
Saat film akan di mulai,Dara yang duduk di samping Syila sudah membenamkan wajahnya di belakang tubuh Syila,yah,Dara memang sedikit penakut, walaupun sebenarnya dia yang mengajak Syila untuk menonton film horor tapi malah dia yang ketakutan sendiri.
"Ra,loe apa apaan sih, belum juga mulai"Syila berbisik karena takut menganggu yang lain
"Gue takut Syil"Ucap Dara pelan
"Kalau takut, kenapa loe ngajak gue nonton film horor begini??"ucap dara sedikit kesal
"Gue penasaran, soalnya temen temen kantor gue pada ngomongin film ini,gue kan jadi pengen nonton juga,"Ucap Dara sambil menutup matanya
"Terus kalau penasaran, kenapa mata loe di tutup gitu,mana kelihatan filmnya"Ucap Syila pelan
"Gue bisa ngintip di sela sela jari,jadi kalau nanti setan nya muncul,gue bisa buru buru tutup mata gue"Jawaban konyol Dara
Dan benar saja apa yang Syila pikirkan, Dara tak bisa diam saat film sudah di mulai, walaupun Menurut nya film itu tidak terlalu sering sama sekali.
Karena mulai kesal akhirnya Syila mengajak dara untuk keluar dari ruangan tersebut,namun Dara malah tak mau,ia masih penasaran bagaimana akhir dari film tersebut, akhirnya mereka melanjutkan sampai film selesai.
Saat film berakhir,Syila dan Dara antri untuk bisa keluar karena saking banyaknya orang yang menonton.
Saat Syila sedang mengantri,mata Syila tertuju pada seorang orang laki-laki dan perempuan yang sama sama Sedang mengantri untuk keluar, Syila seperti tak asing dengan laki-laki itu.
"Pak Eza bukan yah,tapi sama siapa dia??,"Syila menembak nebak
Saat dia ingin menghampiri nya, tiba-tiba Dara berteriak,"Aw kaki gue ke injek, siapa yang udah menginjak kaki gue woy,??"Ucap Dara membuat Syila kaget
Syila pun membantu memapah Dara karena kaki nya kesakitan,saat Syila memperhatikan kembali dua orang yang tadi ia perhatikan, ternyata mereka sudah tak ada di jangkau nya.
"Ah loe sih Ra,??"Syila terlihat kesal sambil melihat sekeliling
"Loe kenapa jadi marah sama gue,??",Ucap Dara heran
"Tadi itu gue liat,eemm udahlah mungkin juga bukan dia orang nya,"Syila menghembus kan nafasnya
"Siapa,loe kenapa sih kayak orang bingung gitu,??"Syila masih heran dengan sahabat nya ini
"Gak papa,ayo kita balik aja,kaki loe masih sakit gak,??,"Ucap Syila mengalihkan pandangan nya
"Nggak terlalu,"Ucap Dara sambil menghentak kan kakinya
__ADS_1
Akhirnya mereka melanjutkan langkahnya,dan memutuskan untuk pulang karena kaki Dara yang agak sakit.
Sementara di tempat yang sama,dua orang yang baru saja membeli sebuah eskrim sedang bercanda sambil tertawa-tawa bersama, mereka sedang menikmati indahnya kebersamaan.
"Mas jail banget sih,"Ucap Siska sambil mengelap eskrim di hidungnya karena ulah sang suami
"Kalau gak jail gak asyik dong, hehehe"Sahut nya membela diri
"Udah ah capek ketawa mulu,kita duduk di sana yukk,!! Siska menunjuk sebuah bangku
Eza pun mengekor dari belakang, kemudian ikut duduk di samping nya.
