
pagi hari pun tiba , waktu menunjukkan pukul 1/2 5pagi reina terbangun dari tidurnya bergegas ingin mandi dan sholat subuh
.." ahhh sakit sekali.., " ucap Reina sambil berjalan tertatih
Reina pun menuju ke kamar mandi, tak lama Raka pun terbangun dengan meraba raba dengan tangannya tidak ada ada reina disampingnya
..."hooooaaaam.. rein kamu mandi ya.." triak Raka memanggil Reina yang masih di tempat tidurnya
Raka bergegas berdiri ingin membersihkan diri dan melakukan sholat berjamaah bersama Reina
tok tok tok
.." rein."
cekreeeek pintu kamar mandi pun terbuka, dengan rambut yang masih basah reina keluar dari kamar mandi
..." slamat pagi.." sapa Raka dengan tersenyum manis ingin hendak memeluk Reina
.." mas aku sudah wudhu, ayo lekas mandi, biar kita bisa berjamaah.." pinta Reina
Raka pun segera masuk ke kamar mandi
..." haduuuh gini kali ya kalo yang dirasakan para wanita di malam pertama.." ucap rein yang masih merasakan perih pada bagian intim nya, Reina pun juga masih tersenyum sendiri setiap terbayang pertempuran tadi malam
Raka pun selesai mandi dan berpakaian muslim untuk melakukan sholat subuh berjamaah, ucapan salam pun diucapkan pada akhir sholat
..."assalamualikum warohmatullahhiwabarokatu"
Reina tidak lupa mencium punggung tangan Raka, dan Raka mencium kening reina
.." kamu sakit rein, badan mu hangat.."
..." masuk angin kayanya mas , hari ini aku izin ga masuk kerja dulu mas..."jawab Reina
Reina bangkit dari duduk nya, terlihat muka nya yang sangat menahan nyeri
.." masih sakit??" tanya Raka, dan di iyakan oleh Reina
.." perih.." jawab Reina singkat menuju tempat tidur
Raka pun segera mengangkat nya dan membuka celana dalam Reina
__ADS_1
..." mas kamu mau ngapain..? " tanya Reina malu dan juga panik yang melihat Raka dengan sigap membuka celana dalam reina dan memeriksa bagian intim Reina
..." maaf ya rein, seperti ny mas terlalu bersemangat tadi malam, sampai membuat Juliet mu terluka.." ucap Raka yang mengambil kan salep dari laci obat dan di oleskan ke v****a Reina
.." yA Allah aq sampai lupa kalo Raka itu dokter, dia pasti terbiasa melakukan tindakan seperti ini. main asal buka celana, dipegang, diolesin salep juga..dia nya mah biasa, lah aku nya malu nya minta ampun.." gumam Reina dalam hati sambil menutup matanya
..." entar iritasinya pasti dah ga sakit lagi.." Raka menatap Reina dengan penuh sayang, Reina hanya mengangguk
Reina pun ingin bangkit segera dari tempat tidur
..." kamu mau kemana?" tanya Raka yang segera menyuruh Reina untuk rebahan kembali
.." mau bantu masak mas , ga enak biasanya kan aku habis subuh pasti turun ke bawah.." jawab Reina
..." mas yang mau turun , mas mau ke ruang gym , kamu istirahat dulu, pas makan pagi saja nanti kamu turun, nanti mas bilang ke mamah, kamu lagi kurang enak badan.."
Raka pun segera turun, sebelum keluar dari kamar , Reina menitip pesan untuk membawa sprei yang bersih, Reina kembali beristirahat karena terkena hujan semalam dan pertempuran tadi malam.
