
keesokan harinya di tempat kerja Reina
"...rein ada yang cari kamu tuh.." panggil salah satu pegawai yang ada di kantor Reina
Reina pun keluar dari bilik ruangan nya, ternyata nia yang mendatangi Reina
..." aku mau ngomong sama kamu, dari pagi aku chat sama telepon kamu , nomermu ga aktif..."
Reina memang sengaja mematikan telepon, karena tidak ingin diganggu oleh permintaan Nia yang berulang kali meminta Reina untuk pisah.
Reina pun mengajak Nia ke atap atas tempat Reina untuk mengumpat nama bos nya jika sedang kesal, tempat untuk mencari udara segar
." ..ada apa.." Reina pun menanyakan sambil memegang minuman bersoda 2 kaleng , diberikan ke nia
.." aku mohon dalam waktu 7 hari , aku minta 2 hari penuh waktu ku bersama raka. bukan 2 jam setiap hari. .."
.." bicara lah pada Raka dia yang mengambil keputusan.."ucap Reina sambil membuka minumannya
.." apa aku izin saja ya sama Tante Sofi biar bisa tinggal di rumah nya., jadi kan bisa ketemu Raka.."
Reina yang mendengar secara ada tekanan di tenggorokan nya..
.." kenapa ga sekalian saja kamu bilang kamu adalah yang seharusnya jadi istrinya.."tantang Nia
Nia yang mendengar dirinya tertantang malah tertawa.." kamu serius aku bilang ke Tante Sofi kalo aku kekasih Raka., kalo habis itu kamu langsung di usir kamu terima.."
"..rein cepatlah minta berpisah dengan raka, aku ga mau Ampe 6 bln, itu sama aja membuat cinta kalian erat dan aku yang di rugikan..."
"..waktu istirahat ku habis, silakan pergi meninggalkan gedung ini.." Reina berdiri mengusir Nia secara halus
__ADS_1
Nia pun berdiri dan berjalan menuju tangga
.." ingat seberapa kuat kamu pertahankan Raka, akhirnya kamu juga yang akan melepaskannya.."
setelah melihat Nia turun dari tangga darurat, Reina kembali jatuh terduduk mengulai lemah
.." apa harus secepatnya ini aku berpisah..??"
.." kaya nya jaga toilet lagi ini.." Bima mendekati Reina yang sedari tadi beristirahat di bawah pohon
..." bapak ngapain disini.." Reina mencoba bangun
..." kalian yang ganggu aku tidur, kan kamu tau sendiri aku malam mana tidak bisa tidur.." jawab Bima kembali ke kursi panjang nya dan menutup matanya dengan tangan nya
..." ini tempat ku jika AQ tidak bisa bernafas.." jawab Reina menunduk kan kepalanya, dan menuju tangga darurat
..." menangis lah disini jangan di toilet terus, di toilet lebih tidak bisa bernafas, bau.." ledek Bima
Reina menangis sejadi jadinya.
.."seberapa keras AQ pertahanan tetap dia akan tinggalkan aku..."
Bima yang mendengar tangis an Reina merasa iba , pernikahan kontrak yang merugikan tiap wanita
**malam hari di kamar Reina Raka.
.." rein.." panggil Raka ,yang memanggilnya agar mau menghadap rakaa
.." iya.."
__ADS_1
..." kamu kenapa..? dari makan malam diam saja.."
Reina berbalik ke arah Raka mengatakan kalo Reina lelah dan tidak ingin di ganggu
..." bobo yuk mas, rein cape, kayanya rein mau haid ini dah ada tanda-tanda.."
..." puasa dong rein aku 8-10 hari.."
Reina hanya mengangguk dan mengembalikan posisi badan nya membelakangi Raka
..." mas..Sabtu jangan lupa ya , mba ayu 7 bulan an.."pinta Reina
.." Sabtu yaaaa.." jawab Raka aagk ragu
.." ga bisa ya? jadwal ketemu sama Nia kan? tanya Reina menyelidik
.." nanti AQ bilang sama mba ayu mas Tama , orang rumah, kamu ada pasien darurat.." jawab Reina dengan suara lebih berat
.." tapi aku akan usahain.." lagi lagi Raka menarik badan Reina agar menghadap raka menyakinkan kalo Raka bisa ke acara ayu dan Tama
Reina pun tersenyum
.."tadi Nia ke kantor, meminta izin kalo Sabtu Minggu itu jatah Nia, aku bilang silakan info ke kamu aja.."
Raka yang mendengar nama Nia merasa tidak enak hati, Raka merasa nia sedikit lebih maju ingin memiliki Raka seutuhnya
tanpa menjawab ocehan Reina, tangan raka membuka baju Reina hingga Reina siap untuk berperang.
..." aku ga mau bahas yang lain, aku rindu kamu, sebelum datang bulan kamu harus kasih kewajiban mu untuk aku.."
__ADS_1
mendengar kata kewajiban akhirnya REIna pun melakukan dengan suka rela. ..