
sore hari pun tiba Reina melajukan kendaraannya menuju rumah, tak banyak kata yang ingin di ucap kan, setelah menyapa mama nya, Reina meminta izin ingin ke kamar nya beristirahat. ayu dan Kania pun mengangguk kan kepala
ketika makan malam tiba
..." kak rein ga ikut makan mbak..." tanya Tommy
...". Reina minta makan dikamar, ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan.." jawab ayu dengan nada datar , mungkin karena masih menyimpan rasa kesal pada Tommy dan tama.
..."gimana Reina lambung nya sudah enakan???" Tama menimpali pertanyaan Tommy namun tidak dijawab oleh ayu.
mereka hening kembali di meja makan
Ting tong..." bel berbunyi dari luar rumah
bik eci pun membukakan pintu rumah tersebut dan memberitahukan bahwa di ruang tamu ada mas Raka dan ibu nya.
nampak ketegangan pandangan mata Tama, ayu, Kania dan tommy ..
.." biar bang Tama aja yang keluar menemui mereka.." Tama meletakkan sendok makan , dan meminum segelas air putih.
..." aku ikut.." ucap Kania, disusul Tommy. hanya ayu yang diam pada posisi ny menikmati makan malam nya seakan-akan tidak terjadi apa apa.
pertemuan mereka di ruang tamu membuat semua tegang, masing-masing Raka Tommy Kania menahan emosi yang ada, tidak bisa dipungkiri Reina pun bersalah dalam pernikahan kontrak tersebut.
..." Reina mana Tom, aku mau ketemu.." pinta Raka
dalam hati Tommy sebenarnya diliputi rasa kesal dan marah, tapi mengingat janji nya ke Reina untuk tidak mencampuri urusan Reina dan Raka, dan mengikhlaskan yang terjadi Tommy berusaha untuk netral
...." ada di kamar, lagi ga mau diganggu, ka rein juga lagi kurang enak badan.." jawab Tommy
__ADS_1
.." maag nya masih kumat?" tanya Raka, pertanyaan raka hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Tommy
mama sofie pun membuka pembicaraan dengan meminta maaf atas nama anaknya, mama Sofi juga tidak menyangka kalo harus begini keadaan nya.
Kania yang sedari tadi diam, akhirnya mengeluarkan beberapa kertas dan dokumen tentang perpisahan Raka dan Reina
..." ini ka, tadi nya mau kesana besok pagi, tapi karena kamu sudah datang sekalian saja aku kasih ini.."
Raka menerima dan membuka isi dalam file tersebut. dengan tangan bergetar Raka membukanya dan membaca nya
..." Reina sudah fix kak mau pisah ma Raka?.." dengan suara bergetar Raka memandang mata Kania, dan Kania tak kuasa menahan air mata dan menunduk an kepalanya
Tama pun menjawab pertanyaan Raka
..." ini keputusan Reina, dan yang terbaik, dari cerita Reina kita semua ikut mendukung keputusan Reina." jawab Tama dengan memandang mata raka dan rasa hormat terhadap ibu Sofi mertua Reina.
..." iya ka, apalagi wanita yang sekarang kau jadikan istri katanya sudah ada tanda-tanda kehamilan , kita ga mau ka rein jadi bulan bulan an karena belum memperoleh keturunan.." lanjut Tommy.
.." ka Kania, bang Tama , tom .. izinkan aku bertemu dengan Reina.." Raka memohon kepada saudara saudara Reina agar bertemu dengan reina.
Kania mencoba ke kamar Reina dan memberikan tahukan ada Raka ingin bertemu
...tok tok tok rein
reina yang tampak di kamar mandi dengan berwajah pucat karena habis mengeluarkan isi perut nya
.." muntah lagi rein..? biar Tommy periksa kamu.." Kania memegang wajah Reina yang memucat
Reina menggeleng kan kepalanya.
__ADS_1
.." maag nya ga nyaman banget." jawab Reina yang sedang melap air di hidung nya, lalu Reina menanyakan ada apa Kania memanggil nya, Kania memberitahu ada mertua dan Raka
ingin menemui nya.
."..oh.." jawab Reina singkat
...." trus..?" Kania mengerutkan keningnya meminta jawaban iya atau tidak ma menemuinya
..." nanti saja ketemu nya jika proses perceraian sudah selesai, badan ku benar benar tidak enak kak..." jawab Reina
.."besok kita ke dokter ya.., kakak khawatir...."
Reina menolak ajakan Kania , Reina memastikan ini karena stres dan setelah semua masalah selesai semua akan membaik.
Kania pun meninggalkan kamar Reina dan menemui raka dan besan nya. belum kania menerangkan Reina tidak mau turun untuk menemui mereka, ayu datang ke ruang tamu dengan nada yang begitu emosional.
.."maaf Reina nya kurang enak badan, di maklumi ya Raka, asam lambung nya lagi naik, kamu tau kan pemicu dari asam lambung, emosi yang tak terkendali, pikiran berat, terlalu banyak tekanan yang sudah kalian berikan.. jangan ganggu adik ku, kamu sudah bahagia kan ..."ayu yang tampak emosional berlinang an air mata.
.." ayu tenang.." Tama bangkit dari sofa nya dan menghampiri ayu mencoba mengusap usap punggung nya , namun ayu menolak
..." Gimana bisa tenang bang..sekarang tuh Ade Abang makan ga mau, Abang tau kan Reina punya maag sekarang apa aj dimakan muntah, ayu kesel sama Abang, ayu kesel sama Raka , mana janji kamu jaga Reina ..mana..?????"
.."makasih ya yu wakilin perasaan aku, dari tadi aku tahan tahan, karena permintaan Tama dan Reina, eh adik ipar aku yang mewakili ungkapan perasaan ku ." Kania tersenyum melihat ayu yang sedang memarahi Raka.
Raka berlutut meminta pengampunan pada ayu..meminta maaf , ga nyangka bakal begini, Raka juga mengatakan sudah timbul rasa cinta kepada Reina, tapi posisi Raka juga terjepit, Nia sudah 2x ingin mengakhiri hidup nya, ditambah ada cabang baby yang akan hadir. jika reina ingin berpisah Raka ingin berpisah baik baik
..." aku sudah datang.." Reina datang dari lantai 2. dan turun menghampiri mama mertua mencium punggung tangan nya, sedangkan pada Raka, Reina tidak mencium punggung tangan nya lagi, hanya sekedar salam di depan dada Reina
..." Reina sudah iklas perpisahan ini, mas juga harus iklas lepasin Reina., semoga mba Kania bisa mempercepat perpisahan kita. kamu dan nia bisa segera menikah.."
__ADS_1
semua yang ada diruang tamu hanya diam mematung dan tidak mengeluarkan suara apapun.