"Gimana tadi filmnya,seru gak??,Tanya Eza
"Lumayan lah,tapi gak sesuai ekspektasi,"jawab Siska
"Maksud nya,??,tanya Eza heran
"Kurang serem filmnya,"Ucap Siska
"Bilang aja kalau mau nonton film yang serem biar bisa meluk meluk mas nanti,hahaha,"Eza tertawa
"Hehehe,ya udah lain kali kita nonton film yang lebih serem yah,"Eza mencubit hidung Siska
"Eemm mas,aku lapar nih,kita cari tempat makan yuk,!!,Ajak Siska
"Boleh,mau makan sayang,??,Tanya Eza sambil berjongkok
"Apa aja,"Ucap Siska tersenyum
Karena Siska sudah lapar, akhirnya mereka makan di sebuah restoran yang ada di mall tersebut, mereka memesan menu yang sekiranya cocok untuk siang hari seperti ini.
Saat mereka sedang menunggu makanan datang, terlihat dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan keduanya,saat ia memperhatikan cukup lama akhirnya ia menghampiri mereka.
"Boleh saya bergabung,??"Ucap Dika sambil tersenyum
"Eh,pak Dika ada di sini juga, boleh pak silakan,!!" ucap Siska terkejut
"Terimakasih,"Dika langsung duduk
__ADS_1
"Eh Iyah mas,kenalin ini pak Dika,guru olahraga yang mengajar di sekolah yang sama dengan ku,dan pak Dika, kenalin ini mas Eza,suami saya,"Siska memperkenalkan keduanya,
"Dimas, Dika,"Ucap keduanya satu persatu sambil berjabat tangan
Dari gelagat nya, sepertinya Eza tak suka dengan kehadiran Dika di sana, terlihat dengan tingkah nya yang kurang bersahabat.
"Pak Dika udah pesan makan belum,??"Tanya Siska ramah
"Belum, kalian udah??,tanya Dika balik
"Udah,tapi belum datang,mau di pesankan sekalian pak,??"Tawar Siska
"Gak usah, biar saya aja yang pesan,"Ucap Dika sambil tersenyum dan langsung memanggil waiters dan memesan makanan nya.
"Oh,Iyah pak Dika lagi ngapain sendiri di sini,atau ada keperluan,??"Tanya Siska penasaran
"Cuma lagi jalan jalan aja,bosan di rumah,??"Jawab Eza
"Oh, makanya cepet cari pacar dong biar ada temen jalan, hihihi,"Siska terkekeh
"Sebenarnya sempet ada sih orang yang saya sukai,eh tapi malah nikah duluan sama orang lain, Hihihi,"Ucap Dika menyindir Siska yang sempat menolak dirinya, sedangkan Siska nampak salah tingkah dengan ucapan Dika kala itu
Yah,dulu sebelum Siska menikah dengan Eza,Dika sempat mengutarakan perasaannya,namun saat itu Siska menolak nya Karena ia sudah berpacaran dengan Eza dan akhirnya mereka menikah.
Namun walaupun begitu, hubungan antara keduanya masih berjalan baik, mereka mencoba untuk lebih dewasa menanggapi nya,karena mereka menganggap kalau mungkin bukan jodoh nya, walaupun tak bisa di pungkiri kalau Dika sempat kecewa kala itu.
Melihat keakraban antara Siska dan Dika,Eza sepertinya tidak suka, apalagi saat ucapan Dika tadi yang membuat Siska seolah olah salah tingkah,jadi wajar saja Eza mengetahui kalau yang di bicarakan dika adalah Siska yang menikah dengan nya.
Seperti nya Eza cemburu dengan kedekatan keduanya,dari tadi saat Siska dan Dika berbincang,ia hanya memainkan ponselnya sambil sesekali memperhatikan keduanya dengan jengah.
"Mas,kok diem aja sih,??"Tanya Siska berbisik ke telinga Eza
"Terus,mas harus bagaimana,??"Ucap Eza seperti kesal
Melihat kedua orang di depannya sedang berbisik bisik, sepertinya Dika jadi tak enak karena sudah bergabung dengan mereka,Dika takut suami Siska akan salah paham dengan apa yang mereka bicarakan.
"Ohh,Iyah,pak Eza kerja di mana??"Tanya Dika mencoba bersahabat
Siska melihat Eza yang tak menjawab pertanyaan Dika, kemudian Siska menyenggol tangan Eza dengan sikut nya karena tak enak dengan Dika.
__ADS_1