
***tok tok tok pintu terketuk**
.." raka * kenapa masih sakit ,?kok jadi tambah muntah muntah ? Raka membuka pintu kamar mandi nya.
..." ga tau mah pokok nya hari ini mbuuh banget. mules nya beda, trus kayanya perut nya penuh banget."
mama Sofi memicingkan matanya..
..." Nia udah isi kali ya ??? mmmm kalo iya Alhamdulillah ,soalnya kalo liat kamu gitu ingat papa mu, waktu mama mau lahiran kamu, dia yang mules nya sama mual nya. mama juga sakit sih, cuma papa mu lebih ke uring iringan nya.."
Raka tersenyum nyinyir
..." mama ini mitos nya masih kental , Nia belum ada kabar baik mah, trus ini mungkin aku salah makan atau masuk angin. bukan ada yang lahiran. ." ucap Raka yang merasakan mulas kembali.
*
..." pembukaan sudah lengkap..." ucap seorang dokter didalam ruang tersebut, Bima ingin keluar, karena menurut Bima ini Reina mungkin lebih membutuhkan suport keluarga nya.
..." jangan keluar, tolong dukung aku..." Reina menggenggam tangan Bima dengan wajah yang sudah letih.
..." ayo Bu ambil napaaaaas buang ambil buang..." ucap dokter tersebut.
Bima memegang tangan Reina menghapus peluh lelah dikeningnya mensuport Reina.
..." mamaaaa.." nama pertama yang disebut Reina untuk edanan pertamanya uuuuuuu uuuu ha ha ha uuuuuuu Reina mengatur napas nya kembali
__ADS_1
..." rakaaaaaa.." nama kedua Reina panggil, Bima terus menggenggam tangan Reina mensupport terus dan terus
..." ayo ayo ambil napas ,ayo sayang kamu bisa.."suport bima
*
..." astaghfirullah rasa apa ini, mengapa dada ini seperti ingin menangis.." Raka memegang dada nya , karena di Belanda perbedaan 6 Jam dari waktu Indonesia Raka mengambil air wudhu dan melakukan sholat ,Raka memanjatkan doa agar melindungi orang-orang tersayang nya, terutama untuk Reina Raka mendoakannya agar diberi kesehatan dan keselamatan.
..."ayo Bu sekali lagi sudah terlihat kepalanya.."
ucap dokter tersebut.
..." hu ha hu ha hu hu bismillah... bimaaaaa mmmmmmmmmh"
Reina mengejan sekali lagi, tangan nya menggenggam tangan Bima dengan erat
air mata Reina terbendung menangis sesenggukan.
..." bee, dia mungil banget.." Bima mencium kening Reina , the baby girl diangkat kembali untuk dibersihkan, bima mengumandangkan adzan di telinga bayi Reina menetes kan air mata dipipinya, Bima berkali-kali mencium kening Reina mengucapkan selamat untuk Reina.
tak lama Reina tak sadarkan diri, terjadi pendarahan , Bima dipersilahkan keluar karena Reina harus melakukan observasi
diluar ruangan keluarga berkumpul ingin memberikan selamat atas hadirnya baby girl ditengah tengah mereka.
..." Reina tam Reina ga sadarkan diri, dokter bilang Reina mengalami pendarahan. " ucap Bima dengan wajah memelas. mereka terkejut dan menguatkan Bima.
__ADS_1
mereka menunggu informasi dari dokter mengenai kesehatan Reina.
.." suami dari nyonya Reina." panggil suster rumah sakit tempat Reina di rawat.
Bima segera mendekati perawat tersebut.
.." Alhamdulillah masa Kritis sudah lewat. hanya 1 orang saja yang di izinkan untuk menjaga pasien. .." Bima menganggukan kepalanya, bahkan keluarga mendukung Bima untuk menjaga nya.
.."aku akan menjaga arsha kak Bima.." ucap Zoe. Bima masuk ke ruang pemulihan Reina.
keluarga besar melihat bayi Reina dalam inkubator karena Berat badan yang masih terlalu kecil.
Bima melihat Reina masih tertidur
..." kau pasti lelah, cepatlah sadar, anak anak kita butuh kita, aku ga sanggup kalo lihat dirimu Sedih sakit,," Bima mencium punggung reina
air mata menetes di tangan Reina.
.." aku pastikan angel akan mendekam di penjara, kumohon bangun lah.."
.." aku sudah bangun, .." jawab Reina melemah. Bima menghapus air matanya.
...." Hay , segitu saja rayuan gombal mu..?." ledek Reina dengan suara parau.
Bima bangkit dan mencium bibir Reina, Reina hanya terdiam , walau Reina tidak membalas, Bima mencium nya dengan waktu yang tak singkat, air mata Bima menetes di pipi Reina
__ADS_1
..." aku mencintaimu, i love you.." ucap Bima dan reina tersenyum