Akhirnya Ku Menemukanmu..

Akhirnya Ku Menemukanmu..
siapa yang ingin mencelakai reina


__ADS_3

Reina pun harus kembali ke RS untuk mendapatkan perawatan , pikiran hanya berpusat pada anak di dalam perut nya.


.." rein makan yuk, mbak bawain masakan kesukaan mu, mama udah tau kamu hamil, tadi mama dikasih tau bang Tama, mama senang sekali.." ayu mengaduk aduk makanan untuk disuapkan ke Reina


..." tapi anak nya ga punya papa mbak" mata mata Reina berkaca kaca dengan suara bergetar


..." ada ,Tommy lagi cari info tentang tempat tinggal Raka.." Kania menguatkan reina


sementara di kantor Bima, Wisnu dan Bima memeriksa setiap cctv , yang berlalu lalang diluar koridor toilet namun tidak menemukan tanda tanda orang yang meletakkan toilet rusak, Bima terlihat sudah frustasi siapa yang ingin mencelakakan Reina.


..". berhenti pak..." Bima melihat sesuatu dalam gambar cctv yang sedang diputar dan melihat gambar tersebut.


.." kenapa Bim..?" tanya Wisnu yang penasaran dengan gambar yang sedang Bima perhatian.


Bima hanya membelalakkan matanya


..." tidak mungkin dia.."batin Bima


lagi lagi Wisnu bertanya ada apa namun Bima berkata tidak ada apa apa Bima segera meninggalkan ruangan dokumentasi.


di ruang lain Adit nampak sedang bertengkar dengan Bella yang memaksa untuk mengatakan bahwa bellalah yang mengunci Reina di kamar kecil.


..." sudah aku bilang bukan aku dit yang ngunci Reina, aku memang mengancam nya tapi itu hanya menggertak ..." Bella mencoba menyakinkan Adit


tampak disana ada Laras yang menemani Adit untuk mengintrogasi Bella.

__ADS_1


..." tapi pagi sebelum kejadian Reina di kamar kecil, kamu marah marah dan ga terima di putusin Adit, trus kamu ancam Reina.." desak laras


Bella tampak terpojok dengan ucapan Laras , tapi Bella trus membela diri dan mengatakan bukan dia pelakunya


..." aku memang benci sama Reina, apalagi pas tau dia sudah bercerai Adit putusin aku, tapi sungguh aku tidak melukai Reina.." ucap Bella yang tampak sudah frustasi tidak ada yang percaya kata kata nya.


Adit mendekati Bella , wajahnya hanya berjarak 1 jengkal tangan dari wajah Bella


..." kamu tau, kenapa aku mutusin kamu, kamu tuh arogan , curigaan , bahkan protektif mu yang buat aq ga kuat.."


Bella memandang bulat mata Adit.


.." itu semua karena kamu masih menyukai Reina, aku ga mau kamu masih memikirkan nya, terbukti kan sekarang kamu masih menyukai nya..? " Bella menantang Adit


Adit pun meninggalkan Bella, Bella berteriak dia akan berubah, sampai kapanpun tidak akan terima diputuskan Adit.."


Laras yang melihat hanya menggelengkan kepalanya


..." kamu cantik Bella, jangan mengemis cinta pada orang yang tidak cinta kamu, yang ada yang kau dapat kan hanya air mata.."


Laras pun mengatakan kepada Bella,jika ada bukti kalo bella menyakiti Reina maka bima tidak segan-segan akan memecat Bella dari pekerjaan nya


Laras akhirnya juga meninggalkan bella di ruang meeting. dan melaporkan hasil kejadian tadi ke pada Bima.


sementara Bima sedang mencoba menghubungi seorang

__ADS_1


.." tolong cari tau dan segera hubungi saya , saya akan segera mengirimkan data dan foto lewat email .."


keesokan harinya


Raka yang sudah berada di negeri seberang masih sibuk mencari-cari ponsel nya. seluruh koper dia bongkar untuk mencari ponsel nya..


..." dimana lah ponsel ku.."Raka tampak khawatir, Nia datang membawa segelas susu untuk Raka


Raka menanyakan ponsel kepada Nia berkali-kali membuat Nia kesal


..." apa penting nya ponsel itu?? karena disana ada nomer Reina yang bisa kamu hubungi..?" tanya Nia ketus


Raka yang mendengar pertanyaan Nia , wajah nya berubah menjadi bingung,


..." kamu ngomong apa si Nia..?"


..." iya kan benar, kamu pengen telepon Reina suatu saat untuk nanya nanya kabar nya, kalo ga lewat teman teman mu. ??" Nia semakin mencecar Raka.


Raka mencari kesibukan merapikan barang barang yang tadi Raka buka buka dari kopernya.


.."aku tau kamu lebih cinta Reina dibandingkan aku sekarang, tapi aku yakini itu hanya cinta sesaat, aku bisa membuat kamu jatuh cinta lagi kepada ku.." Nia berakting sedih dengan nada parau sambil mengelus elus perut nya


keadaan ini membuat Raka tidak tega , akhirnya meminta maaf pada Nia, dan berjanji tidak akan menanyakan ponsel nya kembali.


Nia pun tersenyum kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2