
..." rein , rein tolong mba rein rein,," panggil ayu yang nampak sudah ada tanda tanda untuk melahirkan.
Reina segera menghampiri ayu, terlihat ada cairan bening. dengan cepat Reina membawa ayu ke RS dengan kendaraan nya.
..." mba yang kuat ya, aku dah telepon bang Tama dan dokter kandungan mba ayu agar segera menunggu depan rumah sakit ."
..." duh rein makin mules.." keluh ayu, reina semakin melajukan kendaraannya hingga sampai ke RS pelita..
..." bang cepat bang, mba ayu dah mules .." dengan sigap perawat dan dokter membawa ayu ke ruang bersalin, Tama mendampingi istri nya yang akan melahirkan.
..." rein.." panggil Bima , Reina segera menoleh ke arah suara pak Bima memanggil.
..." pak Bima, .."Panggil Reina dengan wajah bingung ada apa Bima ke rumah sakit.
.." Tommy menyuruh ku untuk menemani mu, karena dia masih ada pasien ditempat klinik nya." Reina hanya manggut-manggut
mereka pun menunggu di ruang tunggu bersalin
.."pak enak y jadi mba ayu, lahiran ditemani bang Tama sebagai suaminya, beda ma aku, aku akan berjuang sendiri saat melahirkan nanti.." pengaruh hormon Reina selama hamil membuat Reina sedikit sensitif.
Bima menyentil kening Reina.
"awwwwww.." Reina mengusap usap kening Reina.
__ADS_1
.." kenapa kau ini selalu memikirkan yang belum terjadi, melahirkan dirimu masih berapa bulan lagi, bisa saja akan terjadi sesuatu, misalnya aku akan menikahi mu.." jawab Bima asal tapi pandangan nya ke arah lain.
Reina menendang tulang kering Bima, Bima meringis kesakitan memegang kaki nya.
.." Reina..." teriak Bima. namun Reina dengan mudah nya menjawab jika dia menendang kaki Bima karena kemauan bayi bayi dalam perut nya.
.." mana ada kemauan bayi menyakiti orang lain"sindir Bima mengusap usap kaki nya.
Reina membalas nya dengan menjulurkan lidahnya.
pintu ruang bersalin terbuka, Tama bersujud syukur, reina menghampiri tama yang tampak senang..
..." rein, Abang jadi bapak sekarang , anak laki laki.." ucap Tama , reina yang mendengar kegirangan, tanpa sengaja memegang tangan Bima dan menggenggam nya. mungkin bagi Reina biasa biasa saja, tapi tidak bagi bima ada setrum an halus dari tangan reina.
keesokan pagi nya di tempat kerja Reina, tampak Reina masuk ke tempat kerja nya
."..rein.." lagi lagi Adit memanggil nya, berapa kali reina menghindari Adit, namun Adit selalu ingin qmenemui Reina.
Reina melangkah kan kaki nya lebih cepat., membuat Adit menarik tangan Reina
.." mas .. yang sopan..! " pekik Reina yang terlihat kesakitan tangan nya di tarik Adit.
.." kamu kenapa menghindari aku terus..??"
__ADS_1
Reina mengusap usap tangan nya., dan mengatakan kalo berbicara berdua tidak pantas ,
..."banyak mata mata orang yang melihat kita, aku mau kerja mas, aku ga mau semua orang gunjing AQ.." dengan nada marah Reina memarahi Adit
.." aku akan melamar mu setelah masa iddah mu, setelah kamu melahirkan.." Adit meminta dengan mata yang bersungguh-sungguh.
.." Adit, kamu sadar ga sih, mama mu itu kaya apa??? waktu status ku single , mama mu benci nya setengah mati sama aku, apalagi aku janda punya anak lagi dari orang lain.." jelas Reina
Adit tampak kekeh ingin menikah dengan Reina, bagi nya Reina adalah cinta terakhir nya. Adit juga sudah menceritakan ke mama Adit kalo papa Reina sudah dibebaskan dan tidak bersalah, bahkan sekarang sudah berbaik an lagi dengan mama Reina ada rencana untuk menikah lagi dengan mama Reina.
..." kamu mata mata in aku ya..? kamu sakit tau ga???mending kamu ajak Bella nikah yang jelas jelas sayang sama kamu.." .
Reina bergegas pergi meninggalkan Adit, namun langkah nya ditahan oleh Adit kembali
..." jika aku tidak bisa memiliki mu, maka tidak ada seorang pun lagi yang akan memiliki mu, termasuk pak Bima.."
Reina memicingkan matanya..
.."pak Bima? urusan dia apa? "
.." aku tau pak Bima suka pada mu, tapi kamu pura pura menutupi nya, apa kamu ga sadar dia selalu mendekatkan anak nya agar bisa dekat dengan mu???"
.." maaf dit, itu bukan urusan kamu lagi, yang jelas aku ingin fokus sama anak yang dalam kandungan ku " Reina segera meninggalkan Adit yang diam mematung.
__ADS_1