
..." kumohon jangan kau minum lagi obat itu., jika Vita tidak membahas obat penunda kehamilan aku mana terpikir mencari nya ke semua tempat.." Reina yang mendengar nama Vita , bangun dari pelukan Bima.
..."Vita? ?? oohh.." rupanya info dari nya, seperti nya dia mendengar kan pembicaraan ku dengan Laras tempo hari. tapi apa tujuan nya??? apa dia ingin mengadu domba aku dan bima..? batin Reina
*
seminggu kemudian Raka dan keluarga tiba di Indonesia, rumah yang dulu ditinggal kan , ditempat kembali oleh keluarga Raka.
.."ini foto anak mu ka, kau bisa memanggilnya Aira, Siti Humaira . Reina ingin memakaikan nama anak nya diawali dengan nama Siti..." ucap Herfiza.
..." dia gadis yang cantik.." ucap Raka membelai foto yang ada di ponsel Herfiza. dan mengirim kan gambar tersebut di ponsel Raka.
.."saran ku jangan langsung mengangetkan dan mengaku ngaku kamu ayah dari Aira, Aira terlahir 7 bulan perjuangan Reina dan Aira Sangat berat.." jelas Fiza
__ADS_1
Raka memicing kan mata nya berharap Herfiza menceritakan semua kejadian tersebut.
.." setelah mengucapkan perpisahan dengan mama mu dan Nia, Reina pingsan dan sengaja ada mengunci dikamar mandi, dari sana Reina baru tau kalo dia sedang hamil, kurang gizi ka , dia harus di infus. pagi nya mereka mengejar mu ke bandara namun tak terkejar.."
Raka mengacak-acak rambut nya mengingat Reina yang mungkin saat itu mengalami proses ngidam muntah dan terlambat haid.
.." mereka menghubungi loe, tapi ponsel loe mati.." tambah harun.
.." Reina mengalami masa pahit, 2 kali juga mengalami penculikan oleh Adit, loe pasti kenal nama tersebut, dan juga angel mantan istri Bima suaminya reina sekarang demi memperebutkan hak wali anak dari Bima mengancam Reina .." tambah cerita Herfiza.
..." kalo ga ditemukan segera oleh Bima, mungkin nyawa anak loe dan Reina ga akan tertolong." Harun menepuk bahu Raka.
..." aku mohon sama kamu ka, jangan kamu ganggu rumah tangga Bima dan Reina sekarang, apalagi Aira dekat banget sama Bima." herfiza menambah kan cerita tersebut.
Raka menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Raka meninggalkan rumah harun dengan jalan melemah, bagai buah simalakama, ingin bertemu Reina dan Aira, tapi ada Bima dan Nia.
Raka mengendarai kendaraan nya ke alamat tempat tinggal Bima dan Reina. hanya bisa memandangi rumah mereka, berharap anak kecil yang ingin Raka lihat keluar dari rumah tersebut.
..." aku akan menemui Bima, aku akan berbicara antar lelaki. ya begitu lebih baik..." ucap Raka berbicara sendiri , melajukan kendaraannya Menuju rumah Raka.
*
..." dari mana ka??" tanya Nia menyambut Raka pulang di depan pintu. namun Raka menatap nya dengan dingin.
..."aku ingin melihat anak ku..??.." jawab Raka datar. dia meremas tangan nya dan berusaha untuk tenang.
.." sore ini , aku ingin ke rumah Harun, apa kau mau ikut???.." Nia berkata lembut agar Raka mau ikut bersama nya
..." aku baru dari sana.., harun menceritakan tentang anak ku dan wajah nya sangat cantik sekali.." Raka tersenyum senyum meletakkan ponsel nya di nakas dan pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Nia mengambil ponsel Raka ingin membuka nya , namun ponsel tersebut terkunci dengan sengaja dibuat oleh raka.
.." sial, dikunci..." Nia meletakkan ponsel tersebut dengan kasar, sementara Raka mengintip dari pintu kamar mandi dan menertawakan ulah Nia.