Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
14.Negatif


__ADS_3

Hari hari setelah menikah mereka lalui dengan sangat bahagia, sampai akhirnya Pernikahan mereka menginjak usia Satu tahun.


Siska keluar dari kamar mandi dengan wajah muram, kemudian ia menghampiri Eza yang sedang duduk di sofa.


"Negatif mas"Siska menghempaskan tubuhnya di sofa


"Sabar yah sayang, mungkin Allah belum kasih kepercayaan untuk kita" Eza menenangkan Siska


"Tapi mas, usia pernikahan kita sudah satu tahun,tapi aku belum juga hamil,aku malu mas, semua orang menganggap ku mandul, padahal kan kita sudah konsultasi sama dokter dan dokter juga bilang kalau kita berdua subur" Siska menutup wajahnya dengan kedua tangan


"Iyah, jangan dengarkan omongan orang yah,kita kan sudah berusaha tapi mungkin belum saatnya"Eza memeluk Siska


Yah, sudah satu tahun ini Siska dan Eza melakukan program kehamilan,namun mereka belum juga di kasih kepercayaan untuk memiliki anak.


Siska sangat frustasi dengan yang ia alami, berbagai cara sudah dilakukan nya,namun hasilnya tetap sama,ia masih belum hamil juga.


Siska dan Eza kini tinggal di rumah ibu nya Siska, karena permintaan ibu Ani yang ingin anaknya tinggal bersamanya, sebenarnya ada kekhawatiran juga dalam hati ibu Ani saat mengetahui Siska belum juga hamil.


Namun ia berusaha untuk memberikan semangat untuk anak dan menantunya itu,ia tak mau Siska malah stres dengan semua ini.


"Ya udah mas,kalau gitu,aku berangkat ngajar dulu yah??"Siska mencium tangan suaminya

__ADS_1


"Iyah,hati hati yang,apa gak mau berangkat bareng sama mas??"


"Gak usah mas, sekolah ku sama kantor mas kan beda arah,nanti kalau mas anterin aku,mas bulak balik dong"


"Ya udah kalau gitu,"Eza tersenyum


Siska langsung berjalan keluar kamar, kemudian berpamitan dengan ibu Ani yang sedang berada di dapur.


"Bu, Siska berangkat yah??"Siska mencium tangan ibu nya


"Gak sarapan dulu nak??"


"Nanti aja di sekolah Bu"


"Bentar lagi kayak nya,ya udah Siska duluan yah, assalamualaikum??"


"Waalaikumsallam"


Sebelum pernikahan mereka dulu,Siska Memang meminta izin pada suaminya untuk tetap mengajar di sekolahnya, karena Siska tak ingin hanya menjadi ibu rumah tangga yang hanya diam di rumah.


Siska lebih nyaman mengajar untuk menyibukkan dirinya,ia sangat menyukai pekerjaan nya ini, walaupun kadang ia juga merasa tidak enak jika tidak bisa pokus untuk mengurus semua kebutuhan suaminya.

__ADS_1


Namun sebisa mungkin Siska tetap menyiapkan semua keperluan suaminya itu, termasuk,mencuci baju memasak dan keperluan lainnya.


Siska tidak ingin menyewa asisten rumah tangga, karena ia masih sanggup untuk mengurus suami nya, walaupun kadang-kadang ia merasa lelah.


"Bu,Eza berangkat dulu yah??"Eza menyalami ibu


"Iyah nak,hati hati,mau sarapan dulu??"


"Gak usah Bu,nanti aja di kantor"


"Ya udah,ohh Iyah,tadi ibu lihat wajah Siska seperti sedang sedih nak??"


Eza menghembuskan nafasnya,"Iyah Bu,tadi Siska mencoba testpack lagi,namun hasilnya masih negatif"


Ibu Ani mengerti,"Kamu sabar yah nak, ibu yakin kalian pasti segera dikaruniai keturunan, yang penting jangan lupa berdoa dan ikhtiar"


"Iyah Bu,Aamiin, makasih udah doain kita, kalau gitu Eza Pamit dulu yah, assalamualaikum??"


"Iyah nak, waalaikumsallam"


Ibu Ani melihat kepergian Eza, sampai mobil yang ditumpangi nya tak terlihat lagi.

__ADS_1


"Semoga ada keajaiban"Gumam ibu ani


__ADS_2