Akhirnya Ku Menemukanmu..

Akhirnya Ku Menemukanmu..
status pernikahan


__ADS_3

keesokan paginya


tok tok tok...pintu kamar Reina dan Raka


diketuk bik asih


.." mas Raka, mbak Reina dipanggil ibu kebawah segera.."


Reina dan Raka yang telah rapi dan memang bersiap untuk makan pagi saling berpandangan


..." tumben mama pagi pagi nyuruh kita keluar , ada apa??" tanya Raka, namun Reina hanya mengangkat bahu nya.


Raka dan Nia keluar dari kamar dan menurunin anak tangga


"degggg" jantung mereka berdua seakan terhenti terkejut melihat sosok wanita berambut ikal panjang duduk manis di sofa ruang tengah, begitu terdengar dan melihat Raka dan Reina turun , sepasang mata pemburu milik nia mengikuti langkah mereka


..." duduk kamu Raka.." panggil mama dengan nada agak sedikit emosi , dimeja tamj juga sudah terpampang surat dan foto pernikahan sirih milik nia dan Raka juga ada sebuah foto gambar rahim hasil USG yang Reina belum tau milik siapa


kaki Reina sudah terasa lemas seperti tak sanggup berdiri


..."mah.." kata Raka


paaaaaak tamparan mendarat di pipi Raka

__ADS_1


.."mah jangan .."bela Reina yang memeluk raka.


kenapa kamu keberatan , kamu masih belain laki laki boddhoh , mau maunya kamu dijadikan istri kontrak. kemana pikiran mu. " Reina yang mendengar mama nya marah ke Reina hanya menunduk malu


tiba tiba mama Sofie terduduk lemas sambil memegang dada nya sambil meringis nangis dan seperti merasakan sakit pada dada nya


.." kamu Raka kenapa kamu bisa melakukan hal ini, kamu manfaat in Reina pula menikah dengan mu. mama harus ngomong apa sama keluarga nya.." mama Sofi memegang dadanya yang terasa nyeri.


air mata Reina tak terbendung, segera Reina mengambilkan air putih untuk di minumkan ke mertua nya


.." maafkan Reina mah, Reina dan mas Raka sudah bohongin mama, tapi mah selama Reina menjadi istri mas Raka , Reina tulus ikhlas sayang dan mengabdi pada keluarga ini.."


mama Sofie tersentuh mendengar ucapan Reina dan memeluk Reina


Raka melirik ke arah Nia, yang pastinya sudah menceritakan semuanya ke mamanya..


..." maafkan aku Raka, aku harus menceritakan semua sama mama, aku udah cape main kucing kucingan terus, aku juga ingin di akui istri.." jawab Nia yang membela diri


Nia mengambil foto USG yang ternyata milik nia, lagi lagi petir pagi menyambar telinga Reina


..." lihat ini mas, memang belum ada janin nya, ketika kita berada di pulau seribu kita berhubungan suami-istri bukan, itu aku lagi masuk masa subur, aku minta tolong Harun untuk memeriksa rahim ku, sudah ada penebalan dinding rahim, insha Allah 2-3 Minggu ini kita dapat kabar baik.." Nia pun menangis, menangis bahagia karena mungkin akan segera menjadi seorang ibu,


sedang Reina belum ada tanda tanda kehamilan, yang dirasakan perut ga nyaman dan badan pegal-pegal

__ADS_1


..." aku dokter, kamu , mama juga seorang dokter, kamu bisa periksa aku, atau kita ke Harun untuk mengecek ulang, aku ga mau anak kita mendapatkan status tidak jelas , status anak sirih, aku ingin anak ini diakui secara agama dan negara.." Nia melirik ke arah Reina seakan-akan menyuruh Reina melepaskan gelar istri sah dari Raka.


.."*apa maksud ucapan Nia, hamil ,anak , status, apa ini tandanya aku harus rela berpisah dengan mas Raka, dan jika aku ingin tetap jadi istrinya aku harus melepaskan status menjadi istri pertama yang sah nya mas Raka .." batin Reina , Reina memalingkan wajah nya menghapus air mata yang terus mengalir


nafas reina terasa berat, seakan semua orang di rumah ini mengambil oksigen untuk Reina, Reina bangkit dari sisi mertua nya


..." maaf mah, Reina* pamit dulu, Reina mau keluar sebentar, silahkan kalian bicarakan masalah ini, benar kata Nia akan ada anak yang mungkin akan hadir didalam keluarga ini.."


Reina berjalan namun kaki nya yang lemah membuat dia terjatuh. Raka yang sedari tadi hanya duduk dan tidak mengeluarkan satu kata pun , berdiri membantu membopong Reina


..." rein kamu ga pa pa, muka mu pucat, tekanan darah mu pasti rendah lagi , mas periksa ya.."


Reina menggeleng kan kepalanya, memaksa berdiri dan berjalan ke luar rumah.


.. " mas aku mau keluar sebentar mencari udara segar, mas disini temani mama.." Reina tersenyum manis dan menepuk pipi Raka


..." inshaAllah ada jalan yang terbaik.."


ucap Reina, Raka hanya berdiri mematung


Reina keluar dengan menahan air matanya, berpura pura tegar lalu segera masuk ke kendaraan nya dan meninggalkan kediaman rumah mereka.


Raka melihat kepergian Reina, merasakan hal yang berat, memikirkan mungkin hari ini benar- benar akan kehilangan Reina.

__ADS_1


Raka kembali masuk dan membicarakan kembali masalah pelik ini dengan Nia dan mama nya.


__ADS_2