
..." baru jam 10, kira kira Nia sudah tidur belum ya.." Raka memegang jagung bakar yang dibakar bersama teman teman nya
Raka menyusul Nia ke kamar tempat Nia beristirahat .
ge****buuuuuuk" Raka dan Andri bertubrukan hingga berdua terjatuh
.." awwww.." raka mengusap usap bokongnya
..." Andri kenapa sih loe, kaya di kejar2 setan.."
Andri dan Raka pun sama-sama berdiri meninggalkan Raka tanpa bicara sepatah kata pun
..." dia yang nabrak, dia yang ngeloyor ga minta maaf.." gerutu Raka
Raka berjalan menuju kamar Nia, didepan kamar tampak pintu Nia yang sedikit terbuka
.."Nia .. Nia...." Raka menyalakan lampu, tampak Nia yang sedang menggeliat seperti cacing kepanasan dengan tubuh tanpa sehelai benang pun, dan diseprai tempat tidur ada sebercak darah segar
Raka segera mengangkat Nia ke kamar mandi membasahi nya dengan kucuran air segar, badannya di tutup dengan selimut agar pengaruh obat ditubuh Nia segera hilang, tak lama Nia pun tidak sadarkan diri
..." haduuuuh aku harus bagaimana..? haruskah aku minta tolong pada teman2, ? ini darah apa ? apa Nia sudah dinodai,? tapi siapa? hanya Andri yang menabrakku tadi? tapi aku tidak punya bukti." Raka yang bingung apa yang harus Raka lakukan.
Raka menghubungi dan meminta tolong pada Harun dan Herfiza kekasih Harun, mereka sama sama ke kamar Nia. Herfiza mengganti kan selimut yang menutupi badan Nia yang basah dengan pakaian yang bersih.
.."tunggu Nia sadar. setelah itu kita tanya kenapa Nia begini.." ujar Herfiza
.." jelas jelas ini pasti ada yang memberi kan Nia obat perangsang., apa kita harus lapor ke guru..?" tanya harun
__ADS_1
..." tapi kita ga punya bukti siapa? kalo ga ada yang ngaku, bagaimana mental Nia , bagaimana masa depan Nia, sedang Nia mama papa nya sudah tidak ada,hidup dengan nenek kakek nya.." Raka yang membelai rambut Nia dengan lembut
..." terus kita harus gimana...?" tanya Herfiza
tak lama nia pun sadar dan tampak masih menggeliat seperti cacing kepanasan, bergerak kiri kanan
."..Raka." ucap Nia yang tersenyum malu.
." aku berjanji akan setia sama kamu, setelah yang kita lakukan tadi .."
bagaikan petir yang tersambar di malam hari, Harun dan Herfiza melihat ke arah Raka , dan Raka diam mematung
...." kamu yakin Nia, Raka berbuat itu sama kamu.?" selidik Herfiza yang tidak percaya
..." tadi aku kan ga enak badan istirahat sebentar, Raka masuk dan.." jelas Nia yang malu malu menutup wajahnya
Nia menggeleng kan kepalanya
.." tidak , lampu dimatikan aku tanya siapa? aku hapal parfum badannya , kamu kan aiy?.." ucap Nia menatap Raka dengan panggilan sayangnya aiy
Raka hanya berdiri mematung, jika mereka menuding aku yang menodai Nia, bagaimana kuliah kedokteran ku, mama ku,. hancur sudaaah
Nia kembali tertidur, seperti nya belum hilang pengaruh obat pera****** yang ada ditubuh Nia
..."trus sapa run, yang udah nodai Nia, apa yang harus aku lakukan..? , sedang Nia menganggap aku yang melakukan nya.."
ucap Raka yang tampak frustasi
__ADS_1
.." sabar sob...".
pagi pun menjelang
..." katakan dimana kau semalam.." ucap Raka yang sedang mendorong Andri di dinding kamar tempat Raka menginap
..." kenapa sih loe , ..?.." Andri mencoba melepaskan cengkraman tangan Raka
..." lu kan orang nya..?"tunjuk Raka yang geram, Harun berusaha melerai mereka berdua
Andri malah balik mencengkeram kerah baju Raka.."kalo tanya jangan setengah setengah., maksud loe apa."? Andri menantang Raka
..." sial aku harus bagaimana, kalo aku ngomong , trus bukan Andri yang melakukannya, Andri bisa menyebar kan berita ini, Nia dia bisa bunuh diri kalo tau ada yang menodai tapi tak tau sapa orangnya..."
batin Raka
tak lama Andri melepaskan cengkraman kerah baju Raka
..." aku pulang dulu ya bro.." ucap Andri dengan senyum meledek sambil menepuk nepuk pipi Raka .
Andri pun keluar kamar Raka
..." sial.." triak raka
ketika keluar kamar , andri berpapasan dengan Nia, tanda tanda wajah Andri datar tidak ada reaksi apa-apa
.." reaksi muka Andri biasa aja kok, malu ga, ketakutan juga ga..." ucap Herfiza dalam hati
__ADS_1
mereka pun tidak saling berbicara , hanya tersenyum sekilas dan saling berjalan ke arah masing masing