
sore ini , Jakarta di guyur hujan deras, Reina pulang dengan kendaraan roda empat nya, jalanan menjadi tidak beraturan, macet dimana mana, Reina pun fokus mengendarai kendaraan nya karena jalan raya tampak padat.
..." huft lumayan lama juga aku dijalan, waktu juga sudah menunjukkan hampir jam 7
malam, perut sudah lapar.." gerutu Reina yang sudah melewati masuk kompleks perumahan nya
.." lho lho lho ini kenapa mobil ku kok mati..?" Reina mencoba menyalakan berkali-kali menyalakan mobil nya, namun tidak menyala, Reina pun segera mengambil ponsel nya di tas kerja nya
..." sempurna lowbat.." ujar Reina melihat layar ponsel nya yang sudah tidak menyala. dengasegera Reina merangkak ke belakang bagasi mobil dan mencari payung dan ternyata payung pun tidak ada di bagasi mobil Reina
..." hiks hiks, mobil mogok, hp mati, payung ga ada, jangan jangan mas Raka mencoba menghubungi aku dari tadi.." ucap Reina di dalam mobil
akhirnya Reina keluar dari kendaraan nya mengunci mobil nya, karena lokasi mobil nya yang mogok tidak jauh dari rumah nya
..." mandi hujaaaaaaaaaaaaan.." ucap Reina yang berlari dibawah rintik hujan yang cukup deras menuju rumah Raka
..." assalamualaikum.." ucap Reina
..."walaikumsalam..ya Allah reina. " mama Sofi yang terkejut melihat Reina dalam keadaan basah kuyup
.."bik ambilkan handuk.., Raka Raka liat ini istri mu pulang dalam keadaan basah kuyup"
Raka yang mendengar panggilan mamanya segera keluar dari kamar nya
.." astaghfirullah rein, kamu kenapa hujan hujanan, dari tadi mas hubungi kamu , tapi nomer mu ga aktif, mobil mu mana???"tanya Raka , mencari kendaraan Reina yang tidak terparkir di depan rumahnya
dengan muka kedinginan Reina menjawab bahwa mobilnya mogok di blok depan, Reina menguncinya dan segera menuju ke rumah, ponsel tidak aktif karena lowbed
..." sudah Raka bawa istri mu ke kamarnya, biar mama nanti menghubungi satpam depan agar menginformasikan mobil kita mogok.." ucap mama Sofi, Raka segera membawa Reina ke lantai 2, kamar mereka dengan handuk di badan Reina
..." bik minta tolong buatkan susu hangat buat Reina, bawa ke atas ya bik" pinta Raka
Raka membawa Reina sampai depan kamar mandi.
__ADS_1
.." mas biar aku saja, aku mandi dulu.." Reina pun masuk kamar mandi , membersihkan badan nya dengan air hangat.
15 menit kemudian Reina keluar dengan handuk piama nya dan handuk kecil yang melilit dirambut nya.
...." rein , minum dulu susu ini selagi panas.,bibi juga membawakan makan malam buat kamu." panggil Reina dan menyuruh nya duduk disamping Raka,
.." kamu sudah makan?" tanya Reina sambil menghampiri Raka ditempat tidur
.." kamu dulu aja yang makan.." jawab Raka sambil menyuapi Reina dengan makan malam nya
Reina ingin mengambil sendok dari tangan Raka..
.." biar reina saja mas yang makan sendiri.." pinta Reina, namun Raka bersikeras ingin menyuapi Reina
..." sekali kali mas suapin kamu, mas tau kamu pasti kedinginan akibat kena hujan tadi.." jawab Raka
Reina tetap bersikukuh mengambil sendok dari tangan Raka ,dan dengan cepat menyuapi nasi dan lauknya ke Mulut Raka
bola mata mereka saling bertatapan seperti sudah ada bucin bucin diantara mereka
Raka mengambil segelas susu yang dibuat kan pelayan rumah nya tadi
.." berati susu ini kita bagi dua?" tanya Raka sambil tersenyum, Reina pun mengangguk tersipu sipu malu .
hujan semakin deras, cahaya petir menembus tirai jendela, tiba tiba Raka memegang dagu Reina, mencium ranum bibir Reina, kali ini tidak sekilas, tapi mengulum bibir Reina dengan lama, napas mereka beradu saling berlomba, Reina yang awalnya kedinginan karena terguyur hujan, sekarang merasakan hawa panas pada badannya.
