Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
71.TAMAT


__ADS_3

"Tapi kenapa,bukankah kau mencintaiku,dulu kau memberikan ku pilihan,antara kau dan Syila, ternyata waktu itu aku salah memilih dan sekarang aku memilih mu." Eza memegang tangan Siska.


"Hahaha,kau ini lucu mas, apakah kau tidak malu mengatakan itu terhadap ku." Siska menatap tajam ke arah Eza. "Kau sendiri yang memilih nya,jadi kalau dia meninggalkan mu itu sudah bukan urusan ku lagi." ucap Siska.


"Tapi aku akan berubah,aku berjanji tidak akan menghianati mu lagi,aku mohon kembali lah padaku." Eza berlutut.


"Aku tidak mau mas,aku tidak bisa memperbaiki kaca yang sudah hancur berkeping keping hanya karena sebuah kata janji,jadi aku mohon, pergilah! kau cari kebahagiaan mu sendiri, karena aku sudah tak ingin lagi berurusan dengan mu,ku harap kau paham dengan apa yang aku ucapkan." Siska berjalan ke dalam rumah,meninggalkan Eza yang masih berlutut.


"Apa semua ini karena laki laki itu,dia yang sudah merebut mu dariku." Eza menunjuk ke arah Dika yang sejak tadi memperhatikan mereka.


Siska menghentikan langkahnya,ia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Eza. "Bukan dia yang merebut ku,tapi kau yang memberikan jalan agar aku bersama nya,ingat mas,dia jauh lebih baik dari pada kamu,bahkan dia rela menunggu ku hanya untuk hidup bersama nya,dan kau harus tau,aku akan menikah dengan mas Dika secepatnya, semoga kau menemukan kebahagiaan mu tanpa harus mengganggu hidup ku lagi." Siska pun menutup pintunya,ia sudah tak ingin lagi berdebar dengan nya.


Sedangkan Eza,hatinya hancur saat Siska menutup pintu rumahnya, sedangkan di dalam ada seorang laki-laki yang Siska bilang akan menjadi pendamping hidup nya.


"Hidup ku hancur sekarang,aku tak punya siapa siapa lagi." Eza pun bangkit,lalu ia berjalan pergi dari tempat tersebut.


Sementara di dalam,Dika menghampiri Siska yang sedang berdiri di balik pintu. "Kamu tidak apa apa kan?" tanya Dika khawatir.


"Nggak papa,aku hanya tidak ingin dia menggangu ku lagi, semuanya sudah beres." ucap Siska.


"Syukurlah kalau begitu." ucap Dika.


***


BEBERAPA HARI KEMUDIAN


Hari ini adalah hari pernikahan Siska dan juga Dika,mereka tampak sangat serasi saat sedang berada di pelaminan.


"Ya ampun,kamu cantik banget hari ini Siska,semoga pernikahan kalian langgeng yah,aku akan selalu mendoakan,cepet nyusul bikin temen buat Zayn, hehehe." Rani terkekeh,saat mengucapkan selamat di pelaminan.

__ADS_1


"Semoga bisa, minta do'a nya saja, semoga bisa cepat menyusul." ucap Siska sambil tersenyum.


"Aku akan selalu mendoakan mu." ucap Rani, memeluk sahabatnya itu.


Pesta pernikahan nya pun cukup meriah,banyak tamu undangan yang datang, mereka tampak sangat bahagia dengan pernikahannya ini.


Sampai akhirnya,pesta pun selesai,kini mereka memasuki kamar pengantin yang sudah di sediakan,Siska dan Dika begitu gugup saat mereka masuk, karena walaupun mereka sudah cukup saling mengenal,namun suasana seperti ini jelas sangat berbeda.


"Sayang,mas minta ridho kamu, untuk melakukan kewajiban mas sebagai seorang suami,apa kamu bersedia?" tanya Dika dengan lembut,Siska pun hanya mengangguk sambil tersenyum.


Dika merebahkan tubuh Siska dengan lembut ke atas tempat tidur,ia mengecup kening Siska perlahan, sampai berpindah ke bagian bawahnya,Dika mencium seluruh inci tubuh Siska.


"Aaaaaaah." Siska mengeluarkan suara khas nya.


