
hari Sabtu pun tiba , tampak acara nujuh bulan ayu dimulai, dari menjual cendol sampai menjual ke para tamu
..."eh pengantin baru udah ada tanda-tanda belum nyusul seperti mbak mu ayu.." ledek bude dari Reina, Reina dan Raka hanya tersenyum sambil minta di doakan agar segera menyusul
.." kenapa mas liat jam terus..." tanya Reina yang sedari tadi melihat Raka gelisah
..." ga kok rein, .." Raka pun segera meninggalkan Reina menyambut para tamu agar menikmati hidangan yang ada
..." rein kamu tambah gemuk ya sekarang , dada mu agak ngembang.." ledek Kania
.."sssst gimana ga ngembang , diadonin Raka Mulu.." reina menempel kan jari nya sambil tertawa terbahak-bahak, Kania melotot kening Reina yang bicara asal
1jam kemudian Reina mencari cari Raka namun tak ketemu, karena ada acara foto bersama
.."rein , Raka mana?"
.."ga tau bang, mobil nya ada kok, tp orang nya ga kelihatan. " jawab reina
lalu Reina mengajak foto bersama, Reina tidak mau Raka yang dicari tidak ada, maka tidak jadi foto bersama
.." udah lah bang ayo foto bersama.., ntr kalo Raka dah kelihatan kita foto bersama kembali ..."pinta Reina
__ADS_1
semua keluarga memanggut kepalanya berkumpul untuk foto bersama.
Acara sudah mau selesai namun Raka juga belum kunjung terlihat.
Reina pun memainkan ponselnya membuka buka IG, terasa hati bergetar melihat status Nia hari ini
.."bang, aku keluar bentar ya mau beli buah .." pamit Reina yang segera meninggalkan rumah nya dan melajukan mobil nya.
Reina menuju apartemen Nia, dengan keraguan ingin sekali turun dan memastikan apakah Raka ada disana.
..." kalo Raka ga ada di apartemen Nia aku bisa malu, tp status nya dia sedang bersama my beloved, apa itu akal akalan memanasi ku.." Reina yang berbicara sendiri di dalam mobil
Reina mencoba menghubungi Raka berkali kali ponsel nya pun juga tidak aktif
akhirnya REIna memutuskan turun dari kendaraan nya dan menuju ke apartemen Nia yang berada di lantai 11
dengan kaki gemetar , jantung berdetak kencang di dalam lift dia terus membaca doa , hati nya resah seperti tidak biasanya seperti ada bom yang akan meledak
triiiing pintu lift terbuka dilantai 11
Reina melangkah kan kakinya, dan menuju kamar 2428
__ADS_1
.. " ini apartemen Nia, dengan tangan bergetar ingin menekan tombol bel, tapi karena pintu rumah Nia terbuka sedikit , Reina mengurung kan niat nya untuk menekan bel tersebut membatalkan bertemu nia
disaat Reina ingin melangkah kan kakinya meninggalkan apartemen Nia, kaki reina tertahan karena di dalam nya ada suara suami nya Raka , Reina pun menghentikan langkahnya.
..."Nia aku balik dulu aku ga enak ma keluarga Reina, aku pergi tanpa pamit lho.." ucap Raka yang suara nya terdengar jelas di samping pintu milik apartemen Nia, terdengar beberapa bunyi kecupan kecupan kecil
...." ini hari ku harusnya Sabtu Minggu itu waktu untuk aku.." jelas Nia yang sedang menahan Raka pulang
Reina berbalik, tangan nya memegang gagang pintu milik apartemen Nia , bergetar ingin masuk ke dalam. air mata sudah terbendung di bola mata nya
..." kemarin kan kita sudah ketemu, untuk hari ini saja aku izin, mohon pengertiannya sayang.."
..." tapi aku juga istri mu aku berhak atas dirimu juga ka, sampai kapan kita sembunyikan ini terus, Sampai kapan kamu ga kasih tau Reina dan mamamu, aku juga ga mau jadi yang kedua, jika Reina yang jadi istri kedua aku ga masalah.."
⚡⚡⚡⚡⚡⚡ada hati yang tersambar petir diluar apartemen nia
cekreeeek Reina pun masuk apartemen Nia, disambut bola mata Raka dan Nia yang terkejut kaget, lebih terkejut lagi reina melihat pakaian kimono handuk Nia rambut basah serta rambut Raka yang masih tampak juga basah
satu kata yang Reina ingin sebutkan tapi terasa sesak
..." astaghfirullah Astaghfirullah.., mas ada apa ini..?"
__ADS_1
air mata Reina terus mengalir lalu matanya melihat figura beberapa foto terpajang pernikahan sirih mereka berdua, laku melihat lagi Raka dan Nia yang berdiri mematung
..." kalian sudah menikah? tanpa sepengetahuan aku. ..? kalian jahaaaaaat...." Reina akhirnya bisa mengeluarkan teriakannya dan menangis sejadi jadinya.