.".mas , maaf Reina kebablasan.." ucap Reina yang tersadar dan segera berdiri dari samping Raka, karena merasa malu kecupan tadi dan membuat Reina menikmati serta membalas kecupan bibir dari Raka .Raka pun beranjak berdiri mereka berdua menjadi salah tingkah.
⚡⚡⚡ seperti nya Reina dan Raka harus berterima kasih pada kilat malam hari itu, karena kilat itu yang membuat Reina berbalik memeluk Raka, membuat junior raka terbangun
..." mas" .. jerit Reina yang takut mendengar suara petir
Raka membalas memeluk Reina dengan lembut., tak lama mereka bertatapan, membuat Raka melepas kan lilitan handuk yang ada dikepala reina, Reina hanya tertunduk malu tapi tidak bisa menolak seperti ada magnet untuk mereka .
__ADS_1
selanjut nya tangan Raka menarik tali handuk kimono Reina, yang memang Reina belum mengenakan apa apa, sontak Reina menutup dada dengan menyilang kan tangan nya.
mungkin Raka yang selama ini menahan gairah nya akhirnya menyerah juga, Raka memegang tangan Reina agar tidak menutupi dada nya, handuk kimono pun diturun kan oleh Raka hingga terlihat seluruh badan reina
Reina pun direbahkan ke atas tempat tidur, Raka mulai membuka satu persatu pakaian yang dikenakan raka , Raka mulai menindih tubuh Reina
Raka memulai mengkecup kecup kecil mulai dari pipi , bibir dan dada Reina, Reina juga menikmati dan membalas setiap kecupan yang Raka berikan
..." rein, maafin mas ya, mas melanggar janji kita untuk tidak menyentuh mu reina.." namun Reina hanya diam saja, seakan Reina juga ingin mendapatkan hak itu.
pelan pelan Raka mulai kembali menyentuh tubuh reina, mengkecup dan mengambil sesuatu yang berharga milik Reina, Reina yang berjerit kecil kesakitan tapi juga menikmati setiap kenikmatan yang Raka berikan
..." kenapa bik kok muka nya gitu., sudah dipanggil Raka untuk turun makan malam..?" tanya mama Sofie yang menyuruh bibik untuk memanggil anaknya Raka
..." anu Bu, lampu kamar nya sudah dimatikan.." jawab bibik yang tersenyum malu malu
mama Sofie pun tertawa kecil.." terima kasih hujan..., ada hikmah hujan, jam segini mereka mulai berproduksi he he.." mama Sofie pun beranjak ke dapur untuk makan malam ditemani bibik .
waktu menunjukkan pukul 1 dini hari, Reina dan Raka tidur dalam satu selimut .
...." Awwwww." ucap Reina yang meringis ,bagian intim bawah nya yang terluka
..." sakit? "tanya Raka yang masih memeluk dari belakang tubuh Reina, Reina hanya mengangguk angguk malu
..." apa kamu menyesal..? tanya Raka, mencium kulit bahu Reina yang disandarkan oleh kepala Raka
Reina berbalik badan hingga Raka dan Reina berhadapan
..." ga mas, reina nya juga ga nolak, bukan kah ini yang harus terjadi dalam satu pernikahan..?"
Raka mencium kening Reina dan tersenyum
..." mas.. aku jadi merasa bersalah sama Nia,.." ucap reina membuat senyuman raka menghilang ketika nama Nia terucap. tapi yang dilakukan Raka bukan menjawab nya melainkan melakukan nya lagi pertarungan malam bersama Reina , hingga mereka kelelahan dan tertidur sampai pagi hari .
__ADS_1