
Melihat kedua orang di depannya sedang berbisik bisik, sepertinya Dika jadi tak enak karena sudah bergabung dengan mereka,Dika takut suami Siska akan salah paham dengan apa yang mereka bicarakan.
"Ohh,Iyah,pak Eza kerja di mana??"Tanya Dika mencoba bersahabat
Siska melihat Eza yang tak menjawab pertanyaan Dika, kemudian Siska menyenggol tangan Eza dengan sikut nya karena tak enak dengan Dika.
"Saya bekerja di PT.JAYA ABADI,"Ucap Eza dengan santai
Deg
Dika terkejut mendengar Eza berkerja di perusahaannya tersebut, pasalnya di sana ada seorang wanita yang menjadi teman dekat nya sejak kecil.
Wanita tersebut bernama Arsyila Anastasya,dia adalah sahabat Dika sejak dulu, sebenarnya ia menyimpan perasaan yang lebih dari sekedar teman padanya,namun Syila hanya menganggap Dika seorang kakak.
Namun sudah sekitar satu tahun ini dia sudah tak lagi bertemu dengan nya,sejak saat ia mengutarakan perasaannya yang bertepuk sebelah tangan, karena jujur saja ia masih belum bisa menerima jika Syila tak balik mencintai nya,terakhir ia menemui Syila saat ibu nya meninggal,tapi saat itu Syila tak keluar dari kamar nya sehingga ia tak bertemu dengan nya.
Dika tau kabar Syila bekerja di perusahaan tersebut dari Dara yang kemarin sempat bertemu dengan nya di suatu tempat makan,ia menanyakan kabar Syila lewat dara karena ia masih ragu untuk bertemu dengan Syila langsung.
Namun saat ini, mengingat kembali akan nama Syila, sungguh begitu mengganggu pikirannya,Dika jadi kembali mengenang masa masa kecil yang indah bersama gadis yang telah mencuri hatinya itu,namun entah kapan ia berani untuk menemui nya lagi.
Siska heran melihat ekspresi wajah Dika saat ini,ia seperti terkejut mendengar suaminya menyebut nama perusahaan itu,Eza dan Siska saling berpandangan, kembali mengangkat kedua bahunya.
"Pak Dika,??" Siska memanggil Dika yang seperti sedang memikirkan sesuatu
"Iyah,maaf," Dika membuyarkan lamunannya
"Pak Dika kenapa,??" Siska penasaran
"Nggak papa Bu,"Ucap Dika tersenyum
Saat suasana menjadi tegang, seorang waiters datang membawa makanan yang mereka pesan tadi, kemudian mereka menyantap nya tanpa ada satu pun yang berbicara.
"Kalau begitu saya duluan yah Bu Siska,pak Eza," Ucap Dika ketika ia sudah selesai makan
"Kenapa buru buru pak,??" Tanya Siska
"Saya baru ingat ada janji dengan seseorang,kamu begitu saya permisi yah, terimakasih sudah mengizinkan untuk bergabung, semua makanan nya biar saya yang bayar,"Dika tersenyum
"Wah, terimakasih banyak pak Dika," Ucap Siska ramah
Dika hanya mengangguk kemudian ke kasir untuk membayar makanan nya, setelah itu pergi dari sana.
__ADS_1
"Hmm pak Dika baik banget yah mas,??" Ucap Siska melihat ke arah suaminya
"Mas juga mampu bayar,bahkan makanan nya dia juga," Eza terlihat kesal
Eza sepertinya memang tidak menyukai Dika, apalagi terang terangan istrinya memuji pria tersebut di depan nya,Eza dibutakan oleh api cemburu saat ini.
"Mas ini kenapa sih,??"Tanya Siska heran
"Kamu pikir aja sendiri,"Eza cemberut
"Oh,mas cemburu yah, hihihi," Siska malah terkekeh
"Ngapain cemburu sama dia,"Eza mengelak
"Hmm ayo ngaku," Siska menggoda suami nya
"Nggak," Eza langsung berdiri dan melangkah pergi
"Eh mas tunggu,masa istri nya mau di tinggal,!! " Siska mengejar Eza
Akhirnya mereka seperti anak kecil saling menggoda dan saling merajuk, sungguh sebenarnya sikap seperti ini menjadi bumbu dalam rumah tangga.
