
"Baiklah, sekarang aku mengerti,mungkin kamu memang tak mencintaiku, seberapa kali pun aku meminta untuk menjadi seseorang yang istimewa di hati mu itu tak akan pernah bisa, selama di hati mu belum ada nama ku." ucap Dika.
"Maafkan aku, hiks hiks hiks." Syila menangis terisak.
"Tak apa,ini bukan salah mu, mungkin aku yang terlalu memaksakan mu untuk bisa menerimaku,emmm aku lupa hari ini aku ada janji sama seseorang,aku pamit pulang yah,jangan lupa sarapan,aku tak ingin melihat mu sakit seperti semalam." ucap Dika yang langsung keluar dari kamar Syila.
Diam diam Dara melihat percakapan mereka dari jauh,ia sangat sedih melihat sahabatnya menangis terisak seperti itu.
"Syila." Dara memeluk sahabatnya itu.
"Dika pantas mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku Ra,aku gak pantes buat dia, hiks hiks hiks." Syila memeluk Dara.
"Iyah,udah yah, jangan nangis lagi." Dara menenangkan Syila.
Dirasa sudah cukup tenang,Dara menyuapi Syila, setelah itu memberinya obat, supaya Syila cepat sembuh.
"Nah sekarang loe istirahat yah!" ucap Dara.
"Ra,?" ucap Syila.
"Iyah,eemm kalau memang loe belum siap buat cerita,gak papa kok,gue bisa ngerti." ucap Dara.
"Gue bodoh Ra,gue bodoh, hiks hiks hiks." Syila menangis.
"Sini, kalau loe mau cerita, gue siap buat dengerin." ucap Dara.
"Malam itu,abis pulang meeting,pak Eza mabuk karena klien kita, Mr.Jordi sudah menyiapkan minuman buat ngerayain kontrak kerjasama kita,abis itu,gue anterin dia ke kamar nya,tapi saat gue mau keluar tiba-tiba pak Eza narik gue sampe gue jatuh ke pelukannya,gue bener bener gak bisa lepasin karena tenaga nya cukup besar." Syila menghembuskan nafasnya.
"Terus.?" Dara penasaran.
"Dia menatap wajah gue,dan dia bilang I love you,dan entah kenapa gue tersihir mendengar kata itu, setelah itu dia, hiks hiks hiks," Syila menangis membayangkan kejadian itu.
"Dia ngapain loe Syil?" Dara penasaran.
"Dia ngelakuin itu sama gue,gue gak tau kenapa gue gak bisa nolak dia Ra,kita melakukan itu, hiks hiks hiks." Syila menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"Ya ampun Syil,dia harus tanggung jawab sama loe,gue gak rela loe di giniin sama dia." ucap Dara penuh amarah.
"Gak bisa Ra,dia udah punya istri,gue gak mau ngerusak rumah tangga dia,gue juga salah, karena gue gak bisa jaga diri gue sendiri." ucap Syila.
"Tapi gak bisa gitu Syil,ini bukan masalah kecil,ini itu menyangkut masa depan loe." ucap Dara.
"Gue tau Ra,tapi gue bingung harus gimana." ucap Syila.
"Pokoknya kalau sampai dia gak tanggung jawab,gue bakal kasih pelajaran sama tuh laki, biarpun dia atasan loe,tapi loe punya hak buat nuntut dia Syil." ucap Dara.
"Gue gak tau Ra," Syila tertunduk.
"Tapi bentar,apa loe suka sama atasan loe itu?" tanya Dara tiba-tiba.
Syila tidak menjawab pertanyaan Dara,ia juga bingung harus menjawab apa,tapi memang awalnya Syila ada ketertarikan pada Eza, apalagi Eza sangat perhatian padanya.
Tapi setelah ia tahu bahwa Eza sudah memiliki istri,ada sesak di dadanya, dunia nya terasa hancur bersamaan dengan kejadian malam itu.
