Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
61.Kedatangan Siska ke kantor


__ADS_3

("Aku sudah yakin,ini ada hubungan nya dengan suaminya itu,ya tuhan,Siska memang wanita yang sangat baik,bahkan saat ia sudah disakiti hatinya oleh seseorang yang ia cintai,ia malah menyalahkan dirinya sendiri, terbuat dari apa hati mu sis,hmmm pantas saja bang Dika menyukai mu, ternyata kau layak untuk di cintai, sepertinya Suami mu saja yang bodoh,sudah menghianati wanita sebaik mu.") batin Rehan.


"Lalu kamu tidak mencari kebenaran nya sendiri? apa kamu nggak ada rasa untuk melihat kenyataan yang sebenarnya,aku takut sis,kamu salah dalam bertindak,aku takut suami mu melakukan ini bukan karena soal anak,tapi karena memang mereka sama sama nyaman dengan kebersamaan nya." ucap Rehan.


"Untuk saat ini kurasa hanya dengan cara ini aku bisa mendapatkan lagi seutuhnya cinta suami ku,aku akan memulai lagi semua nya dari nol,aku akan membuat suamiku kembali lagi seperti dulu,yang hanya mencintai satu wanita yaitu aku." ucap Siska.


"Semoga saja apa yang kamu harapkan bisa sesuai rencana,aku pun tak ada hak untuk mencampuri urusan rumah tangga mu,semoga kamu tidak menyesal atas keputusan mu itu." ucap Rehan.


Tak lama kemudian, mobil yang Rehan Kendarai sampai di depan rumah nya,Siska pun langsung turun dari mobil Rehan.


"Han,makasih yah,udah antar aku pulang," ucap Siska.


"Sama sama, sampai ketemu lagi lain waktu yah, kayaknya aku akan sering ketemu kamu deh,buat nanyain tentang Rani,hehehe." ucap Rehan.


"Iyah boleh, pintu rumah ku terbuka untuk siapapun kok, silahkan mau main kapan pun." ucap Siska sambil tersenyum.


"Aduh makasih yah,ya udah aku jalan dulu yah?" ucap Rehan.


"Oke,hati hati di jalan yah,sekali lagi makasih." ucap Siska.


"Iyah,dah." ucap Rehan, yang langsung melanjutkan perjalanan nya.


"Alhamdulilah,aku masih di kelilingi sama orang yang sangat peduli sama aku, semoga mereka mendapatkan kebahagiaan." gumam Siska saat melihat mobil Rehan melaju.


Siska pun langsung masuk ke dalam rumah nya,ia merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu,ia menengadahkan kepalanya melihat ke atas.

__ADS_1


"Sekarang aku harus bagaimana yah." Siska memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya setelah ia keluar dari sekolah tempat nya mengajar.


Siska melihat jam tangannya. "Sepertinya aku tau apa yang harus aku lakukan." Siska langsung berdiri, kemudian ia masuk ke arah dapur.


Siska akan memasak makan siang buat Eza,ia yakin dengan cara ini Eza akan menjadi luluh padanya, selama ini ia juga belum pernah ke kantor nya,ia sangat ingin mengunjungi Eza kesana,ia ingin tahu apa yang sedang Eza lakukan dengan sekertaris nya itu,saat ia datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


Setelah selesai memasak,ia pun menyimpan makanan nya di wadah,tak lupa ia membawakan juga kerupuk, karena Eza sangat suka bila makan ada kerupuk.


Siska melihat kembali ke jam tangan nya. "sepertinya masih ke buru ke kantor,ini baru jam sebelas,nyampe sana sekitar jam dua belas,jadi sepertinya pas sekali,aku sampai pas jam makan siang." gumam Siska.


Sebelum berangkat,Siska mengganti baju nya dulu,dan sedikit berdandan supaya ia tidak membuat malu Eza saat ia datang ke kantor nya.


Saat ini Siska sudah siap berangkat,ia sengaja memakai mobil, karena siang ini terlalu panas sehingga ia tak akan kuat kalau harus naik motor,entah kenapa juga,ia lebih nyaman memakai mobil sekarang,mungkin karena ia sudah lama tidak memakai motor nya lagi.


Beberapa saat kemudian,Siska sampai di kantor suaminya, walaupun Siska tak pernah ke sana tapi ia tahu betul dimana kantor Eza, karena ia sudah di beritahu sejak lama,namun ia tak pernah sengaja untuk datang kesana, karena di jam segini biasanya ia masih mengajar di sekolah.


Siska pun langsung masuk ke dalam,ia menanyakan pada staf yang ada di sana.


"Permisi mbak,maaf bisa tanya di mana ruangan mas Eza yah?" tanya Siska.


"Maaf dengan siapanya yah,apa mbak sudah membuat janji terlebih dahulu." ucap staf tersebut.


"Saya dengan istri nya mbak,apa saya juga perlu membuat janji terlebih dahulu?" tanya Siska.


"Oh istrinya,kalau begitu mbak tinggal naik aja ke lantai dua,nanti abis dari lift,mba tinggal lurus,abis itu belok kanan,nah itu dia ruangan pak Eza,ada namanya juga kok di depan pintu nya." ucap staf tersebut.

__ADS_1


"Oh,baik kalau begitu, terimakasih yah mbak." ucap Siska.


"Iyah,sama sama." ucap staf tersebut dengan ramah.


Siska pun langsung berjalan menuju ruangan Eza sesuai dengan arahan dari resepsionis tadi,Sampai akhirnya Siska sampai di depan ruangan suaminya.


("Kok nggak ada meja sekertaris nya di depan pintu ruangan mas Eza,apa jangan-jangan meja sekertaris nya di dalam,hmmm sepertinya iyah, pantas saja mereka bisa sampai seperti itu, sepertinya sering nya mereka bertatap muka sehingga mereka terjerumus pada cinta terlarang yang mereka ciptakan sendiri.") batin Siska.


Siska pun mulai mengetuk pintu ruangan Eza, sementara di dalam,baru saja Eza mendekatkan bibirnya ke arah Syila,namun ia terkejut ketika seseorang mengetuk pintu ruangan nya.


"Siapa sih yang mengetuk pintu,ini kan udah jam istirahat,siapa juga yang berani ganggu." ucap Eza yang kemudian merapikan kemeja nya.


"Buka aja mas,siapa tau penting." ucap Syila, yang langsung turun,dari atas meja, setelah tadi Eza mengangkat tubuhnya.


Eza pun langsung membuka pintunya dengan sedikit kesal,namun alangkah terkejutnya ia ketika mengetahui siapa yang sedang berada di depan pintu ruangan nya.


"Si-siska." ucap Eza gugup.


"Selamat siang mas,aku sengaja kesini buat bawain kamu makan siang,kamu pasti belum makan,kan?" ucap Siska sambil tersenyum sambil memperlihatkan makanan yang ia bawa.


("Kenapa tiba-tiba Siska datang kesini? selama ini ia tak pernah datang ke kantor ku,bahkan Semenjak pernikahan ku baru kali ini ia datang ke sini,ada apa ini? kenapa aku curiga ada sesuatu yang dia sembunyikan yah.") batin Eza.


"I-iyah,ayo masuk." ucap Eza, yang masih shock dengan kedatangan istrinya.


"Iyah mas." ucap Siska yang langsung berjalan masuk mengikuti Eza.

__ADS_1


Sementara itu,Syila pun terkejut dengan kedatangan Siska,ia sangat heran kenapa Siska tiba-tiba datang,tanpa di duga, karena yang ia tahu dari Eza,Siska tak pernah datang ke kantor nya.


__ADS_2