Dika pun melanjutkan aksinya,hanya dengan tiga kali hentakan pun ia mampu menembus lembah surgawi Milik Siska, sampai akhirnya mereka berdua berhasil melepaskan hasrat nya secara bersamaan,dengan napas yang menggebu-gebu.


"Terimakasih sayang." Dika mengecup kening Siska.


***


Siska tampak nya sangat bahagia pagi ini,ia di kejutkan dengan hasil testpack yang menunjukkan garis dua,saat ia sedang di kamar mandi,ia pun langsung berlari untuk memberikan kabar bahagia ini pada suaminya.


"Mas,mas Dika." Siska berlari ke arah Dika yang sedang berada di balkon.


"Kenapa sayang?" tanya Dika dengan sangat heran melihat istrinya begitu bahagia.


"Ini mas lihat." Siska memberikan hasil testpack nya pada Dika.


"Alhamdulillah,kamu hamil Sayang?" Dika sangat bahagia dengan kabar ini.

__ADS_1


"Iyah mas,aku sangat bahagia,ini adalah kebahagiaan yang sangat aku nanti nantikan,aku sangat bersyukur,Allah memberikan ku keturunan secepat ini,dengan seseorang yang tepat, yang telah Allah berikan padaku,makasih yah mas,selama ini kamu sudah menjadi suami yang sangat baik,aku sangat bersyukur memiliki mu." Siska memeluk Dika.


"Iyah sayang,mas juga sangat bahagia bisa menghabiskan sisa hidup mas bersama kamu." Dika memeluk Siska dengan erat.


"Eemm bagaimana kalau sekarang kita ke rumah sakit,aku ingin memeriksa kan kesehatan calon anak kita." ucap Siska.


"Baiklah,ayo kita bersiap siap." ucap Dika.


Mereka pun bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit, Sepanjang perjalanan mereka sangat senang,namun mereka juga tampak nya sedikit heran karena tiba-tiba jalanan sangat macet,Dika pun bertanya,pada seseorang, Kenapa bisa macet panjang seperti ini.


"Maaf mas,itu di depan ada apa yah?" tanya Dika menurunkan kaca mobilnya.


"Ada kecelakaan mas, lihat saja di internet lagi rame soalnya." ucap pengendara ojek online tersebut.


"Kalau begitu makasih yah mas info nya." ucap Dika yang langsung menutup kembali kaca mobilnya. "Ada kecelakaan katanya sayang,coba kamu cek di media sosial,katanya rame banget." ucap Dika.


"Sebentar mas." Siska pun membuka media sosial nya,ia pun menemukan berita yang sedang ia cari. "Seorang laki laki stress sengaja bunuh diri dari flyover." ucap Siska ia pun melihat beberapa foto orang yang bunuh diri tadi.


"Astaghfirullah mas,ini kan mas Eza." Siska terkejut melihat mantan suaminya saat sedang di rekam oleh seseorang sebelum Eza melompat.


"Kamu nggak salah lihat?" Dika penasaran,ia pun melihat beberapa foto dan video,dan benar saja,itu Eza. "Astaghfirullah,kenapa dia jadi seperti ini,eemm apa kamu mau mas antar untuk melihat nya?" tanya Dika karena ia mengerti walau bagaimanapun Eza pernah menjadi bagian dari hidup istri nya.


"Nggak usah mas,itu sudah bukan urusan ku lagi,mungkin ini adalah takdir nya, walaupun aku tak mau melihatnya lagi,tapi aku akan mendoakan nya setelah sholat ku,aku sudah memaafkan nya,dan aku berharap Allah akan mengampuni semua dosa nya." ucap Siska.


"Mas bangga sama kamu sayang,kamu tidak memiliki dendam terhadap nya." ucap Dika sambil tersenyum.


Takdir hidup manusia tidak ada yang tahu,susah senang hanya Allah yang bisa mengetahui nya,kita sebagai hambanya hanya harus berusaha menjadi orang yang lebih baik, walaupun belum tentu hal yang menurut kita baik,itu baik menurut orang lain.


Kisah hidup ini, memberikan pelajaran bahwa,apa yang kita tanam itulah hasil yang akan kita tuai,jadi berusaha lah untuk menjadi seseorang yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2