
lagi lagi Raka membuat Reina menangis, sambil menutup mulut nya dengan kedua tangannya Reina menangis sesenggukan sambil mendengar lagu yang Raka nyanyikan, Reina mencoba menahan air matanya, tapi refren dari lirik lagu nya menyanyat hati.
setelah Raka selesai bernyanyi, raka turun dari panggung, dengan cepat Reina menghapus air mata di wajah Reina
...."mas sudah mau malam, pulang yuk , aku ga enak sama Nia, apalagi dia sedang hamil.."
pinta Reina.
ponsel raka berbunyi dari mama Sofi menanyakan posisi Raka sekarang, dan meminta Raka untuk segera pulang, Raka menjawab nya agar segera pulang .
.." aku naik taxi saja rein, nanti sampai rumah mobil ku diambil pak Bambang...." ucap Raka, padahal Raka ingin sekali ditawarkan naik mobil bersama Reina, karena jalur rumah Reina searah dengan Raka
dan dalam pikiran Reinabpun sama , Reina ingin mengajak Raka naik kendaraan nya, tapi Reina takut hatinya mundur lagi, tak ingin berpisah dengan Raka., bisa terpikir lagi ingin menikah secara siri oleh raka.
.." aku pulang ya.." ucap Reina. Raka mengantarkan Reina ke tempat parkiran dan Reina segera membuka pintu mobil nya.
.." rein..! boleh Aku peluk kamu terakhir kalinya.. ", pinta Raka
Reina pun mengangguk kan kepalanya .. pelukan terakhir membuat kedua air mata Raka dan reina mengalir di pipi mereka masing-masing.
..." makasih buat cinta 3 bulan yang kita jalani.."
Raka mencium kening Reina dan sekali lagi mengusap usap perut Reina, mengatakan lambung be nice, untuk kedua kalinya Reina merasakan hal yang aneh pada perut nya setelah di pegang Raka.
__ADS_1
akhirnya mereka benar-benar berpisah, berjalan berlainan arah.. menghapus jejak-jejak cinta yang sudah terlewati.
sesampainya di rumah Reina
keluarga menyambut Reina , Reina mengatakan habis bertemu raka, sekalian mengambil berkas perceraian. sehari an Reina menghabiskan waktu nya bersama raka
..." ga pa pa kan ya aku jalan sama laki orang, lebih tepatnya mantan suami, dulu aja Nia jalan Mulu sama Raka.." ucap Reina sambil memanyunkan bibirnya
Tama Tommy Kania hanya bisa melihat adiknya yang bicara asal. mereka tau Reina sedang menata kembali hati nya yang hancur berkeping keping, apalagi Raka akan pergi jauh meninggalkan Indonesia lusa nanti.
mereka bertiga hanya mangut Mangut saja, karena sudah sebulan ini suasana hati Reina suka tidak menentu mereka tidak mau terkena semprotan maut dari reina .
..." bang masih diem diem an apa sama mba ayu..? Abang ga bisa rayu sih.." ledek Reina ,yang mengalihkan pembicaraan lain untuk tidak membahas perceraian Reina dan Raka lagi.
..." marah an si ngga ka rein, tapi kasian aja sebulan ini kayanya bang tama ga dapat jatah malam dari mbak ayu, sering pindah ke kamar tommy..." Tama yang merasa dipojokkan oleh adik adik nya yang sedang menertawakan Tama ,segera bangkit berjalan menuju kamar Tama
Kania yang setelah habis menghubungi papa Tya yang ada di Lombok ikut menimpali meledek Tama.
..." tam, kan lu dokter, pake obat bius lah biar ayu ga berkutik, biar dapat jatah malam. "
Tama segera meninggalkan mereka bertiga dan masuk ke kamar nya menemui ayu, disana ayu tampak sedang menyisir rambut nya.
begitu melihat Tama dari kaca riasnya ayu segera berdiri, berjalan ke arah ranjang mereka, mengkibas kibas tempat tidur dengan sapu lidi, dan menepuk nepuk bantal nya , ayu segera merebahkan badan nya dengan membelakangi badan Tama.
__ADS_1
Tama memulai pembicaraan dengan membalurkan minyak ke kaki ayu yang terlihat agak bengkak dan memijitnya pelan pelan, Raka juga menaruh bantal tinggi di kaki ayu.
.."de, maafin papa ya , papa sebulan ini ga main sama kamu, mama masih ga mau ngomong sama papa de, memang sih mama rapiin pakaian sama makanan buat papa, tapi suaranya itu loh de pelit banget.."
Tama merayu ayu dengan membawa bawa anak dalam perut ayu.
ayu tetap tak merespon ucapan Tama, Tama tetap bersikukuh mengajak ngobrol ayu dan merayunya
..." abang minta maaf yu, sampai kapan sikap mu begini sama Abang, marahan 3hari aja dah dosa loh yu..,Abang tau Abang salah, kedepan nya Abang tanya ayu dulu, kalo ayu ga suka, Abang ikut omongan ayu, tapi jangan diemin Abang gini.."
Tama juga bertanya kapan akan berbelanja keperluan bayi karena kehamilan nya sudah masuk usia 8 akhir. walau perangkat baby masih bagus bekas kepunyaan Tya, Tama juga ingin membeli kan baju baby yang lucu.
..." masih ga mau ngomong ma Abang.., ya sudah Abang berarti ngungsi lagi ni ke kamar Tommy..nasib nasib.."
Tama pun beranjak dari tempat tidur nya, berpamitan pada baby dalam perut nya, dan berjalan ke arah pintu
..."abaaaaang..." , ayu segera menengok ke belakang arah suara ayu.
.." Abang mau kemana?."
.." ya Abang mau keluar, kan ayu ga mau ngobrol ma Abang, ntr Abang salah lagi.."
ayu membalikkan badan nya , memandang mata Tama,
__ADS_1
Tama yang melihat ayu yang sedang menangis, membuat tama menghampiri ayu memeluk ayu, ayu pun meminta maaf karena mendiami Raka hampir sebulan. mereka pun saling minta maaf.
..." Alhamdulillah ya Rabb diberi kesempatan jatah malam kembali sebelum ayu melahirkan.." batin Tama yang memeluk ayu ,lega diberi maaf oleh ayu.