
"Kami sangat senang bisa bekerjasama dengan perusahaan anda Mr," Ucap Eza
"We also,anda sangat beruntung mempunyai sekertaris seperti Syila ini, selain cantik ternyata dia juga sangat cerdas dan kompeten,saya sangat puas dengan kinerja nya yang tidak setengah setengah," Mr.Jordi menunjuk ke arah Syila sambil memuji Syila
"Yah,saya rasa saya sangat beruntung Mr, kinerja nya tidak bisa di ragukan lagi,"Ucap Eza dengan terang terangan memuji Syila lagi
"Terimakasih,"Syila tersenyum mendengar perkataan mereka, Syila sangat senang di puji oleh keduanya, apalagi Eza dari tadi terus saja memuji nya juga
"Sekarang,mari kita menyantap hidangan yang sudah saya pesan,saya juga sudah menyediakan wine untuk kita,mari kita rayakan keberhasilan kerja sama ini sama sama,"Ucap Mr.Jordi
Eza dan Syila tampak nya sedikit bingung, karena mereka berdua belum pernah meminum minuman beralkohol Sebelum nya,namun jika mereka menolak ia takut mr.jordi akan salah paham,dan mengira mereka tidak menghargai nya.
"Saya tidak minum Mr.,maaf sebelumnya." ucap Eza
"Hanya malam ini saja,ini sebagai perayaan kita." ucap Mr.jordi.
"Baiklah." jawab Eza dengan ragu
Eza sebenarnya tidak mau,namun lagi lagi Mr.jordi tak mau meminum itu sendirian, karena tadi Syila sempat menolak juga, sedangkan Syila tak meminum nya.
Saat perayaan itu selesai,kini Mr.jordi pulang terlebih dahulu, sedangkan Syila sedang kebingungan karena Eza yang terlihat mabuk, akhirnya Syila yang membawa mobil,memapah Eza yang tidak bisa mengendalikan diri nya.
Di dalam perjalanan, beberapa kali Syila menengok ke arah belakang,dimana Eza sedang berbaring di kursi belakang, sebenarnya ini yang di takutkan Syila ketika tadi ia menolak untuk minum,ia membayangkan bagaimana kalau mereka dua dua nya mabuk seperti ini,Mr.jordi mungkin saja sudah terbiasa dengan minum alkohol sehingga ia bisa lebih mengontrol dirinya,berbeda dengan Eza yang baru pertama kali mencobanya.
Sekitar satu jam berlalu,kini mereka sampai di depan kamar hotel,Syila memapah Eza dari bawah, untung saja Syila memiliki cukup tenaga untuk membawanya.
Syila membuka kamar hotel, setelah itu menghempaskan tubuh Eza di atas tempat tidur,Eza terlihat ketawa ketawa sendiri, karena masih terpengaruh oleh alkohol.
__ADS_1
"Aduh gimana ini yah,aku tinggalin sendiri di sini gak papa kali." Syila bingung
Saat Syila bangkit dari duduknya, tiba-tiba Eza menarik tangan nya, sehingga kini Syila berada di atas tubuh Eza.
"Mau kemana sayang,jangan pergi,temani aku di sini,hahaha!." Eza terus mengoceh dari tadi
"Aduh pak,saya mau keluar pak." ucap Syila mencoba untuk melepaskan pelukannya.
Namun pelukan Eza terlalu erat, sehingga Syila sulit untuk melepaskan nya, beberapa kali Syila memberontak tapi tetap saja tidak bisa.
"Aku sangat mencintaimu sayang." Ucap Eza sambil menatap wajah Syila yang berada di atas tubuh nya.
Seketika Syila merasa ada desiran aneh yang merasuki tubuh nya, hatinya bahagia saat Eza berkata kalau ia mencintai nya,saat ini manik mata keduanya saling bertatapan, walaupun dengan tatapan mata Eza yang kosong.