***
Hari pun telah berganti,pagi pagi sekali Eza sudah bersiap siap untuk berangkat ke kantor nya, seharian kemarin ia tak sempat ke mana mana karena Siska sedang tidak enak badan.
"Mas?" panggil Siska, melihat Eza yang melamun dari tadi.
"Iyah sayang kenapa?" Eza tampak nya terkejut.
"Mas gak papa kan?" tanya Siska.
"Gak papa sayang." ucap Eza sedikit gugup.
"Tapi aku ngerasa kamu melamun terus setelah pulang dari Bandung,di sana kamu nggak ngapa-ngapain kan mas?" tanya Siska curiga.
"Nggak sayang,kamu tau sendiri kan aku meeting di sana." ucap Eza pura pura tenang.
"Hmmm ya sudahlah, mungkin cuma perasaan aku aja." ucap Siska.
__ADS_1
"Eemm ibu kemana?" Eza mengalihkan pembicaraan.
"Kayaknya lagi nyuci di belakang." ucap Siska.
"Ya udah kalau gitu,mas berangkat dulu yah, tolong salamin ke ibu?" ucap Eza.
"Kok buru buru sih,itu makanan nya aja belum abis." ucap Siska.
"Mas takut telat,ada meeting pagi soal nya,mas berangkat yah, assalamualaikum?." Eza mencium kening Siska kemudian melangkah keluar.
"Waalaikumsallam." Jawab Siska yang memperhatikan Eza sampai tak terlihat lagi.
Eza mengendarai mobil nya dengan cepat,ia ingin buru buru menemui Syila,ia sangat khawatir dengan kondisi nya saat ini.
Tak lama kemudian,Eza pun sampai di kantor nya,namun ketika ia masuk ke dalam ruangan nya,Syila tak ada di dalam ruangan nya tersebut,Eza pun keluar lagi, bertanya kepada petugas absensi.
"Syila belum datang yah?" tanya Eza pada Karin.
"Belum pak,saya juga heran,gak biasa nya dia berangkat siang." ucap Karin.
"Emmm kalau begitu biar saya tunggu di ruangan saya saja." ucap Eza.
"Baik pak,silahkan." ucap Karin.
Eza pun kembali ke dalam ruangan nya,ia semakin khawatir karena Syila tak ada kabar,ia pun mencoba menghubungi nya,namun tetap saja tak ada jawaban.
"Kamu di mana Syil,saya khawatir sama kamu." gumam Eza.
Waktu sudah semakin siang,namun Syila tak juga datang,Eza semakin cemas di buatnya, seketika ia kembali teringat kejadian malam itu.
Sejak kejadian itu, entah kenapa bayangan Syila terus muncul di pikiran nya,cinta satu malam dengan nya sangat membuat nya terbang melayang,ia merasakan kenikmatan yang luar biasa saat malam itu.
Ia bisa membayangkan bahwa malam itu tak ada penolakan dari Syila sedikit pun, mereka sama sama menikmati nya, semalaman Eza terus membayangkan kejadian itu.
Sebenarnya Eza sempat sadar di tengah tengah pertempuran malam itu, makannya ia teringat jelas akan kejadian tersebut,saat itu awalnya ia ingin menghentikan aksinya,namun melihat Syila yang sama sama menginginkan nya, membuat nya merasa tidak bisa menahan keinginan nya.
__ADS_1
"Maafkan aku Syil,sebenarnya ini salah ku, sepertinya aku memang menaruh hati padamu." gumam Eza.
Eza tak bisa membohongi hati nya, kalau ternyata ia mulai menyukai Syila dari lama, kejadian malam itu telah merubahnya,merubah perasaan tertarik itu menjadi sebuah cinta yang terlarang, cinta yang entah dari mana awalnya,namun yang pasti,ada keinginan untuk memiliki nya, karena ia pun sudah jatuh ke dalam lembah surgawi nya.