
Raka terus memeluk dan membelai rambut pendek Reina yang baru, karena tadi sebelum kerumah Reina , Reina minta diantar kan sebentar ke salon untuk memotong rambutnya..
.." Y Allah , tiap dia menangis ada magnet kecil di matanya membuat aku ingin melindungi nya. " ujar dalam hati Raka yang tidak mau melepaskan pelukannya
..." mas udah Reina g pa pa, Reina mau tidur.." pinta Reina, Raka pun melepaskan pelukannya. reina tidur dengan posisi membelakangi Raka, sedang Raka tidur menatap punggung belakang Reina. Raka mematikan lampu kamar , dan mereka sama-sama tertidur hingga pagi
pagi harinya Raka terbangun Reina sudah tidak ada disampingnya, Reina sengaja tidak membangun kan Raka, karena tidak mau melihat Raka yang bangun pagi pagi menghantar kan Reina ke tempat bekerja nya
Raka turun ke bawah mencari sosok Reina, Raka hanya melihat mamanya duduk di meja makan segera menghampiri nya
.." Reina sudah berangkat mah?.. tanya Raka meminum susu buatan Reina, mama Raka mengiyakan pertanyaan Raka
..." lah itu susu yang kamu minum reina yang buat , dia juga masak dan membuat bekal buat kamu.." jawab mama Raka
raka segera membalikkan piring nya dan menyendok kan nasi sayur dan lauk ke piring Raka,
.." Reina itu pinter masak ya mah, susu yang Reina buat juga pas ."
.." Alhamdulillah kalo kamu mengagumi kemampuan Reina," ucap mama Raka mengusap usap tangan raka.
Raka dan mama Raka pun makan bersama, setelah makan Raka kembali ke kamar nya menghubungi Reina..
***Raka.:
assalamualaikum nyonya
Reina ;
walaikumsalam
Raka;
makasih ya susu nya
Reina;
he he itu dah kewajiban aku, dah siap siap sana, hati hati ya bawa mobilnya. aku tutup dulu
tuuuuuut***
raka langsung melirik ke arah ponsel nya
__ADS_1
..." cepet banget telepon nya, padahal aku mau basa basi.." gerutu Raka di depan ponsel nya
tak lama Raka menchat Nia agar segera bersiap , bertemu di puskesmas sehat tempat mama nya bekerja, raka juga mengingatkan membawa keterangan data pribadi milik nia
1 jam kemudian, Nia bertemu dengan Raka di puskesmas sehat
.. "mas aku takut..," ucap Nia, Raka melepas kaca mata hitam nya dan mengajak Nia masuk , menenangkan mengusap usap punggung belakang Nia
..." kamu tuh dokter , gugup dimana nya,. perjalanan kita udah sejauh ini, jangan sia sia kan perjuangan aku sama Reina.." lagi lagi ucapan Raka menyebutkan nama reina membuat Nia sedikit terbakar cemburu
mereka masuk ke dalam puskesmas , bertemu mama raka terlebih dahulu memperkenalkan Nia dan membawa ke bagian HRd, Nia di tempat kan di posisi poli umum dengan jadwal seminggu 4x praktek..
."..Raka, jaga matamu, awas zinah mata, Nia itu mama akuin cantik, ingat kamu sudah beristri.." pinta mama Sofie yang khawatir anak nya tergoda.
Raka mengangguk kan kepalanya, 30menit kemudian Raka pamit ingin ke rumah sakit tempat Raka praktek, tampak diparkiran ada Nia berdiri menunggu di samping mobil Raka
..." makasih ya sayang kamu udah bantu aku bekerja disini.." ucap Nia
.." ingat dia depan mama jangan panggil aku sayang, pandai pandai lah mengambil hati mama.." ujar Raka , Raka membuka pintu mobil , tanpa sengaja Nia melihat bekal makanan yang disiapkan Reina tadi pagi
..." apa itu mas..? tanya Nia menunjuk ke bekal makanan Tersebut
.." ay.. masalah pernikahan sirih kita kapan dilaksanakan...? desak Nia dengan permintaan nya lagi.
Raka mengambil napas panjang, memakai kaca mata hitam nya, ..."aku harus menunggu persetujuan Reina kalo nikah sirih tanpa persetujuan istri pertama kita akan dianggap salah hukum, bersabarlah , ambil hati mama dulu...."
Raka pun pamit , menyalakan mobil nya dan melaju menuju rumah sakit.
Nia pun masuk ke dalam puskesmas, melayani pasien yang sakit. Nia sangat cekatan apalagi dengan para manula , membuat mama Raka kagum melihat kinerja Nia
..." hari pertama , semoga terus tidak anget anget ee ayam.." senyum mama Sofie melihat kerja Nia
***sementara di pusat perbelanjaan Jakarta internasional, reina memakai baju merah muda, dengan rambut di keriting berlari lari dengan sepatu fentofal nya**
.." huft ingin rasa nya aku memakai sendal jepit..." keluh Reina tanpa melihat orang orang dalam lift
lift pun tertutup nampak terdengar suara deheman dari belakang membuat Reina menengok kebelakang ternyata ada pak Wisnu, Bima dan sekretaris Bima yang bergenre laki laki
..." eh pak Bima pak Wisnu good morning.." Reina menunduk kan kepalannya memberikan hormat
..." itu kamu bawa apa ?.." Bima menunjuk ke arah bekal yang dibawa Reina
__ADS_1
belum Reina menjawab , Wisnu memotong pembicaraan Bima dan Reina
..." Reina itu pinter masak, masakan nya juga enak , dia ga pernah makan masakan catering selalu membawa bekal
.." jawab Wisnu*
Reina menggerutu dalam hati menatap tajam wisnu
.." asli pak Wisnu lama lama gue racun sianida, korban kedua setelah mama Adit."
Bima mengambil kotak makan dari tangan Reina .." aku ambil ya., aku belum makan.." jawab Bima singkat padat
pintu lift pun terbuka , Bima berjalan , bekal Reina yang ada ditangan Bima berpindah ke tangan sekretaris nya menuju dalam ruangan Bima, Wisnu hanya tertawa meledek
.." Alhamdulillah Reina perdana makan makanan catering.."
Reina pun marah marah ga jelas dengan Wisnu dan Bima. reina menuju meja tempat Reina bekerja
.." kenapa non , pagi pagi muka nya di tekuk.." tanya Laras. Reina menarik kursinya ke Laras,
.." apa aku resign aja ya.. kamu tau ga Laras, itu bekal aku di ambil pak Bima.." cerita Reina
namun Laras mengucap syukur karena akhirnya Reina hari ini makan masakan catering.. Reina tidak percaya reaksi Laras malah mengucapkan syukur, Reina akhirnya kembali ke meja nya sambil menggerutu
.."pak Wisnu. pak Bima. ,kamu, bikin aku kesel.." Reina menyalakan komputer nya mengerjakan tugas.
tak lama Wisnu keluar dari ruangan nya..
" .. rein dipanggil pak Bima suruh ke ruang metting.."
Reina yang mendengar perintah itu terlihat kaget
.."hah kenapa lagi , aku salah apa, sepatu dah dipakai. " seru Reina ketakutan
..." mungkin bekal yang kamu bawa membuat pak Bima sakit perut.." ledek pak Wisnu
smua pun tertawa. Reina dan Wisnu beranjak menuju masuk ke ruang metting . Disana Bima sudah siap dengan berkas rapatnya
ini dia Reina dengan rambut barunya
__ADS_1