("Apakah memang benar,kata itu dia ucapkan untuk ku?.") Batin Syila menerka nerka
"Jangan pergi,aku tak mau sendiri!." ucap Eza
Eza semakin tak bisa mengendalikan tubuhnya,kini ia melepaskan satu persatu kancing kemeja milik Syila,kini Eza merem*s bukit kembar milik Syila yang belum tersentuh oleh seorang pria pun,dan di hisap rakus oleh Eza yang tidak bisa menahan dirinya, sehingga Syila mengeluarkan suara yang semakin membuat Eza bergairah.
"Ah... pak jangan ah... " Syila Mendes*ah
Kini Eza melucuti semua pakaian yang menempel di tubuh Syila,syila tampak semakin menggeliat ketika Eza memainkan jarinya ke bagian sana,kini Syila merasa ada yang keluar dari sana.
Kini keduanya saling bersahutan, Terdengar jelas erangan nikmat dari ruangan yang cukup besar itu,kini Syila terlihat menahan air matanya ketika Eza akan memulai aksinya, beberapa kali Eza coba melakukan nya,Eza terus menghentak hentakan pinggulnya, sampai akhirnya mereka sampai pada puncaknya.
Syila menarik selimut untuk menutupi tubuh nya, tiba-tiba ia mengeluarkan air matanya,ia tak menyangka akan melakukan ini dengan bos nya sendiri,ia bingung harus bagaimana nantinya.
__ADS_1
Tiba-tiba Eza muntah,ia mengeluarkan kembali minuman nya sempat membuat nya tak sadarkan diri tadi,ia mencoba untuk mengingat ingat apa yang terjadi.
Ketika ia membalikkan tubuhnya,ia terkejut melihat ada seorang wanita yang terdengar Sedang menangis membelakangi nya,ia benar benar masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Syila... " Panggil Eza tak percaya
Sedangkan Syila hanya terus menangis,ia tak tau harus bagaimana.
"Apa yang sudah kita lakukan,apa yang sebenarnya terjadi, tolong jelaskan!." Eza terduduk melihat Syila yang sedang menangis.
"Kenapa kamu diam saja,apa yang telah saya lakukan,kita tidak melakukan nya kan?." Eza terus menanyakan pada Syila,namun Syila masih saja diam membisu,ia hanya menangis.
Seketika Eza melihat ada bercak darah di seprai berwarna putih itu,ia mengerti sekarang,ia telah merenggut kesucian sekretaris nya itu,ia merasa bersalah,tidak seharusnya ia melakukan itu, apalagi dengan begitu ia juga berarti sudah menghianati istri nya walaupun ia melakukan nya tanpa sadar.
"Maafkan saya Syila... " ucap Eza lirih,ia membalikkan tubuh Syila.
"Hiks hiks hiks," Sedangkan Syila hanya menangis.
("Maafkan mas Siska,mas telah menghianati cinta kita") batin Eza
"Maafkan aku Syila,aku janji akan bertanggung jawab,atas apa yang sudah aku lakukan." ucap Eza memeluk Syila,ia mencoba untuk menenangkan gadis yang telah ia renggut kesuciannya.
"Aku juga bersalah, karena tidak bisa menolak nya." ucap Syila, tubuhnya bergetar sambil terus menangis.
"Mungkin ini memang salah kita berdua,tapi aku akan mencoba untuk bertanggung jawab,aku akan berbicara dengan istriku nanti." ucap Eza
Deg
__ADS_1
Syila terkejut mendengar Eza mengatakan kalau ia sudah memiliki istri, kalau saja ia tahu dari awal ia akan mencoba sekeras mungkin untuk menolaknya tadi,ia tak akan terbuai oleh ucapan Eza yang mengatakan kalau ia mencintai nya.
("Jadi ucapan tadi itu,untuk istrimu, sepertinya aku terlalu percaya diri,aku memang bodoh sudah berpikir kalau kau memang mencintai ku.") Batin Syila.