Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
24.Lembur


__ADS_3

Melihat Syila yang berjalan di belakangnya,Eza pun merasa tak enak, karena walaupun ia atasannya ia sudah menganggap Syila sebagai temannya, tiba-tiba Eza menghentikan langkahnya.


"Kenapa berhenti pak,apa ada yang tertinggal di tempat tadi??"Ucap Syila heran


"Eemm, kenapa kamu berjalan di belakang saya terus??"Tanya Eza


"Bapak kan atasan saya,saya gak enak kalau harus jalan berdampingan sama bapak"ucap Syila bicara dengan terbata bata


"Tapi....??"Eza memotong ucapan nya


"Tapi kenapa pak??"Syila merasa heran


"Kalau di luar kantor kamu bisa anggap saya sebagai teman,tak perlu canggung seperti itu,sini jalan di samping saya"Eza menarik tangan Syila perlahan


"Tapi pak..??"Syila menggigit bibir bawahnya,ia merasa tak enak, apalagi saat ini jantungnya berdetak lebih kencang saat Eza memegang tangan nya.


"Maaf,saya tidak bermaksud apa apa"Ucap Eza saat menyadari kalau ia memegang tangan Syila, dengan cepat Eza pun melepaskan tangannya


("Loe udah gila yah za,ingat loe udah punya istri)"Batin Eza


Entah kenapa Eza pun merasa aneh dengan sikap nya,ia sepertinya mulai nyaman bersama dengan sekertaris nya ini.


Mereka pun jalan berdampingan sampai di depan kantor,namun saat memasuki kantor,Syila kembali berjalan di belakang Eza,ia tak mau staf lain berfikir macam macam terhadap mereka.


***


Siang ini Siska baru saja pulang dari habis mengajar,ia sangat lelah hari ini Makanya ia memutuskan untuk tidur beristirahat di kamar nya.


Namun saat siska memasuki rumah, ibu Ani tak mengetahuinya karena ia pergi ke pasar untuk membeli keperluan dapur yang sudah habis.


Siska dan Eza sengaja memberikan uang yang cukup besar untuk keperluan dapur dan lainnya kepada ibu Ani,namun ibu Ani sengaja untuk mengatur keperluan dapur karena ia tau anak dan menantunya sama sama bekerja,jadi ia yang mengatur keuangan dapur dan pekerjaan rumah tangga rumah dengan dibantu juga oleh Siska.


Tapi sebenarnya bukan berarti Siska dan Eza tak bisa menyewa asisten rumah tangga,tapi ibu ani sendiri yang ingin melakukan nya, walaupun sebenarnya Siska dan Eza merasa keberatan dengan keputusan ibu Ani tersebut.


Ibu Ani baru saja pulang dari pasar,ia melihat sepatu Siska sudah berada di rak depan,ia pun langsung masuk ke dalam,namun ketika ia masuk, rumah sangat sepi tak ada suara atau apa pun di dalam nya.


"Kok sepi, bukannya Siska udah pulang yah"Ucap ibu Ani sambil menutup kembali pintu nya

__ADS_1


Karena penasaran,ibu Ani pun menghampiri kamar Siska yang ternyata pintunya sedikit terbuka, dilihat nya Siska sedang tidur,ibu Ani pun menutup pintunya pelan pelan,ia mengerti mungkin anaknya kelelahan.


Sore hari pun tiba,Siska bangun dari tidurnya, kemudian ia mandi, setelah itu ke luar kamar karena seperti nya ia sudah mulai lapar.


