Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
42.Saling Mencintai


__ADS_3

"Maafkan aku Syil,sebenarnya ini salah ku, sepertinya aku memang menaruh hati padamu." gumam Eza.


Eza tak bisa membohongi hati nya, kalau ternyata ia mulai menyukai Syila dari lama, kejadian malam itu telah merubahnya,merubah perasaan tertarik itu menjadi sebuah cinta yang terlarang, cinta yang entah dari mana awalnya,namun yang pasti,ada keinginan untuk memiliki nya, karena ia pun sudah jatuh ke dalam lembah surgawi nya.


Eza memutuskan untuk pergi menemui Syila saat pulang kerja nanti, karena saat ini masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan, apalagi tak ada Syila yang membantu nya.


Seharian ini Eza merasa waktu ke waktu begitu lama, mungkin karena ia ingin buru buru menemui Syila,ia ingin tahu bagaimana keadaan Syila saat ini.


.


.


.


.


.


Waktu jam pulang pun tiba,Eza buru buru mengendarai mobilnya menuju rumah Syila,di perjalanan ia sudah tak bisa tenang,ia sangat khawatir dengan kondisi Syila saat ini.


Tak lama kemudian,Eza pun sampai di depan rumah Syila,ia mengetuk pintu rumah tersebut,namun tak ada juga yang membuka nya.


"Aku akan coba telpon lagi." Eza mengambil ponselnya di dalam saku celananya.


Beberapa kali Eza menghubungi Syila,namun sekarang nomor nya malah tidak aktif,ia semakin cemas sekarang,ia mencoba untuk membuka pintu,dan ternyata pintunya tidak di kunci,ia pun memberanikan diri untuk masuk.


"Syila..." panggil Eza.


Sementara di kamar,saat ini Syila sedang beristirahat sendirian,karena tadi pagi Dara harus berangkat kerja karena seharian kemarin menemaninya di rumah.


Syila merasa tidak enak,jika Dara harus bolos kerja karena harus menemaninya,Syila pun merasa cukup sehat saat tadi pagi, karena ia sudah sedikit lega telah meluapkan perasaan nya pada sahabatnya itu.


Namun ketika ia sedang keluar dari kamar mandi,ia mendengar seseorang sedang memanggil nya,ia pun keluar kamar untuk memastikan nya.


Syila terkejut ketika melihat Eza datang menemui nya,saat ini mereka sedang berhadapan, saling menatap satu sama lain.


"Pak Eza..." ucap Syila lirih.


"Maafin saya Syila,saya langsung masuk, soalnya tadi saya ketuk ketuk gak ada yang buka,saya khawatir sama kamu." ucap Eza.


"Silahkan duduk pak." ucap Syila.

__ADS_1


Eza pun duduk di sofa ruang tamu, kemudian keduanya diam, belum ada yang berbicara sepatah katapun,namun Eza membuyarkan keheningan itu.


"Syil." ucap Eza pelan.


"I-iyah." ucap Syila gugup.


"Apa kamu baik baik saja sekarang." ucap Eza khawatir.


"Seperti yang pak Eza lihat,saya baik baik saja sekarang." ucap Syila pura pura tegar.


"Kenapa kamu tidak ke kantor tadi." tanya Eza.


"Saya hanya butuh istirahat,maaf jika saya merepotkan pak Eza karena tidak bisa membantu pekerjaan bapak tadi pagi,eemm saya rasa udah cukup yah pak, kalau tidak ada lagi yang harus di bicarakan bapak boleh pulang." Syila berdiri,lalu ingin kembali ke kamar nya.


"Tunggu!" Eza menarik tangan Syila.


Eza berdiri lalu memeluk Syila dari belakang,Syila terkejut dengan apa yang dilakukan Eza saat ini.


"Lepasin pak,tidak seharusnya kita seperti ini." ucap Syila.


"Saya minta maaf Syil,saya salah,saya mengakui kesalahan saya,jadi tolong, maafkan saya." Eza semakin mengeratkan pelukannya.


