkan masuk jagalah istri anda didalam, tapi jangan dibangunkan biarkan nyonya Reina beristirahat, anak pertama ya pak? rata rata kehamilan pertama begini, sering ngeflek dan kurang asupan akibat mualnya.." ucap seorang suster
Bima mengambil kesempatan ini untuk bisa masuk dan menjaga Reina di dalam, berterima kasih pada suster yang merawat Reina.
..." tak apalah aku diakuin suami Reina, ingin sekali aku melihat Reina.."
bima pun masuk ke dalam kamar , wajah Reina terlihat pucat dengan alat infus ditangan nya.
Bima yang segera menghubungi Wisnu malam hari untuk menahan semua dokumen cctv hari ini mengecek kerjaan sapa yang mengunci dan memberikan tanda rusaknya toilet.
__ADS_1
..." demi nama arsha, aku akan mencari tau siapa yang berusaha menyakiti mu rein." Bima membelai anak rambut Reina yang menutupi sebagian wajah Reina, dan akhirnya Bima pun tertidur disamping Reina dengan menggenggam jari jemari Reina.