
hingga keesokan pagi nya
Reina terbangun melihat Bima yang tertidur disamping ranjang Reina.
Reina mengusap kepala Bima.
.." orang ini berkali-kali menemukan ku, walau menyebalkan dia selalu ada tiap aku ada masalah.." kepala Bima pun bergerak , dan terbangun.
Reina segera menghapus air mata yang ada disudut matanya.
.." kamu sudah sadar..? mau minum??" bima segera beranjak dari samping ranjang reina dan memberi kan minum lewat sedotan.
.." adiit..?"
.." adit sedang diperiksa oleh pihak kepolisian, kamu tenang lah..."
Reina memutar mutar bola matanya, tiba-tiba dadanya sesak dan menangis
.." Adit tuh sakit, dia menyakitiku, kalo saja kamu ,Tommy menolong ku aku sudah dibawa pergi.." Reina menutup wajahnya dengan tangan nya.
..." kupastikan dia mendekam lama dalam hotel prodeo.., dia melakukan kejahatan terhadap karyawan ku di tempat usahaku.." jelas Bima
..." permisi.." sapa dokter Herfiza
Bima dan Reina melihat ke arah pintu kamar masuk.
__ADS_1
.." gimana keadaan nya?? ada polisi yang menjaga dipintu depan, dapat cerita, ternyata kasus penculikan selama 5hari..." jelas dr Herfiza sambil tersenyum manis
Reina hanya mengangguk kan kepala , maksud kedatangan Herfiza hari ini ingin membawa ke bagian obgyn untuk melakukan USG terhadap janin Reina .
Bima pun membantu mengangkat dan memindahkan Reina ke kursi roda.
.." dari wajah nya ga asing , seperti.." dokter Herfiza mengingat ingat
..." dia Daddy nya arsha, anak kecil yang menemani ku saat kontrol beberapa saat yang lalu.." jelas reina
Herfiza tertawa , mengangkat jari telunjuk dan menggoyangkan nya
.." a a a benar, wah papa dan anak sama sama tampan ya. jadi gimana udah fix mau membuka hati?.." ledek Herfiza.
Reina malah tersenyum tertunduk malu, sedang kan Bima mengusap usap kening nya salah Tingkah.
..." Tommy dan keluarga ku kemana?.." tanya Reina yang duduk di kursi roda sambil di dorong oleh Bima.
..." Tommy, bang Tama dan kak Kania mu yang paham hukum sedang dikantor polisi, ayahmu menjaga ibu mu , mbak ayu mu di rumah mengurus bayinya.." jawab bima
Reina merasa bersalah, kepulangan ayu dan bayinya, Reina tidak dapat menyambutnya.
..." nanti kalo keluarga ku sudah datang, bawa kan arsha ku, juga Cheese cake buat aku, boleh..?.."
Bima menganggukan kepala nya, Bima pun kembali usil meledek reina
__ADS_1
.." kau tau 5 hari penculikan dirimu, rambut mu begitu bau.." ledek Bima.
Reina memutar kepala nya melihat Bima yang mendorong kursi roda,. dan mencium aroma rambut nya..
.." tapi aku tidak merasa bau.." jawab Reina panik, Bima tertawa terbahak-bahak.
*
..." lihat bayinya bergerak gerak sudah terbentuk, jantungnya sudah baik.
bunda juga sudah merasakan ada nya pergerakan kan??"
Reina menganggukkan anggukan kepalanya.
.."bayi nya tidak apa apa semua baik, kecuali BB ny tetap harus ditambah. makan yang bnyak buat di Dede dalam perut.." pesan dr Herfiza
dr. Herfiza memanggil Bima yang duduk di depan meja dokter.
..." Daddy nya arsha coba liat ke monitor, bayi dalam perut nyonya Reina, apa hati anda tidak tergerak untuk melindungi nya??" pertanyaan Herfiza membuat Reina dan Bima salah tingkah
.." maksud saya, dari pada arsha bolak balik harus bertemu dengan bunda Reina , lebih baik , alangkah indahnya Daddy membawa nyonya Reina ke rumah anda pak,. pasti Arsya senang.." jelas Herfiza .
Herfiza juga menjelaskan Reina butuh perhatian khusus, batin seorang ibu yang ingin diperhatikan di sayang. biar janin dalam kandungan sehat .
..." apakah dr. Herfiza sekarang berusaha menjodohkan aku dengan Bima.." batin Reina.
__ADS_1
Bima hanya tersenyum simpul
.." seperti nya aku akan melamar Reina , memaksanya agar menjadi mommy arsha." ingin rasanya Bima mengatakan pada Reina, tapi Reina pasti menolak nya.