Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
39.Kecemasan Dika


__ADS_3

Dara menunggu Syila untuk sedikit tenang, setelah itu pelan pelan ia mulai menanyakan kondisi nya,namun belum sempat ia bertanya,wajah Syila tampak merah padam,suhu tubuhnya panas,namun ia terlihat menggigil,Dara pun bingung harus bagaimana.


Awalnya Dara ingin ke luar untuk membelikan obat,namun sepertinya ia juga tak tega meninggalkan Syila sendiri dalam kondisi seperti ini,dalam kebingungan nya tiba-tiba ponsel Dara berdering,saat mengetahui siapa yang menelepon, akhirnya dia mengangkat telponnya.


"Halo dik, kebetulan loe telpon,gue mau minta tolong sama loe." ucap Dara panik.


"Loe tenang dulu, sebenarnya ada apa, kenapa loe panik gitu?" tanya Dika.


"Cerita nya panjang,tapi sekarang gue minta tolong beliin obat penurun panas,gue sekarang lagi di rumah Syila." ucap Dara.


"Hah,siapa yang sakit?" Dika terlihat panik.


"Nanti gue ceritain, sekarang cepet loe kesini, jangan lupa beli obat dulu." ucap Dara, kemudian mematikan sambungan telepon nya.


Dika tampaknya juga ikut panik,ia pun segera pergi ke rumah Syila,ia juga mampir dulu ke apotek untuk membeli obat penurun panas.


Di sepanjang jalan,Dika tak bisa tenang, pikiran nya ke mana mana,ia takut apa yang ia pikirkan benar kalau ternyata Syila yang sedang sakit.


Beberapa saat kemudian,ia sampai di depan rumah Syila,ia pun segera berlari masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu karena saking paniknya.


"Dara,Syila, kalian di mana?" teriak Dika.


"Kita di kamar,loe masuk aja!" ucap dara sedikit berteriak.


Dika pun segera berlari ke kamar Syila,ia langsung masuk karena kamar nya tidak di tutup.


"Syila kenapa Ra?" tanya Dika panik.


"Gue juga gak tau apa yang terjadi sebenarnya,tadi saat gue kesini,Syila udah ada di kamar mandi, terus pingsan,gue tadi buru buru gantiin dia baju, karena pakaian nya basah semua,tapi setelah sadar dia malah menggigil dan badan nya panas banget gini." ucap Dara.


"Ya udah sekarang tolong kasih dia obat dulu, semoga aja panas nya turun." ucap Dika.

__ADS_1


Dika membantu Syila untuk duduk,lalu dara membantu nya meminum obat,setelah beberapa menit kemudian,panas nya turun dan Syila pun tertidur.


"Alhamdulillah, panas nya udah turun,gue panik banget tadi, untung loe telpon." Dara menghembus kan nafasnya.


"Sebenarnya tadi gue yang anterin Syila pulang kesini?" ucap Dika.


"Hah, maksud loe?" Dara masih belum mengerti.


"Tadi gue ketemu Syila di pinggir jalan Deket terminal,dia kayaknya lagi nunggu kendaraan,hmm gue awalnya agak ragu buat ajak dia, jujur aja gue masih canggung buat berhadapan langsung sama dia,tapi gue juga kasian liat dia kayaknya kebingungan,dan akhirnya gue anterin dia pulang." ucap Dika.


"Terus,loe anterin dia sampai sini kan?"tanya dara lagi.


"Iyah,tapi saat di perjalanan,gue lihat kayaknya dia lagi ada masalah,tapi gue gak enak buat nanya, pokonya setelah nyampe sini gue langsung pergi,gak tau lagi apa yang terjadi." ucap Dika menjelaskan.


"Ya ampun Syil, sebenarnya apa sih yang terjadi sama loe, kayaknya masalah ini cukup berat, sampe sampe cewek sekuat loe bisa terpuruk seperti ini." ucap Dara melihat ke arah Syila.