..." mah, reina hari ini ga bantu masak ya, aku suruh tidur kembali , Reina juga hari ini cuti kerja.." ucap Raka yang turun dari lantai dua langsung berjalan menuju ruang gym
.." oh iya bik, kalo nanti ke atas bawakan sprai yang bersih ya ke kamar raka.." pinta Raka ke bibik rumah Raka
"..Bik, doakan Raka dan Reina ya semoga ada kabar baik dari mereka berdua, kasih aku cucu.." ucap mama Sofie yang penuh dengan harap, bik asih pun mengAmin kan nya.
jam makan pagi pun tiba, Reina pun turun dari kamar nya, tampak Nia sudah ada di meja makan yang ikut makan pagi bersama, seperti biasa alasan Nia kemari ingin berangkat pagi bersama ke puskesmas dengan mama Sofie
..." rein muka mu pucat , sakit ?" tanya Nia
.." itu kemarin Reina kena hujan. oh iya rein tadi mobil mu sudah di bawa pak Bambang ke bengkel" ucap Sofie yang menyendok kan nasi ke piring nya
.. " makasih mah.." jawab Reina singkat sambil melayani menyiapkan nasi ke piring raka
..." apa mau aku periksa? " pinta Nia
..." tadi pagi sudah dikasih obat sama Raka, ada Raka ada mama, insya Allah Reina sudah ditangani oleh mereka.." jawab Reina
..".iyalah ditangani oleh orang yang tepat, jam 9 malam lampu kamar sudah dimatikan.." ledek mama Sofie yang membuat Nia tersedak makanan
uhuk uhuk
.." Nia hati hati makan nya , mang pedes banget ya masakan Tante.." mama Sofie segera menuangkan air ke gelas Nia
__ADS_1
Nia melihat tajam ke arah Raka dan Reina, dalam pikiran Nia ada banyak pertanyaan apa yang terjadi semalam antara mereka berdua
setelah makan pagi selesai , Nia dan mama Sofie bersiap siap untuk berangkat kerja
.." Bu sebentar kemari" panggil Bik asih
..." ada apa bik?? tanya ibu Sofie yang siap dengan tas kerjanya
biar asih memperlihatkan spray kotor dari kamar Reina dan Raka, ada darah segar yang melekat di sprai tersebut
mama Sofie terkejut sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan nya
.." bener bener Raka , jadi baru belah duren.." decak mama Sofie dengan suara pelan. mama Sofie segera menyuruh Bu asih membawa ke cucian jangan sampai mantu nya tau, Sofie tidak mau membuat mantu nya malu jika baru Sekarang merek melakukan aktivitas suami istri
ketika Reina ingin mencium tangan mertua nya yang ingin berangkat kerja, Reina tiba tiba pingsan , dengan cepat Raka menangkap reina agar tidak terjatuh di lantai, dan segera merebahkan di sofa
..." mah gimana tekanan darah nya.." tanya Raka yang sedang melihat mama nya mengecek tekanan darah Reina
..." rendah , setau mama reina memang punya riwayat darah rendah, nanti Reina kamu bawa ke kamar suruh istirahat, kamu juga jadwal praktek dokter mu libur kan hari ini? " tanya mama sofi
Reina pun terbangun dari pingsan nya
..." maaf bikin kalian panik.."ucap Reina dengan suara melemah.
Sofie menyuruh Reina untuk beristirahat dan kembali ke kamar, dengan segera Raka memapah reina menuju kamarnya
Nia yang melihat kemesraan mereka berdua menjadi takut kehilangan Raka
.."Tante apa aku ga usah ke puskesmas aja ya, aku jaga Reina.." pinta Nia yang melihat Reina dan Raka
.."Nia , raka itu kan juga dokter.
suaminya lagi. ya udah ayo kita berangkat, keburu jalan macet, tadi malam kan habis hujan.." ajak mama Sofie yang menuju ke garasi mobil
Nia yang terus melihat bayang bayang Raka terus merasakan ada yang aneh dengan mereka berdua
.." apa mereka sudah sama-sama jatuh cinta..?" tanya Nia dalam hati sambil menggigit bibir tipis Nia,
Nia segera menyusul ke garasi mobil dan berangkat bersama mama Sofie ke puskesmas tempat mereka bekerja.
.
__ADS_1