
waktu menunjukkan pukul 5pagi, Steve menghubungi Bima agar segera keluar dari kamar reina dan memberi tahukan jika Tommy sudah datang , lalu Bima segera keluar dari kamar rawat reina.
Tommy menanyakan keadaan Reina, saat ini reina masih tertidur belum terbangun . Bima pun pamit pulang untuk segera berangkat tempat kerjanya, yang sampai saat ini Bima dipenuhi kemarahan pada orang yang ingin melukai Reina.
Reina membuka matanya sedikit demi sedikit , Reina terbangun karena ada handuk basah yang membasahi tangan Reina
..." sudah bangun bu.." ujar seorang suster menatap senyum kepada reina sambil melap badan Reina.
melihat dari tempat nya dan orang yang menegurnya , Reina yakin dia berada di RS
..." apa yang terjadi..?.." Reina berusaha untuk bangun , namun suster melarang nya agar tidak banyak bergerak.
..." untung suami anda sigap mengantarkan anda ke RS, jika tidak bayi dalam kandungan anda tidak selamat.."; suster pun pamit meninggalkan kamar setelah Merapikan Reina dan mengecek selang infus.
Reina mendengar kata bayi,mata Reina berkaca kaca
.
.." bayi..?. ternyata benar aku hamil , aku hamil ,ada nyawa dalam perut ku..." ucap batin Reina.
Reina menangis menyesali kenapa ga sedari awal Reina tau, dia pikir lambung nya yang sedang bermasalah.
__ADS_1
Tommy pun masuk melihat keadaan Reina
.." ka , gimna keadaan ka rein? maaf in aku ka , ada dokter 2 di rumah tapi ga tau kalo kakak sedang hamil.."
Reina menggeleng kan kepala,
.." aku nya kan yang ga mau periksa, aku pikir ini karena lambung, lagipula kalian pasti berpikir an pernikahan kontrak ku tidak ada kontak fisik.." reina menghapus air mata di pipinya
Reina menanyakan kepada Tommy siapa yang membawa dan siapa yang dikatakan suami nya yang menjaga Reina tadi malam.
Tommy menceritakan kalo Bima yang membawa dan menjaga Reina semalam. bang Tama dan kak Kania harus pulang karena ada mama , Tya dan mba ayu yang hamil besar.
dan setelah Tommy tiba, Bima pamit untuk pulang karena akan ke kantor. cerita Tommy.
.."hey my little angel, ternyata ada kamu di dalam sini, sayang papa mu akan pergi dari sini, tapi setidaknya nya papa mu sudah mengusap perut ini 2 kali, pantas kamu merasa nyaman ketika papa mu memegang perut ini.."
..." Raka dari tadi pagi tidak bisa kita hubungi , dia juga harus tau, kalo kamu juga sedang hamil.." tambah tommy
mendengar ucapan Tommy , ntah kekuatan apa Reina mencabut selang infus dari tangan Reina, Reina segera turun dari tempat tidur nya berjalan keluar kamar
..." aku harus bertemu raka, ini anak nya , dia harus tau.." Reina seperti kehilangan akal dengan jalan sempoyongan Reina berlari keluar, Tommy berusaha mengejar nya.
__ADS_1
..."ka rein, kakak mau kemana , kakak masih sakit, ingat kandungan kakak ." Tommy menahan Reina
mata Reina berkaca kaca mengatup kan kedua tangan nya meminta agar Tommy mau mengantarkan ke tempat Raka, Raka berhak tau atas kehamilannya.
Reina terus berjalan keluar parkir rumah sakit, Reina berpapasan dengan Bima dan kendaraan nya.
..." Reina.." Bima langsung membuka safebelt nya dan turun dari mobil Bima
..." kamu mau kemana..?.." tanya Bima menghampiri Reina tepat disamping kendaraan bima
Reina memegang kedua tangan Bima memohon agar mau mengantarnya ke rumah Raka.
.." tapi kamu masih sakit.." ucap Bima ingin membawa reina masuk ke dalam rumah sakit
..." kalo bapak ga mau Anter, saya pecat bapk jadi bos saya, kalo ya saya pinjem mobil bapk, saya yang bawa.." Reina semakin tak terkendali , pikiran hanya ingin bertemu raka dan memberi tau bahwa ia sedang hamil.
Tommy yang segera menyusul dan menghampiri Reina juga membujuk Reina agar masuk.
.." tom , kalo kamu juga ga mau Anter aku, aku bisa naik taxi aku pinjem uang mu, nanti aku kembalikan .." jawab Reina mengadahkan tangan nya.
melihat kesedihan di mata Reina dan kesungguhan ingin bertemu raka, Tommy akhirnya meminta tolong Bima agar mengantar nya ketempat yang Reina mau. Bima segera membuka pintu belakang kendaraan Bima
__ADS_1
.
Reina segara naik, dengan tidak sabar Reina menyuruh Bima untuk menambah kecepatan kendaraan menuju rumah Bima. Tommy yang duduk di samping Bima hanya menggeleng geleng kan kepala , .