"Ra, kayaknya gue pulang dulu deh,gue gak enak kalau harus nginep di sini,nanti besok gue balik lagi kesini, kebetulan besok hari Minggu, jadi gue gak ngajar,loe juga libur kan besok?,semoga aja Syila nanti cerita sama loe." ucap Dika.


"Iyah,gue titip Syila sama loe yah," Dika pun melangkah pergi keluar untuk pulang.


***


Pagi pagi sekali,Eza mengetuk kamar di sebelahnya,ia ingin mengecek keadaan Syila, karena semalam Syila tak mau berbicara dengan nya.


"Syil,buka Syil,kita harus bicara..." ucap Eza lirih.


Namun beberapa kali Eza mengetuk pintu nya pun,Syila tak juga keluar dari kamar tersebut,saat Eza Sedang cemas dengan keadaan Syila,ada seorang housekeeping yang datang ke arah kamar Syila.


"Bapak Sedang apa di sini,apa ada yang bisa saya bantu?" tanya orang itu.


"Saya ingin menemui Seseorang yang ada di dalam kamar ini mba,tapi saya ketuk pintu nya beberapa kali,tak juga di buka,saya khawatir dia kenapa napa,mba bisa bantu saya?" ucap Eza.

__ADS_1


"Mohon maaf pak, orang yang menginap di kamar ini sudah cek out tadi malam," ucap orang tersebut.


"Hah,apa mba nggak salah informasi." ucap Eza terkejut.


"Tidak pak,ini saja saya mau membersihkan kamar ini, kalau bapak tidak percaya,bapak bisa tanyakan resepsionis di depan." ucap orang tersebut.


"Baik kalau begitu, terimakasih banyak mba." ucap Eza yang langsung berlari ke arah lift,ia akan menanyakan langsung ke pihak resepsionis.


Sesampainya di sana,Eza segera menanyakan nya,ia masih belum percaya,Syila pulang terlebih dahulu ke Jakarta.


"Mba saya mau bertanya?" ucap Eza.


"Boleh pak,ada yang bisa saya bantu?" ucap resepsionis tersebut dengan ramah.


"Apa benar, wanita yang bersama saya kemarin itu check out semalam?" tanya Eza memastikan.


"Saya cek dulu yah pak... eemm atas nama mba Arsyila memang benar,semalam ia check out sekitar pukul tujuh malam," ucap resepsionis tersebut.


"Syila, kenapa kamu nekat pulang sendiri, bagaimana keadaan kamu sekarang?" gumam Eza,ia khawatir dengan keadaan Syila.


"Kalau begitu terimakasih mba, sekarang saya juga mau check out,saya ambil barang barang saya dulu setelah itu saya balik lagi kesini." ucap Eza.


"Baik pak,akan saya proses." ucap resepsionis tersebut.


Eza langsung mengambil barang barang nya, setelah selesai melakukan pembayaran, selanjutnya dia mengendarai mobilnya menuju pulang.


Saat di perjalanan,Siska sempat menelepon nya,ia meminta kepada Eza untuk pulang secepatnya karena Siska masih demam, akhirnya Eza menurutinya, walaupun pikiran nya Sedang kacau saat ini.


Awalnya Eza berniat ke rumah Syila terlebih dahulu, untuk melihat keadaan nya,namun sepertinya Siska juga sedang membutuhkan nya,Eza pun jadi bingung dengan semua yang telah terjadi padanya.


Di satu sisi ia sangat mencintai istrinya,namun di sisi lain ia juga harus bertanggung jawab atas kesalahannya,ia pun belum mengetahui,kapan ia akan berbicara pada Siska tentang kejadian antara dia dengan Syila.

__ADS_1


Eza tak mau membuat Siska sedih dan kecewa akibat kesalahannya,namun ia juga tak mau Syila sampai menderita akibat perbuatannya, apalagi Eza telah merenggut hal yang paling berharga buat seorang wanita.


__ADS_2