Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
18.Kesedihan Syila


__ADS_3

Sebuah mobil keluar dari parkiran sebuah perusahaan yang cukup besar,jam sudah menunjukkan pukul 19.00, namun pemilik mobil tersebut baru saja selesai mengerjakan tugas nya, sehingga ia baru akan pulang.


Saat mobil tersebut melaju di jalan, tiba-tiba sang pengemudi menghentikan mobilnya karena melihat seorang yang dikenalnya sedang berjalan seperti sedang menunggu angkutan umum di sisi jalan.


"Syila,??"Panggil Eza sambil membuat kaca mobilnya


"Eh,pak Eza"Ucap Syila tersenyum sambil menghampiri mobil Eza


"Kamu lagi ngapain disini??"Tanya Eza


"Saya lagi nunggu angkutan umum pak,"jawab Syila


"Eemm rumah mu dimana??"Tanya Eza


"Di jl.Permata 2 pak"Ucap Syila


"Ohh, kalau gitu kita searah,mau saya antar??"Ucap Eza menawarkan


"Ah gak usah pak, ngerepotin"Syila merasa tak enak

__ADS_1


"Gak papa,ayo masuk!"Eza membuka tuas pintu mobil supaya terbuka


"Kalau begitu makasih pak"Syila masuk ke dalam mobil Eza


Di dalam mobil tak ada seorang pun yang memulai pembicaraan, Syila tampak gugup semobil dengan atasannya tersebut, walaupun sebenarnya ia sangat senang bisa berdekatan dengan nya.


"Eemm ohh iya Syila,apa kamu sudah menikah??"Tanya Eza membuat Syila terkejut


"Belum pak"Syila tersenyum namun sedikit gugup


"Ohh,"Jawab Eza singkat


Beberapa saat kemudian,Syila mengatakan kalau ia sudah sampai di depan rumah nya,Eza pun segera menghentikan mobilnya.


"Di sini??"Tanya Eza meyakinkan


"Iyah pak, terimakasih sudah mengantar,"Ucap Syila


"Iyah sama sama, lagian searah juga,eemm kamu tinggal sama siapa di sini??"Ucap Eza

__ADS_1


"Sendiri pak,saya anak tunggal,ibu saya baru saja meninggal dua bulan yang lalu, sedangkan papa saya sudah menikah lagi "Ucap Syila terlihat sedih


"Maaf maaf saya tidak bermaksud"Ucap Eza merasa bersalah atas pertanyaannya


"Gak papa pak,bukan salah bapak kok,saya nya aja yang suka cengeng"Ucap syila sambil menghapus air mata nya yang tiba-tiba menetes begitu saja


"Sekali lagi saya minta maaf udah bikin kamu jadi keinget lagi sama itu semua"Eza sangat merasa bersalah


"Hehehe,gak papa pak,bapak gak usah merasa gak enak gitu"Syila mencoba untuk tegar walaupun sebenarnya ia memang sedih ketika mengingat kehidupan nya saat ini "Kalau begitu saya duluan yah pak,udah malem juga soalnya"Ucap Syila tak mau terlalu sakit mengingat kejadian itu


"Baiklah, selamat istirahat, sekali lagi saya minta maaf"Ucap Eza


Syila hanya tersenyum, kemudian ia membuka pintu mobil, setelah ia turun dari mobil Syila langsung masuk ke dalam rumah nya,Eza melihat kepergian Syila sampai pintu rumahnya kembali tertutup.


"Sepertinya beban hidupnya sangat berat akhir akhir ini"Ucap Eza melihat pintu rumahnya tertutup


Saat ia sadar dari lamunannya,ia segera melajukan mobilnya kembali,ia teringat jika ia akan memberikan kabar bahagia kepada istrinya atas kenaikan jabatan nya di kantor,ia sudah tak sabar untuk memberi tahu nya.


Eza sangat bahagia hari ini, karena apa yang ia harapkan telah tercapai,ia akan berusaha kerja lebih baik lagi untuk perusahaan, karena ia ingin membahagiakan istrinya, walaupun ia terkadang merasa sedih jika teringat dirinya yang belum juga mempunyai anak, namun ia berusaha untuk mempertahankan rumah tangga nya, karena ia sangat mencintai istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2