
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di sebuah tepi danau yang sangat indah, udara nya sejuk serta pemandangan nya yang membuat mata terpesona siapapun yang melihatnya.
"Wah,indah banget dik,kok kamu bisa tau tempat seindah ini sih,"Ucap Syila sambil merentangkan kedua tangannya
Tiba-tiba Dika berlutut dihadapan Syila,ia menatap lekat wajah wanita yang dicintainya itu,
Deg
Jantung Syila berdetak kencang saat Dika melakukan itu.
"Syila, sudah lama aku ingin jujur sama kamu tentang perasaan ini,aku baru berani mengatakan karena sekarang kita sama-sama udah dewasa, sebenarnya aku suka sama kamu,aku ingin kamu bukan hanya sekedar menemani masa kecilku tapi juga masa tua ku nanti, " Ucap Dika dengan lugas dan jelas berlutut sambil memegang tangan syila
"A aku,??" Syila gugup
"Mau kah kamu mendampingi hidupku,??" Ucap Dika langsung
"Ma maaf dik,aku gak bisa,aku takut hubungan kita kedepannya akan jadi buruk, jujur saja aku lebih nyaman hubungan kita seperti ini," Ucap Syila gugup
"Tapi Syil, kenapa kamu bisa ngomong seperti itu, padahal kita belum mencoba nya,aku janji pasti bahagiain kamu,aku janji Syila," Mata Dika berkaca kaca
"Sekali lagi aku minta maaf,aku memang sayang sama kamu tapi rasa sayang itu tak lebih dari sekedar kakak dan adik,tidak lebih dari sekedar itu," Ucap Syila
Dika meneteskan air matanya mendengar perkataan Syila,dia tak menyangka Syila akan berbicara seperti itu, padahal ia sudah memantapkan hatinya untuk Syila sejak lama,namun apa kenyataannya, wanita yang sangat ia harapkan bisa selalu menemani nya sampai masa tua,kini tak mau membalas perasaan nya.
"Ya sudahlah kalau memang itu jawaban kamu,aku akan coba mengerti," Dika menyeka air matanya yang sudah tak bisa lagi ia bendung
Seketika,Ada rasa bersalah dalam diri Syila melihat pria yang selama ini selalu menemani nya meneteskan air mata karena nya,ia bingung apa yang harus ia lakukan.
"Kalau begitu,kita pulang sekarang,aku agak kurang enak badan,aku akan anterin kamu dulu," ucap Dika sambil berlalu pergi, Syila pun mengikuti nya dari belakang dengan rasa bersalah karena telah menyakiti hatinya.
__ADS_1
Saat di dalam mobil, keduanya tak lagi bercanda ria seperti sebelumnya, yang ada hanya keheningan yang terjadi,Syila maupun Dika tak ada yang angkat bicara.
("Maafin aku Dika, jujur sebenarnya aku bingung dengan perasaan ini,namun aku takut hubungan pertemanan kita akan hancur hanya karena perasaan ini,") Batin Syila
("Kenapa harus seperti ini Syila, jujur aku kecewa dengan jawaban kamu, padahal aku sudah menyiapkan ini sejak dulu, bahkan orang tua aku juga sudah memiliki harapan yang sama terhadap mu, sebelum aku mengatakan ini aku sudah bilang dulu kepada mereka,lalu apa yang harus aku katakan,aku bingung jawaban seperti apa yang harus aku katakan jika mereka bertanya nanti,") Batin Dika
Sepanjang perjalanan pun mereka hanya diam membisu, sampai akhirnya mereka sampai di depan rumah Syila.
"Aku gak mampir dulu yah,aku mau langsung pulang aja,mau istirahat, "Ucap Dika mencoba untuk terlihat biasa saja walau sebenarnya hatinya hancur saat itu
"I Iyah,aku turun dulu yah," Ucap Syila ragu,lalu turun dari mobil
Tapi ketika Syila akan turun,Dika menarik tangan nya, "Aku tidak akan menyerah sampai di sini,aku akan menunggu sampai kamu siap," Ucap Dika sambil menatap lekat wajah wanita yang sangat ia cintai
Namun Syila tak menjawab nya,ia langsung membuka pintu dan turun dari mobil tersebut,
Sementara Dika kini menghapus air matanya yang sempat ia bendung tadi, seketika ia menghembuskan nafasnya,lalu kembali melajukan mobilnya.
*Flash back off*
"Syil,loe gak papa kan,??" Ucap Dara melihat sahabatnya itu melamun
"Gak papa kok Ra,eemm loe jadi kan nginep di sini??" Ucap Syila mengalihkan pembicaraan
"Iyah jadi kok,"Ucap Dara
Syila terlihat beda saat Dara menceritakan tentang Dika tadi, walaupun Syila mencoba untuk bersikap biasa saja namun Dara tau ia pasti kepikiran saat ini, terlihat dari wajahnya yang terlihat murung.
"Syil, maafin gue yah,loe kepikiran Dika lagi gara gara gue,tapi bener deh gue gak bermaksud apa apa,gue cuma cerita aja,gue jadi nggak enak sama loe,"Ucap Dara merasa bersalah
__ADS_1
"Beneran gak papa Ra,gue juga sekarang baru sadar,gak seharusnya gue jauhin dia, padahal gue sendiri kan yang nolak dia karena gue gak mau hubungan kita renggang tapi kenyataannya malah gue yang bikin dia kecewa," Ucap Dara merasa bersalah
"Eemm di pikir pikir sebenarnya loe sama Dika cocok tau, kadang kadang sama sama suka bikin gue kesel, hihihi"Ucap Dara terkekeh, mencairkan suasana
"Ih nyebelin banget nih anak,??" Syila memukul dara dengan bantal
"Hahaha," Dara tertawa melihat tingkah sahabatnya itu
***
Sementara di tempat lain, terlihat seorang pria berwajah tampan itu,baru saja sampai di rumah nya, wajahnya terlihat murung saat memasuki rumah, namun tiba-tiba ia dikagumi oleh seseorang yang memanggil nya.
"Dika,udah pulang nak,??" Tanya Amelia,ibu Dika
"Udah mah,"Dika langsung menghampiri ibu nya
"Kamu kenapa,kok wajahnya di tekuk gitu sih,??" Amelia memperhatikan Dika
"Gak papa mah,Dika cuma agak nggak enak badan aja," jawab Dika sambil memijat punggung nya
Amelia hanya menghembuskan nafasnya,ia tau betul bagaimana sifat anak nya ini, sepertinya sedang ada yang Dika pikirkan saat ini.
"Eemm sayang,mama mau tanya deh sama kamu,??" Amelia menatap ke arah putra nya tersebut
"Ada apa mah,??"Ucap Dika lembut
"Apa kamu belum berniat untuk membangun rumah tangga,mama pengen banget punya cucu dari kamu, tapi mama lihat kamu belum pernah ngenalin pacar ke mama,kamu lihat tuh adek kamu,dia malah sering Gonta ganti pacar, pusing mama ngeliat nya,tiap Minggu pacar nya beda beda terus," Ucap Amelia pusing dengan tingkah adik nya
"Mama itu ada ada aja sih,mama tau sendiri kan Dika Belum punya pasangan, gimana mau nikah,??" Ucap Dika
__ADS_1
"Iyah, karena dari itu cepetan cari pasangan,mama denger banyak banget cewe yang udah antri minta jadi pacar kamu,nanti keduluan tuh sama Ade kamu,!!" Ucap Amelia memperhatikan