
Bima hanya melihat Reina dari luar kamar tempat Reina dirawat. dengan mata berkaca-kaca , wajah kusut Bima hanya memandang Reina tanpa bergerak sedikit pun, Tommy ,Tama menawarkan bergantian jaga atau makan sesuatu Bima hanya mengangguk tapi tidak dilakukan nya.
..." Bim, istirahat lah dulu.., nanti kau bisa ikutan sakit.." pinta Tama
bima hanya menggelengkan kepalanya mengatakan kalo dia masih kuat menunggu Reina disana.
tak lama , Tama mendapatkan kabar dari rumah jika aira sakit menanyakan kabar Reina dan Bima yang belum pulang 2 hari.
.." pulanglah sebentar, lihatlah anak anak mu, Reina banyak yang menjaga nya.." akhirnya Bima menganggukan kepalanya, dan beranjak pulang.
melihat Bima pulang, aira yang kening nya ditempelkan penurunan panas melompat dari tempat tidur.
. " Daddy Daddy .." Aira memeluk Bima begitu erat , lalu sepasang bola matanya mencari cari Reina mommy nya.
.." mommy ???..".
Bima yang tak tega melihat anaknya , kembali memeluk nya mengalihkan pembicaraan agar Aira tidak mencari mommy nya
.." mana , Daddy mau liat anak daddy yang panas." aira tertawa karena sentuhan tangan Bima menyentuh perut Aira.
..." nenek , kakek , Tante ayu, arsha menangis terus, aia Pucing.." Aira menepakan tangan nya di keningnya.
aira melarang Daddy nya pergi lagi, tangis nya pecah, tak ada satupun yang bisa membujuknya termasuk mama Sofi yang melihat kedekatan Bima dan Aira.
akhirnya Bima memutuskan untuk bermalam menjaga Aira dan arsha.
__ADS_1
.."dad, mommy..? .." tanya arsha yang ingin tau keadaan Reina.
.." doakan yang terbaik, setidaknya mommy sudah keluar dari masa kritis nya." ucap Bima yang tiada henti hentinya memegang ponsel berharap datang kabar baik.
**
.." Bim, segera ke RS ! Reina sudah sadar.." wajah Bima merona beranjak dari tempat tidur, menitip kan anak anak pada Zoe yang masih tertidur. Bima berpamitan dengan orang orang rumah dan. segera mengendarai kendaraan nya .
..." makasih ya Allah , aku janji ga akan marah' apa lagi bentak Reina seperti beberapa waktu lalu ." Bima melajukan kendaraannya.
..." rein..."triak Bima dengan semangat membuka pintu kamar tempat Reina dirawat.
Reina terkejut dan bingung melihat wajah Bima, menoleh ke dokter bedah yang menangani Reina juga ada Tommy disana
.." dia siapa tom..?.." Reina menunjuk ke arah Bima dengan wajah bingung.
.." kak rein serius?? itu kak Bima, suami kakak.."
.." becanda kamu, baru juga aku putus dari Adit, kenapa tiba-tiba punya suami..?? temen mu? kayanya dah kepala 3 ya..? .." tanya Reina dengan wajah polosnya membisikan ke tommy
..." rein. ini aku Bima, suamimu, Daddy arsha dan Aira, kamu lupa..?.." Bima sedikit mengenggam Reina memegang tangan nya, Reina terlihat kesakitan.
.." aww sakit.." Bima melepaskan genggaman tangannya
.".Aira, ,arsha sapa mereka.., tom?.." Tommy meminta Bima keluar sebentar biar dokter bedah dan tommy memeriksa Reina , Bima pun Keluar kamar tersebut.
__ADS_1
Tommy menutup pintu ruangan Reina..dengan Tangan bertolak pinggang
.." kakak kembar ku Reina , aku kenal dirimu dalam perut, bahu mu yang tertembak mengapa kepalamu yang sakit yang lupa ingatan. " Tommy ,dan dokter Exel menatap Reina
reina menjulur kan lidah nya.
.." susah kalo keluarga dokter, mana bisa bohong, tapi pas kakaknya hamil kok ga ada yang paham.."
Tommy menggaruk-garuk leher belakang nya yang tidak gatal.
.." tom, boleh kah kau dukung aku untuk beberapa hari ke depan, aku lelah banget tom??"
Tommy mengerutkan keningnya
.." lelah?.."
.." angel sudah tertangkap ,Nia mengakui kesalahannya, aku malah takut mas Raka beneran menceraikan nia, terus Bima cuma pasrah. "
Tommy tersenyum simpul melihat Reina
.."apa rencana mu..?" tanya Tommy.
..." kamu bilang saja Aku ilang ingatan sementara , bikin cerita apa kek.." bujuk reina
..." kak aku tuh dokter, dokter Exel juga. kami tuh kena ikatan sumpah, ga boleh bohongin pasien atau keluarga pasien..."
__ADS_1
.." dasar Ade ga asik.." ucapan Reina membuat dr Exel dan Tommy tertawa. mereka berdua pun keluar dari ruangan Reina, dan berbicara serius dengan Bima.