
*flash back
tok tok tok
suara ketukan kaca mobil dari luar, Bima menurunkan kaca tersebut.
.." Vita.." Vita melambaikan tangan nya .
..." sedang apa kau disini..? .." Vita tersenyum mendengar pertanyaan Bima,
..." maaf tadi aku melihat drama kalian di dalam kafe antara kamu , istrimu dan..apa kah itu mantan suami Reina??.." tanya Vita menyelidik , tapi Bima tidak memberikan respon hanya memandang Vita saja.
.." aku bete Bim, suami ku dijemput keluarga nya, katanya aku ga layak ngurus.. cih dasar tak tau Terima kasih.."ucap Vita.
Vita menawarkan sebotol minuman mengandung ahkohol ke Bima, dan Vita menghisap 1 batang rokok di bibirnya
.."kau masih menghisap rokok.." Bima menarik dan mematikan rokok tersebut.
Bima meneguk minuman yang diberikan Vita, Bima mulai bercerita tentang masalah rumah tangga nya. hingga Bima beristirahat menutup mata di dalam mobil, dengan lancang Vita membawa kendaraan Bima ke rumah Vita.
..." Bim , ayo turun, biar aku memapah mu masuk kerumah ku , istirahat sebentar.." Bima tergerak turun dari mobil dan tangan Bima merangkul bahu Vita ..
__ADS_1
Bima di letakan di sofa rumah Vita, dalam keadaan mengantuk berat dan masih menutup matanya. Vita pergi ke kamar nya mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur miliknya..
ntah setan apa yang merasuki tubuh Vita, Vita merebahkan kepalanya di dada bidang Bima, terasa merasa tertantang Vita memberanikan diri membuka kancing kemeja bima paling atas.
..." rein ambil kan aku minum.." Bima mengiggo memanggil manggil nama Reina, Vita membelai pipi Bima dan membisikkan jika disini tidak ada Reina tetapi Vita.
Bima mendengar sayup-sayup suara yang bukan suara istrinya membuka matanya lebar-lebar dan terkejut melihat Vita disampingnya.
.." apa yang kau lakukan, dimana ini , " Bima terperanjat matanya melihat ruangan yang asing buat nya, menjaga jarak dari samping Vita, membenarkan kancing baju yang sudah dibuka Vita 3 kancing.
..." Bim , aku tau kau butuh teman, aku pun sama butuh teman, .." Vita menggenggam tangan Bima.
Bima meremas anak rambut di keningnya
.." Bim jangan munafik, tak butuh kah kau untuk melepaskan kegalauan dirimu, aku bisa memuaskan segala kegundahan mu.."
Bima melirik Vita yang membuka setelan luar daster nya, hingga tertinggal dalam dress dengan satu tali kiri kanan penyangga bahu nya .
..." aku curiga jangan-jangan cerita tentang suamimu akal akalan mu saja untuk masuk ke perusahaan ku,
Vita! aku pikir kamu bisa jadi teman ku ternyata aku salah, aku butuh teman curhat bukan teman tidur.." Bima mengambil kunci mobilnya di meja tamu dan pergi dari rumah Vita..."
__ADS_1
*flash on
..." gitu ceritanya, sumpah wis, tak sedikit pun aku berbuat aneh. dipikirkan ku hanya Reina dan anak anak..."
.." Bim, kok lu bisa berpikiran Reina bakal pisah sama lu, meminta cerai dari lu dan berniat kembali dengan Raka?? mang kata kata itu dah keluar dari mulut Reina..? ga kan??.." Bima menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Wisnu.
..." kemungkinan pasti wis, Reina itu masih sayang sama Raka, mengucapkan cinta ke gw aj kalo ga gue paksa mana mau, dulu pas berbulan madu dia masih punya foto Raka.." kilah Bima yang berhalu pada pikiran nya.
..." kalo dia ga sayang sama lu, dia akan bertahan sampai sekarang, sampai lahiran Aira dah bisa minta pisah, liat ponsel lu, panggilan tak terjawab seberapa banyak, chat ke lu nanya keberadaan lu hanya dalam satu malam..pikir Bim pikir. .."ⁿ
Bima menutup kedua wajah nya menahan nafas nya.
..." aku belum siap wis, kalo Reina membicarakan Raka dan Aira, aku bisa gila jika dipisahkan oleh Aira.." Bima mengeluarkan air mata hingga jatuh ke pipinya
Wisnu bangkit dari tempat duduknya dan menepuk nepuk bahu Bima
.." bagaimana jika kebalikan nya Reina ga mau pisah dari lu, Reina sayang sama dirilu. loe akan menyesal jika sia siakan dan cuek sama Reina.."
Bima menganggukan kan kepalanya
.." inget Bim skandal ini bisa ngancurin rumah tangga lu, hak asuh arsha, pernikahan lu dan Reina akan terjadi kalo lu menghindari Reina.."ucap Wisnu yang membantu kegalauan Bima
__ADS_1
.." makasih wis, loe sahabat gue yang baik.."
.."curhat tu ma sesama jenis, jangan lawan jenis, gini jadinya .,jadikan itu pelajaran. "pesan Wisnu.