
.." selamat pagi..." Reina mengucapkan salam selamat pagi pada seluruh yang ada di dalam ruangan
..." reinaaaaaaaa" ... Laras menghampiri Reina berpelukan mengucang guncang badan ke kiri ke kanan
..." Laras aku pusing.." Laras sahabat selama bekerja di pusat perbelanjaaan meminta maaf, karena Laras terlalu rindu pada Reina
..." kamu ga bilang kalo masuk hari ini, aku pikir besok , padahal aku mau bikin tulisan. selamat datang pengantin baru.." ungkap laras yang mengikuti Reina duduk di kursi kerja nya
..ehem ehem.. terlihat dari pintu ruangan atasan Reina yang sedari tadi berdiri melihat Reina dan Laras bercanda serasa dunia milik berdua. Laras dan Reina pun berdiri memberi hormat ke pada pak Wisnu.
..." maaf pak selamat pagi.." ucap Reina dan Laras bersamaan
.." kamu dah masuk ibu dokter.." ledek pak Wisnu.. ruangan yang tadinya diam mencekam kembali riuh memberikan tepuk tangan dan selamat pada Reina
Wisnu pun mengangkat kedua tangan nya agar ruang kembali tenang tenang
..." Rein hari ini kita kedatangan anak pak presedir yang akan menggantikan posisi pak agung yang akan memasuki masa pensiun nya. , nanti kamu ikut saya ya rein menyambut kedatangan nya ya rein, tadi katanya jam makan siang beliau datang.."
Reina mengembungkan kedua pipinya , memajukan bibirnya 5cm" sebenarnya Reina malas karena harus ikut berbaris menyambut, demi totalitas kerja Reina pun menyanggupi nya.
reina pun memulai aktivitas, Reina menjabat sebagai ketua pelaksanaan pemasaran dan hiburan di taman hiburan tempat Reina bekerja , setiap seminggu sekali ada saja hiburan tarian. lomba nyanyi ajang kompetisi dan diundang nya artis artis ibukota maupun mancanegara
tak terasa jam makan siang pun datang Reina makan bekal yang Reina bawa.
..." aku salut sama kamu rein. masih sempat sempat nya masak apalagi sudah berumah tangga.." Reina hanya tertawa menikmati makanan bekal yang Reina bawa.
setelah selesai makan Reina ke kamar mandi untuk merapikan diri , melaksanakan sholat dhuhur. begitu mau masuk ke tempat kerja Reina, nampak Reina melihat sosok yang sedang dicari carinya dengan langkah panjang Reina menuju lift turun ke lantai 3 menghampiri sosok yang sedang dia cari
..." pak Bima..." triak Reina, Bima pun menoleh dan menengok ke arah belakang ke arah Reina, tampak raut wajah terkejut pada muka Bima, Bima mengerut kan keningnya melihat Reina dari atas sampai bawah , setelan putih dipadukan blazer dan rok berwarna biru toska dengan menggunakan sendal jepit he he
__ADS_1
reina menghampiri dan berbicara panjang lebar tanpa melihat kiri kanan nya petinggi petinggi yang bekerja sama di pusat belanja tersebut
...." haduuuh akhirnya ketemu juga sama bapak, bapk itu gimana sih pergi ga pamit, aku tuh mau bayar utang tau ga..!! " ucap Reina tanpa jeda, menepuk bahu Bima, diselingi tiupan rambut Reina yang berada tepat jatuh di hidungnya.
..." mana sini nomer rekening bapak, saya mau transfer gara gara ini ntr saya ga bisa tidur tenang.."tambah Reina kembali
tampak pak Wisnu melambai-lambai tangan nya memberi kode bahwa Reina berbicara diwaktu yang salah dengan keadaan yang tidak pas juga..tapi Reina tetep pada pendiriannya membayar utang
... " kamu kenal sama Bima..? " tanya seorang pria yang Reina tidak melihat orang yang bertanya pada Reina
dengan napas yang masih terengah-engah Reina menjawab pertanyaan lelaki tua itu
..." kenal, dia tuh kemaren satu hotel sama aku, datang ke Bali bersama anaknya arsha, pak Bima itu kaya banteng sradak sruduk,, nah saya berhutang sama pak Bima Karena kemarin saya meminjam sejumlah uang untuk berbelanja...' celoteh Reina dengan panjang lebar sambil menunjuk nunjuk bima
..." oh... berani kamu yang berjalan dan menjaga dengan cucu saya arsha sewaktu di bali.." lanjut pria tua itu
..." eh pak Agung, selamat siang..", Reina membungkuk an badan memberikan salam kepada pak Desta, dan beberapa relasi bisnis lain nya.
.." jadi kemaren kamu disuruh jagain cucu saya sama anak saya yang kata mu seperti banteng ini.." pak Agung menunjuk ke arah Bima
Reina hanya nyengir nyengir kuda tak bisa berkata apa-apa, sementara Bima hanya memijat keningnya melihat kejadian hari ini
pak Wisnu pun memotong percakapan Reina dan pak Agung dan menunduk kan diri ke para petinggi termasuk kepada bima. " maafkan anak buah saya pak, Reina memang begitu suka ceplas ceplos.."
pak Agung melambai kan tangan tanda tidak mempermasalahkan..
..." Bima , tiap hari nanti kamu akan bertemu dengan wanita ini.. perlakuan dengan baik , .." pak Agung dan para petinggi pun pergi meninggalkan Reina, mereka melihat kondisi kondisi area mall
Bima menghampiri Reina dan berbisik yang kala itu Reina masih menunduk
__ADS_1
."..hey nona sradak sruduk bermata belo, kamu itu masih mau kerja ga sih..? ledek Bima, membuat Rein memejamkan matanya ..
.." Bima mengikuti kembali serombongan ayah nya dan para petinggi.." sambil melambaikan kan tangan ke arah reina
Wisnu menghampiri Reina, menepuk kertas ke kepala reina
..." haduh pak..."
.." siap siap kita bisa kena nanti. " ujar pak Wisnu ke Reina. Reina nampak mengusap usap rambut nya melirik pak Wisnu yang bergabung pada rombongan Bima dan pak Agung
Reina pun kembali ke ruang kerja nya, duduk an menghentakkan badan nya menutup wajahnya dengan kedua tangan nya menempel ke meja
... "Reina kamu kenapa.. " tanya Laras
...." mati aku ras,! pokoknya mati mati.." Reina langsung memeluk Laras ,
Reina pun menceritakan kejadian di Bali bertemu dengan Bima sampai kejadian yang dialami tadi
...." masya Allah.., jadi pak Bima yang kamu temui di Bali adalah calon presedir baru kita.." ? tanya Laras yang terkejut sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan nya
Reina mengangguk angguk kepala nya..
..." kalo begini keadaan nya gue pura pura ga kenal loe ah cari aman.."ledek Laras
Reina memandang Reina dengan wajah memelas sambil berkaca kaca... Laras yang usianya sudah matang langsung menghampiri nya kembali
...." he he he..ntr kita bantu, toh ga mungkin gara-gara ini loe dikeluarkan.."
Laras pun dan Reina pun saling berpelukan
__ADS_1