Dilihatnya ibu Ani sedang menonton TV di ruang keluarga,Siska pun menghampiri nya,"Kenapa ibu gak bangunin Siska"Ucap Siska dengan manja


"Ibu gak mau ganggu kamu sayang,kamu pasti lelah"Ucap ibu Ani sambil mengelus rambut anak kesayangan nya


"Hmmm,mas Eza belum pulang yah Bu??"Siska melihat ke depan halaman


"Belum, mungkin masih di jalan atau mungkin lembur,apa dia gak nelpon??"Tanya ibu balik


"Siska belum ngecek handphone Bu"Ucap Siska


"Ya udah mending sekarang kamu makan dulu,tadi gak makan siang kan,ibu udah masak tadi,ibu juga udah pisahin buat suami kamu,gih makan pasti abis bangun tidur lapar kan??"Ibu mencubit hidung putri nya


"Iyah sih Bu,tapi Siska gak enak kalau makan duluan, mending nungguin mas Eza aja dulu"Ucap Siska


"Takutnya suami kamu pulang malam, mending sekarang makan dulu aja, kalau nanti suami mu pulang,kamu temenin lagi dia makan kalau kamu gak enak"Ibu Ani memberikan saran


"Eemm ya udah tapi sama ibu yah makannya !!"Siska menarik tangan ibu Ani


***


Sedangkan di tempat lain,Eza masih sibuk dengan pekerjaan nya,ia tadi sempat menelepon Siska untuk memberi kabar bahwa ia akan lembur malam ini, namun tak ada jawaban.


Melihat Syila yang seperti nya sudah lelah menemani nya lembur,Eza pun merasa kasihan.


"Syil,lebih baik kamu pulang aja sekarang,saya masih bisa hendle sendiri,kamu kelihatan cape"Eza melihat ke arah Syila


"Gak papa pak,saya masih bisa kok, lagian ini sudah menjadi tugas saya,"Jawab Syila sambil tersenyum


"Kamu yakin mau lanjutin??"Eza merasa cemas


"Iyah pak, lagian besok kan hari Minggu,jadi saya bisa istirahat sepuasnya"Jawab Syila sambil tersenyum


"Tapi kan kamu bisa aja ngerjain nya nanti, lagian ini bukan kerjaan yang mendesak kan??"Eza memberi saran

__ADS_1


"Hmmm gini yah pak,kalau kerjaan saya selesai hari ini,berarti saat hari Senin saya masuk kerja lagi, pekerjaan saya tidak menumpuk,jadi saya bisa ngerjain nya dengan santai,benar kan??"Syila menebarkan senyum manisnya


"Saya kagum sama pemikiran kamu,"Eza mengagumi cara berpikir Syila


Syila tersenyum mendengar perkataan Eza,hati nya berbunga bunga saat ini.


"Syil,saya keluar sebentar yah"Eza bangun dari tempat duduknya


"Iyah pak, silahkan"Ucap Syila


Eza pun melangkah menuju ke luar ruangan,ia berniat membeli kopi di cafe sebelah untuk nya juga Syila,saat sampai di cafe tersebut,Eza memesan dua kopi panas yang cocok untuk malam hari seperti ini.


Saat Eza sedang menunggu pesanan nya datang, tiba-tiba ponselnya bergetar,Eza pun merogok ponsel di saku celana miliknya.


Drt drt drt


"Halo sayang??"Ucap Eza setelah mengangkat telponnya


"Halo mas,maaf yah tadi aku sedang tidur jadi tidak mengangkat telpon dari kamu??,"Ucap Siska di balik telpon


"Gak papa sayang"


"Ohh Iyah,kamu kok belum pulang sih mas"Tanya Siska


"Malam ini mas lembur sayang, makanya tadi mas telpon kamu,"


"Hmmm,pasti pulang malem yah??"


"Iyah,kamu makan duluan aja yah,gak usah nunggu mas,takut mas masih lama di sini"


"Iyah mas,ya udah aku tutup yah telponnya,mas nanti hati hati pulangnya,bye mas !!,"


"Iyah,bye sayang,??" Eza mematikan sambungan telepon nya


Saat Eza selesai menelpon, pesanan nya pun sudah jadi,ia pun kembali lagi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.


Eza membuka pintu ruangan nya,ia melihat Syila yang masih sibuk dengan pekerjaannya,Eza pun menghampiri meja kerja Syila.

__ADS_1


"Ini ada kopi buat kamu,??"Eza tersenyum


__ADS_2