Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
55.Pedekate


__ADS_3

Ada sesuatu yang mau gue omongin." ucap Siska.


"Hah,apa?" Rani khawatir.


"Santai santai,loe kenapa sih parno gitu,hehehe" Siska tertawa kecil.


"Gue tuh khawatir sama loe sis,jadi gue takut ada apa apa sama loe." ucap Rani.


"Sebelum nya makasih kalau loe udah perhatian sama gue,tapi di sini gue mau ngomong tentang loe,bukan soal gue." ucap Siska.


"Hah gue,emang kenapa sama gue?" ucap Rani heran, karena dia merasa tidak kenapa napa.


"Gini,loe ingat gak cowok yang tempo hari datang ke pemakaman ibu waktu itu?" tanya Siska.


"Eemm yang datang berdua itu?" ucap Rani.


"Yaps betul." jawab Qiaraa.


"Apa urusannya sama gue Siska?" tanya Rani.


"Santai dong,gue kan belum selesai ngomong nya,eemm jadi gini,salah satu dari mereka ada yang minta nomor loe,kasih nggak nih, soalnya minta nya ke gue." ucap Siska.


"Yang mana?" tanya Rani.


"Rehan." ucap Siska.


"Eemm,kasih nggak yah?" Rani pura pura mikir.


"Cepetan,dia nungguin Ran, tadinya gue mau kasih langsung tapi gue gak enak sama loe." ucap Siska.


"Ya udah Iyah boleh." ucap Rani.


"Oke, kalau gitu gue tutup yah telponnya,bye Rani." Siska langsung mematikan sambungan telepon nya.


"Dasar,main di matiin aja telponnya." ucap Rani sedikit kesal.

__ADS_1


Di tempat lain,Rehan yang sedang menunggu kabar baik tampak nya masih memutar mutar kursi nya sambil melihat ke langit langit,saat ia mendapatkan notifikasi pesan masuk,ia pun langsung membuka pesan tersebut.


"Yes, akhirnya dapat nomor nya juga, untung gue pintar, inisiatif buat lihat nomor handphone Siska di data pasien, tenang aja bang,gue gak perlu bantuan loe, huhu." Rehan tertawa penuh kemenangan,ia tak menyangka ide nya bisa membuahkan hasil.


Rehan sangat senang akhirnya ia mendapatkan nomor Rani, gadis yang sedang ia incar itu,tanpa pikir panjang ia pun langsung mengirimkan pesan chat kepada Rani,tak perlu menunggu lama, pesan nya pun langsung di balas hingga mereka saling bertanya agar lebih mengenal satu sama lain.


***


Siang berganti malam,Rani baru saja selesai mengerjakan tugas nya,hari ini ia lembur sehingga sekitar jam tujuh malam baru selesai mengerjakan semua tugas nya.


"Akhirnya selesai juga." Rani membereskan barang-barang nya, setelah itu ia berjalan untuk pulang.


Hari ini Rani tak membawa mobil,namun ia sudah memesan taksi online untuk pulang,saat ia sedang menunggu taksi online nya, tiba tiba sebuah mobil berhenti persis di depan nya.


Rani terkejut saat seseorang keluar dari mobil tersebut, seorang pria itu tersenyum ke arah nya dan lalu menghampiri nya.


"Hai,mau pulang?" ucap pria tersebut.


"Ka-kamu kok tau aku kerja di sini?" tanya Rani gugup.


"Tadi kamu kan yang ngasih tau,masa udah lupa,atau jangan-jangan kamu juga tiba-tiba lupa kalau tadi siang kita chattingan." ucap pria tersebut.


Karena itu, Rehan pun inisiatif untuk menjemput nya, karena ia ingin semakin dekat dengan gebetan nya itu,namun sepertinya Rani lupa kalau tadi ia sudah memberi tahu di mana ia bekerja, sehingga ia terkejut saat melihat Rehan sudah ada di depan nya.