Syila tak bisa menahan tangisnya,ia menangis ketika Eza memeluk nya, entah kenapa ia merasa kan kenyamanan saat Eza memeluk nya seperti ini.


"Saya mencintai mu Syila,saya benar benar mencintai mu." ucap Eza dengan lembut.


Syila tak percaya dengan perkataan Eza,Syila tak menyangka Eza akan mengatakan itu padanya, perkataan itu yang membuat Syila tak bisa menolak Eza saat kejadian itu, sekarang Syila mendengar kembali saat Eza sadar,bukan karena pengaruh alkohol seperti saat itu.


"A-apa benar yang barusan saya dengar." ucap Syila melepaskan pelukannya.


"Iyah Syila,saya mencintai mu." ucap Eza sambil menatap wajah Syila.


Syila memeluk Eza kembali,ia sangat bahagia Eza mengatakan itu, perkataan itu sangat berharga bagi nya,tak ada kata yang paling indah selain dari itu.


Setelah mereka mulai tenang,Eza pun mengajak Syila untuk duduk kembali,ia masih belum selesai untuk menjelaskan semuanya.


"Jadi,apa sekarang kamu sudah memaafkan saya?" tanya Eza lembut,Syila pun hanya mengangguk.


"Ada yang ingin saya tanyakan satu hal lagi sama kamu." ucap Eza.


"Apa?" tanya Syila.

__ADS_1


"Apa kamu juga sama mencintai saya?" tanya Eza dengan serius,namun lagi-lagi Syila hanya mengangguk.


Eza kembali memeluk Syila,ia bahagia mendengar Syila juga mencintai nya.


"Lalu bagaimana dengan istri bapak?" tanya Syila pelan pelan.


Deg


Eza teringat dengan Siska, dalam hatinya ia juga tak mau meninggalkan Siska yang sama sama ia sayangi,ia akan memikirkan cara untuk mengatasi masalah ini, sepertinya ia harus memilih salah satu di antara mereka berdua.


"Tentang istri saya,biar saya yang urus,yang penting sekarang adalah sudah tak ada lagi rahasia di antara kita,kita sudah mengungkapkan perasaan kita masing-masing." ucap Eza.


"Baik pak." ucap Syila.


"Sekarang jangan panggil bapak dong,Kita kan tidak lagi di tempat kerja." ucap Eza.


"Ba-baik mas." ucap Syila ragu.


"Nah gitu dong." ucap Eza sambil memeluk Syila.


("Awalnya aku ingin menganggap tidak terjadi apa-apa tentang kita,tapi saat aku mendengar bahwa ternyata kau mencintaiku,aku akan memperjuangkan mu, walaupun aku tau kau sudah memiliki istri,") batin Syila.


***


Sementara di tempat lain,Siska Sedang menunggu kepulangan suaminya,namun Eza tak juga datang, padahal ia sudah menyiapkan makan malam untuk nya.


"Mas Eza mana sih,kok tumben jam segini belum pulang,apa dia lembur yah,tapi kok nggak ngabarin dulu." gumam Siska.


Siska menunggu Eza di ruang tamu,saat Siska Sedang gelisah,Bu Ani tiba tiba menghampiri nya.


"Suami mu belum pulang juga nak?" tanya ibu Ani.


"Itu dia Bu, tumben banget jam segini mas Eza belum pulang." ucap Siska cemas.


"Udah coba di telpon?" tanya ibu lagi.


"Udah Bu,tapi handphone nya nggak di angkat." ucap Siska.


"Ya udah mungkin dia lagi di jalan." ucap ibu menenangkan.


Dan benar saja tak lama kemudian,suara klakson mobil Eza terdengar di depan rumah nya,Siska pun buru buru berdiri dan menyambut suaminya,Eza pun turun dari mobil nya.

__ADS_1


"Kamu belum tidur sayang?" tanya Eza.


"Belum mas,aku nungguin kamu, kenapa kamu nggak angkat telpon aku,aku khawatir." Siska memeluk Eza.


__ADS_2