
tok tok tok..ketukan pintu dari pak Wisnu yang membuat Reina dan Laras menoleh ke arah ketukan itu
..."reina ,Laras , ayo ke ruang metting.." ajak pak Wisnu yang melirik tajam ke Reina seakan-akan ingin menerkam nya
dengan mata memelas Reina meminta izin untuk tidak ikut
..." he he tidak tidak bisa Reina, hari ini kamu bintang nya, ayo selesai kan atas apa yang kamu lakukan hari ini .."
Laras menghampiri dan mengajak Reina ke ruang metting, dengan tangan dingin Reina akhirnya mengambil nafas panjang., Reina pun masuk, tampak Bima sudah duduk di kursi kepemimpinan nya
.." rein dah dewasa ya perawakan nya.." bisik Laras sambil mencari kursi yang akan mereka duduki
.." pertama kali aja aku panggil dia om, wajarlah anak nya aja usia sekitar 6th.." lanjut reina
pak Wisnu yang melihat Reina dan Laras berbisik-bisik menarik kedua telinga mreka satu persatu..." bisa ga kalian itu sebentar serius , hidup kalian itu kaya dunia sendiri.." decak marah pak Wisnu
Reina dan Laras hanya bisa cekikikan.. dan kembali serius, seketika Bima berdeham, tanda metting pagi akan dimulai.
..." selamat pagi.." ucap Bima, Reina yang tadi nya menunduk , mengadahkan kepalanya terkejut melihat Bima berbicara dengan suara beribawa
..." ya salam, suaranya bikin meleleh.." ucap Reina, Laras pun menyikut Reina .. " inget laki wooy..." mereka berdua kembali cekikikan
..." maaf , apa bisa saya lanjutkan.." tegur bima, Wisnu yang sudah kesal melihat tingkah laku mereka , memelototi mreka berdua seakan-akan sudah siap menerkam mreka..
bima pun melanjutkan perkenalkan diri, tujuan dan motivasi nya
.."saya adalah Bima armadya , saya disini untuk mengganti kan posisi bapak Agung armadya, mohon kerjasama nya membangun dan membuat Jakarta internasional menjadi lebih baik lagi,.." Bima menundukkan kepala nya dan terdengar lah riuh tepukan dari para team masing-masing divisi Jakarta internasional
"...pak ,udah nikah belum.." tampak salah satu pegawai berteriak menanyakan status pak Bima
Reina dan para karyawan menyoraki karyawan bagian fashion.. .."huuuuuu"
Bima pun hanya tersenyum dan menjawab pertanyaan salah satu karyawan nya..
__ADS_1
..." saya sudah punya anak laki-laki...baiklah ada yang ingin ditanya kan...??, jika tidak ada metting saya bubarkan , saya akan berkeliling tiap tiap divisi . selamat siang.."
satu persatu perwakilan para divisi keluar dari ruang meeting. Reina yang tampak ingin keluar dihadang oleh Adit.
..." ada apa dit , kok kamu halangi jalan ku..?" tanya Reina dengan malas
..." aku cuma mau tanya kabar, gimana kabarmu, " Adit menatap nya dengan penuh harap
tanpa disadari mereka bima memperhatikan Reina dan Adit , terlihat Reina yang tidak nyaman dengan Adit. Bima pun menghampiri mereka berdua
.." maaf ganggu sebentar waktu nya sebentar, saya ingin berbicara dengan nona Reina, " Bima menatap dengan mata genit nya mengedipkan satu mata ke arah reina
Adit segera meninggalkan kan Reina dan Bima, ruangan terlihat sepi. hanya mereka berdua
Reina hanya diam mematung, pasrah atas hukuman ketidak sopanan tadi jam makan siang
..." kenapa kamu berdiri aja , duduk.." perintah bima, Reina pun segera duduk
..." mana taring mu , nona sradak sruduk, tadi suara mu melengking.., sekarang kaya ayam tidur..??" Reina hanya tersenyum pasrah
..." he he.. bapak tinggal lama di Amerika tapi masih paham saja kiasan kiasan itu.." jawab Reina yang menjawab dengan asal
..." kamu.. dimana sepatu mu, apa mau saya panggil atasan mu..?.."bima menunjuk ke arah bawah Reina , yang sedari tadi belum Reina ganti sendal jepit nya dengan sepatu kerja nya
Reina memukul keningnya dengan kepalan tangannya sendiri..".. Masya Alloh kok aq lupa ya.. pantesan aku terlihat pendek .." ujar Reina
Bima yang mendengar celotehan Reina menahan tawa dan menjaga wibawa nya, padahal ingin sekali dia tertawa keras
."..kamu bukan nya kemarin ke Bali bersama dengan suami mu..?.." tanya bima ,, mendengar pertanyaan Bima raut muka Reina berubah 180 derajat menjadi muka yang malas
..."iya pak ada masalah..?"
Bima memperhatikan wajah Reina yang berubah menjadi sedih, tersenyum kecut menanyakan dalam pikiran bima kenapa muka Reina berubah menjadi sedih
__ADS_1
..." tidak , tidak apa apa... kembali lah Bekerja.." Bima akhirnya menyuruh Reina keluar dari ruangan metting, Reina dengan segera melangkah kan kaki nya keluar namun terhenti membalikan badan ke arah Bima
..." pak ,begini, ini masalah utang piutang gimana.., no rekening bapak mana,? Reina mengeluarkan ponsel untuk mencatat nomer rekening milik Bima
ada ikatan Bima tidak mau jauh dari Reina , seakan-akan ingin mengerjai nya
..." aku kasih 2 pilihan untuk mu..pertama utang aku anggap lunas, tapi kalo aku butuh kamu bermain dengan arsha kamu harus siap. atau karena kecerobohan mu tadi membuat saya malu didepan papa dan petinggi lainnya , saya terpaksa pindahan kamu ke bagian office girl. .."
...". whaaaaat"" Reina berteriak kecil menggigit bibir nya.. tapi kembali tenang karena tau di hadapan nya adalah pimpinan nya
..." yang bener aja pak , pilihan bapak ga ada yang enak.." Reina bernapas menggebu-gebu, sedang Bima hanya mengangkat bahu
..." 3 hari saya kasih waktu.., dah sana kamu kluar , ganti sepatu mu itu" Bima melambaikan tangan nya menyuruh Reina keluar dari ruang metting
reina pun keluar dengan muka kesal, menggerutu dengan wajah ditekuk duduk di kursi kerja kebesaran nya.
...". aaaaaaasssh jahat..."..rengek reina
Laras menghampiri Reina menanyakan hukuman apa yang diterima, Reina menjelaskan semua yang terjadi didalam metting
..".rein terima options yang pertama aja.." bujuk Laras
.." tapi kan aku dah nikah apa ga masalah dengan suamiku nanti kalo suruh jaga anaknya.."seru Reina sambil memeluk Laras
..." kasih syarat-syarat yang tidak merepotkan disaat waktu kamu bersama raka" jawab Laras
..." masa aku harus terikat perjanjian dengan orang lain lagi.." Laras yang mendengar itu langsung bingung dan menanyakan dengan siapa lagi Reina membuat perjanjian, tapi pernyataan itu buru buru ditepis Reina, mengatakan kalo dia salah bicara.
bima armadya
direktur pusat perbelanjaan di Jakarta internasional
__ADS_1