
sesampainya dibeberapa blok masuk ke rumah Raka, Reina memberhentikan mobilnya dan diam mematung di dalam kendaraan nya, nafas nya berat, kuat atau tidak kah ketika dia memasuki rumah tersebut. keputusan apa yang sudah diambil mama Sofi dan mas Raka.
..." harusnya aku ditemani tommy., tapi ini adalah murni kesalahan ku .." Rein menundukkan wajah nya di stir mobil .
triiiing wa dari Raka masuk ..." kamu dimana , mas jemput ya..?
Reina segera membalas nya jika Reina berada 2 blok dekat rumah nya sebentar lagi sampai.
setelah membalas chat dari Raka, Reina membuka IG milik nia , Reina penasaran dengan status nya yang ada gambar 2 buah koper baju bertuliskan bismillah menuju halal
Reina menarik napas dan menghembuskan sekencang kencangnya. Reina paham maksud status dari Nia. Reina sudah siap atas konsekuensinya ketika awal menikah dengan Raka, jika sampai terjadi rasa cinta , ini kesalahan Reina mencintai kekasih orang.
assalamualaikum.. Reina memberi salam dan masuk kedalam rumah, Reina mencium punggung tangan mama Sofi, dan ragu ragu masih pantaskah Reina mencium punggung tangan Raka suaminya atau akan menjadi mantan suaminya.
.." rein, muka mu pucat sayang, bener kamu ga papa?" mama sofie memegang dagu Reina
.."ga apa apa mah, tadi Reina sudah diperiksa dokter teman Reina, biasa mah lambung Reina lagi ga bersahabat.." jawab Reina menunduk kan kepalanya
..." ke rumah duda beranak 1 itu..?" tanya Raka yang memeriksa GPs milik Reina
Reina menantang balik tatapan Raka yang tajam
..." duda beranak 1 itu punya nama, nama nya pak Bima, lagipula disana ada Tommy.."
mendengar nama Tommy , Raka ingin melanjutkan pembicaraan ada apa Tommy disana , tetapi terputus dengan ucapan salam dari luar pintu.
Nia membawa 2 buah koper seperti dalam status di IG nya, yang di temani oleh pak Bambang supir mertua nya.
__ADS_1
Reina juga melihat beberapa barang yang dibawa pak Bambang diantarkan ke kamar tamu
mata Reina berkaca , dan mencoba menahan air mata nya jatuh di pipinya
..."jadi ini keputusan mama sama mas Raka..?" tanya Reina , air mata yang tertahan jatuh juga dipipi reina, buru buru Reina menghapus nya.
mama Sofie memegang tangan Reina yang sedang menggenggam meremas pakaian yang Reina kenakan.
..." rein, mama menginginkan cucu dari mu, tapi karena Nia sudah menunjukkan tanda tanda , mama juga ingin menjaga nya memastikan semua baik baik saja.."
Reina tersenyum dengan suara bergetar Reina memberanikan diri mengungkapkan rasa yang ada di hatinya, tampak Nia menghampiri dan duduk disamping Raka
..." mah, mas , ..! Reina dah ambil keputusan, Reina memilih mundur dari pernikahan ini, Reina memilih..." ucap Reina yang terhenti karena tidak kuat menerus kan nya.. Reina mengambil nafas dan menutup matanya...
..."maaf mas , Reina mau pisah.." mata Reina beradu pada mata Raka, dengab mata Reina yang berkaca-kaca ,Raka terlihat syok dan menggeleng kan kepala menyatakan ketidaksetujuan keputusan Reina
..."harus mas , ini keputusan terbaik, apalagi akan ada bayi di perut Nia,
seperti yang Nia mau , status anak di dalam perut Nia harus jelas..." Reina berteriak histeris, rasa kesal
bercampur aduk karena harus menerima kenyataan harus berpisah dari Raka
Raka memeluk Reina dan mengatakan jangan berpikiran untuk meninggalkan dan berpisah dari Raka.
mama Sofie yang melihat dua sepasang sejoli tidak mau dipisahkan hanya bisa menangis, karena mama Sofie juga berada di posisi tersulit antara calon cucu dan mantu kesayangan.
buuuuuk Nia jatuh diatas sofa, Nia tak sadarkan diri.
__ADS_1
.."ka ka itu Nia pingsan.."
mama sofie menunjuk ke arah Nia yang tak sadarkan diri
Raka berbalik melihat Nia, menghampiri dan menggendong Nia , mengangkat nya dan membawanya ke kamar tamu samping kamar mama Sofie
mama Sofie mengikuti Raka ke kamar tamu, sedang Reina hanya berdiri dan hanya melihat panik nya raka dan mertua nya yang melihat nia jatuh pingsan
.." ini bukan rumah ku lagi.." Reina menghapus air mata di pipinya lalu segera naik ke atas ke kamar nya, mengambil beberapa barang yang memang milik pribadi nya, beberapa pakaian yang dia beli sendiri, karena pernikahan juga baru seumur jagung.
ketika Raka dan mertua sibuk dengan pingsan nya Nia dan berada di kamar tamu, Reina pamit ke bik asih agar nanti menyampaikan pesan nya ke calon
mantan mertua dan suaminya
..." bik, sampai kan salam dan maaf ku pada mereka, aku pamit ya bik, minta maaf kalo ada salah. "
bik asih memeluk Reina dan menangis
..." mbak Reina mbak yang baik, bibik dah cocok sama mbak Reina, bibik diperlakukan baik sama mbak Reina ."
.." ini buat bibik, sehat terus ya bik." Reina memberikan sejumlah uang rasa terima kasih karena sudah membantu keperluan harian Reina selama Reina menjadi istri raka.
Reina pun pamit membawa koper yang berisikan beberapa pakaian dan barang barang milik pribadi Reina .
setelah dimasukkan ke bagasi mobil Reina, mobil pun melaju meninggalkan rumah kediaman Raka.
.." selamat tinggal semuanya ..."
__ADS_1