"Maaf saya lupa,eemm terus kamu ngapain ke sini?" tanya Rani.


"Sengaja mau jemput kamu." ucap Rehan sambil tersenyum.


"Tapi saya sudah pesan taksi online, mungkin sebentar lagi sampai." ucap Rani.


Baru saja Rani selesai mengatakan bahwa ia sudah memesan taksi online, setelah ia mengatakan nya tiba-tiba datang sebuah mobil berwarna silver yang berhenti di depan mobil Rehan.


"Dengan Mba Rani?" tanya supir tersebut, mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.


"Iyah betul pak." jawab Rani,ia pun melangkah ke arah mobil tersebut.

__ADS_1


"Maaf pak,dia nggak jadi mesen taksi nya,tapi bapak nggak usah khawatir,saya yang akan bayar ongkos nya,berapa pak?" Rehan menghampiri mobil itu terlebih dahulu.


"Seratus lima belas ribu mas." ucap supir tersebut.


"Ini pak, kembalian nya ambil aja, makasih yah pak." Rehan memberikan dua lembar uang kertas berwarna merah pada supir tersebut.


"Iyah mas, makasih yah." Supir itu tersenyum bahagia menerima uang dari Rehan, tanpa pikir panjang ia pun langsung melaju kan mobilnya, pergi dari tempat tersebut.


"Kok di suruh pergi sih." ucap Rani, melihat mobil taksi yang di pesan nya pergi setelah Rehan berbicara dengan supir nya.


"Sudah saya bilang,saya yang akan mengantarkan mu pulang." Rehan tersenyum melihat Rani yang kebingungan. "Ayo." Rehan membuka pintu mobil untuk Rani,mau tidak mau Rani pun masuk ke dalam mobil tersebut.


Saat di perjalanan,Rani tak mengatakan sepatah katapun, sepertinya ia masih malu dengan pertemuan keduanya ini,ia pun tak menyangka Rehan akan secepat ini menemui nya,padahal baru siang tadi mereka memulai berkirim pesan.


"Eemm kamu udah makan?" tanya Rehan,Rani pun menggeleng karena memang ia belum makan.


"Kebetulan sekali,saya juga belum makan,eemm bagaimana kalau Sebelum saya mengantarkan pulang,kita makan dulu." ajak Rehan,ini kesempatan nya untuk semakin dekat dengan Rani,ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, karena ia pun ingin sedikit lebih lama bersama nya.


"Apa nggak merepotkan?" tanya Rani merasa tak enak.


"Nggak,kan tadi saya bilang, kalau saya juga belum makan." ucap Rehan.


"Ya udah boleh." ucap Rani.


("Alhamdulillah,akhirnya dia mau juga, sepertinya rencana gue berjalan dengan lancar,otw halalin ini mah.") batin Rehan.


Rehan mengajak Rani makan di sebuah restoran bintang lima,Rani sangat terkesan di bawa makan di tempat seperti itu,Rani berpikir sepertinya Rehan bukan pria sembarangan,ia jadi penasaran ingin bertanya langsung pada Siska tentang Rehan, karena ia malu kalau harus bertanya langsung pada laki-laki di depan nya ini.


"Bagaimana,suka tempat nya?" tanya Rehan.


"Kenapa bawa aku ke tempat seperti ini,aku takut tak bisa membayar nya." ucap Rani sedikit berbisik.


"Tenang aja,biar saya yang telaktir,hihihi" Rehan terkekeh mendengar bercandaan Rani.


Saat mereka sedang makan,mata rani tertuju pada dua orang yang ia kenal sedang makan bersama di meja yang cukup jauh dari tempat nya saat ini.

__ADS_1


Ia terus meyakinkan penglihatan nya, bahwa apa yang dilihatnya tersebut adalah benar benar orang yang ia kenali itu.


"Kamu lagi lihatin apa Ran?" Rehan melihat arah seseorang yang sedang di perhatikan oleh Rani.


__ADS_2