Syila dan Dara baru saja sampai di rumah,dara yang tadi kaki nya sedikit sakit,kini di kompres dengan air dingin oleh Syila.
"Masih sakit gak,??" Tanya Syila cemas
"Udah agak mendingan kok,"Jawab dara
Ketika dara sedang diobati, tiba-tiba mata dara tertuju pada sebuah foto yang menampakkan dua orang anak kecil,dara tau betul di foto tersebut adalah Syila dan juga Dika, karena Syila pernah menceritakan tentang foto itu.
Dan juga dara kenal dengan Dika karena mereka bertiga satu kampus saat kuliah,seketika itu ia teringat kepada Dika yang kemarin sempat bertemu dengannya.
"Syil gue mau ngomong sesuatu," Ucap dara ragu
"Ada apa,kok kayak bingung gitu??,"Tanya Syila penasaran
"Kemarin gue ketemu dika,dia nanyain kabar loe," ucap dara pelan
Deg
Syila termenung mendengar perkataan Dara, pasalnya sudah lama sekali ia tak mendengar nama tersebut,dara pun jelas tau permasalahan di antara keduanya, karena Syila selalu curhat padanya,Syila pun tau kabar kalau Dika ke rumah nya waktu ibu nya meninggal itu dari dara, karena Syila tak menemui nya waktu itu.
__ADS_1
"Ketemu di mana,??" Syila mencoba untuk santai walaupun sebenarnya ia gugup
"Di tempat makan,dia bilang,dia belum berani ketemu loe, makannya nanya ke gue,"Ucap Dara
Syila termenung, seketika ia teringat akan Dika yang mengutarakan perasaannya kala itu.
Flash back on
Dua orang anak remaja baru saja lulus kuliah, mereka pulang bersama saat acara wisuda telah selesai,saat akan mengantar Syila pulang,Dika membawa Syila ke sebuah tempat dahulu.
"Kita mau kemana,ini bukan arah pulang kan,??" Tanya Syila karena Dika membawa nya ke jalan yang berbeda
"Aku mau bawa kamu ke sebuah tempat,"Jawab Dika sambil tersenyum
"Kemana,??" Syila penasaran
"Kalau di kasih tau berarti bukan kejutan namanya,"Dika menyungging kan senyum manisnya
"Awas yah kalau macam macam,aku bilang Tante nanti,??" Ucap Syila memperingatkan
"Hahaha,kok kamu aneh sih,dimana mana orang tuh kalau ngancem,awas yah nanti aku bilang papa atau mama gitu,ini malah bilang ke Tante,??" Dika tertawa dengan perkataan Syila
"Soalnya kan kamu, takutnya sama mama kamu,hihi," Syila terkekeh
"Iyah juga sih," Dika menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil mengendarai mobilnya
"Kenapa tadi kita gak ikut rombongan para orang tua sih,malah naik mobil berdua kayak gini,kan gak seru, kurang rame," Syila mengerucut kan bibir nya
"Kan aku udah bilang Arsyila Anastasya,aku mau bikin kejutan buat kamu,kalau kita sama para orang tua yang rusuh itu,mana bisa kita menikmati suasana di sana nanti,"Ucap Dika menjelaskan
"Hmmm, terserah kamu aja deh," Syila menghembuskan nafasnya
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di sebuah tepi danau yang sangat indah, udara nya sejuk serta pemandangan nya yang membuat mata terpesona siapapun yang melihatnya.
"Wah,indah banget dik,kok kamu bisa tau tempat seindah ini sih,"Ucap Syila sambil merentangkan kedua tangannya
Tiba-tiba Dika berlutut dihadapan Syila,ia menatap lekat wajah wanita yang dicintainya itu,
Deg
Jantung Syila berdetak kencang saat Dika melakukan itu.
__ADS_1