Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
63.Aku Istrimu Bukan Tawananmu


__ADS_3

"Istri mu sudah tau semuanya." ucap Syila tiba-tiba.


"Maksud nya?" tanya Eza masih belum paham.


"Dia tau kalau kita berhubungan,aku habis di tarik paksa ke mobil nya barusan." ucap Syila menjelaskan.


"Mana mungkin,dia tau dari siapa coba,nggak mungkin kan kalau ada yang pernah melihat kita?" ucap Eza panik.


"Aku juga nggak tau mas,tapi ya udah lah,kamu juga nggak bisa kan terus nutupi hubungan kita,lagian katanya kamu mau cepat cepat nikahin aku." ucap Syila sambil melipat kan tangannya.


("Bagaimana ini,Siska udah tau semuanya,tapi kenapa dia terlihat biasa saja, seolah olah dia tak tau apa-apa,atau,aku bilang saja niatku yang ingin menikahi Syila.") batin Eza.


"Mas,kau tak akan meninggalkan ku kan,atau jangan-jangan kau mau buang aku begitu saja?" ucap Syila.


"Enggak sayang,aku akan tetap menikahi mu,kau tenang saja yah." ucap Eza, sambil mengusap punggung Syila.


***


Sore hari,Eza pulang seperti biasanya ke rumah,namun Siska tak menyambut seperti biasanya di ruang tamu,Eza pun masuk ke dalam kamar nya, terlihat Siska Sedang berada di depan meja rias, sepertinya dia baru saja selesai mandi.


"Sa-sayang?" Panggil Eza gugup.


"Hmmm." sahut Siska.


"Apa kau sudah tau semuanya?" ucap Eza pelan.

__ADS_1


"Hmm sepertinya wanita itu mengadu padamu,kenapa? apa mas nggak rela aku melabrak nya tadi." ucap Siska dingin.


"Aku,akan menikahi nya," ucap Eza tiba-tiba.


Deg


Jantung Siska terasa berhenti,dunia bagaikan berhenti berputar, tubuhnya lemas mendengar perkataan dari mulut suami yang selama ini ia cintai.


Siska melangkah menghampiri Eza yang sedang berdiri,ia menatap tajam kearah suaminya itu. "Bisa bisa nya dengan gampang kau mengatakan itu mas,pantas saja waktu ibu ku akan menitipkan ku padamu,kau tak ada, ternyata kau memang tak bisa menjagaku." Siska tersenyum getir.


"Bukan begitu sayang,aku tak akan meninggalkan mu,aku akan tetap menjagamu,aku hanya ingin Syila menjadi istri ke dua ku." ucap Eza.


"Apa? jadi dengan menikahi wanita itu,kau bilang masih bisa menjaga ku?" Siska menghembuskan nafasnya. "Mungkin kau bisa menjaga ragaku mas,tapi kau sudah gagal menjaga hati dan perasaan ku." Siska menatap tajam ke arah Eza.


"Tapi, bukannya kau paham,kau akan mendapatkan pahala,jika kau mengizinkan aku menikahinya,kau juga kan tau,kalau poligami itu diperbolehkan dalam agama kita,dan itu salah satu sunah rasul?" ucap Eza tak mau kalah.


"Ta-tapi aku tak bisa meninggalkan Syila sayang,aku sudah membuat kesalahan terbesarku padanya,aku harap kamu bisa mengerti,aku mencintaimu tapi aku juga tak bisa meninggalkan nya." ucap Eza.


"Apa? kau bilang mencintaiku? lalu apakah kau ingat padaku sejak kau berselingkuh dengan nya,Bahkan mungkin setelah sebuah kesalahan yang kau ucapkan tadi, kalian malah melanjutkan lagi kesalahan itu,bahkan dengan terang terangan kau bilang ingin menikahi nya,apa kau tak membayangkan perasaan ku saat kau bilang seperti itu,maaf mas hatiku tak sebesar itu." ucap Siska,ia tak bisa lagi membendung air matanya.


"Aku hanya ingin meminta izin mu sayang,aku berjanji akan adil kepada kalian berdua." ucap Eza,ia memegang tangan Siska.


"Awalnya,aku ingin mempertahankan rumah tangga kita, karena aku pikir kau tak ada niatan sedikit pun untuk menikahi nya,aku pikir kau hanya sekedar terjerat oleh hawa nafsumu mas,tapi... sepertinya aku salah,kau sudah terlalu jauh dengan nya, sampai sampai kau bilang kalau kau tak akan meninggalkan nya." Siska melepaskan genggaman tangannya.


"Lalu aku harus bagaimana?" Eza mendekati Siska yang melangkah di depan nya.

__ADS_1


Siska membalikkan badannya,ia menghadap ke arah Eza. "Ceraikan aku!" Siska menatap tajam ke arah Eza.


"Tidak tidak,aku tak bisa menceraikan mu sayang." Eza memegang tangan Siska.


"Kalau begitu,tinggalkan wanita itu!" ucap Siska menekan perkataan nya.


"A-aku tak bisa sayang,tolong lah mengerti,jangan membuat aku harus memilih antara kalian berdua, karena aku tak bisa." ucap Eza.


"Aku yang akan mundur mas,jujur saja,aku tak bisa menjalankan rumah tangga,jika ada orang ketiga dalam rumah tangga kita, walaupun itu diperbolehkan dalam agama kita,tapi aku tak punya hati sebesar itu mas,aku hanya wanita biasa." Siska menatap mata Eza.


Eza hanya terdiam,ia tak tau harus bagaimana,ia seperti simalakama yang sedang di Landa kebingungan.


"Aku istrimu mas,bukan tawanan mu! jadi aku mohon,bebaskan aku,jika memang kau tak bisa meninggalkan wanita itu, biarkan aku menjalani hidup ku sendiri,dan kau lanjutkan kehidupan mu bersama nya." ucap Siska,ia meneteskan air mata nya. "Hiks hiks hiks." ia menangis terisak.


Siska melepaskan tangannya, kemudian ia duduk di tepi ranjang,ia menutup wajahnya,hati nya hancur, rumah tangga yang akan ia perjuangkan ternyata salah.


Hatinya tak bisa menerima orang ketiga dalam rumah tangga nya,Siska lebih baik pergi, mundur dengan cara terhormat, daripada ia harus menahan pahitnya di poligami jika menerima keputusan suaminya.


"Sekarang kau pilih mas,aku yang harus pergi dari sini,atau kau yang meninggalkan ku di sini." ucap Siska


"Aku tak bisa sayang,aku tak bisa memilih salah satu dari itu, tolong jangan seperti ini,aku mohon!" Eza menghampiri Siska,ia duduk di samping nya.


"Maaf mas,tapi aku tak bisa, sekarang,tolong tinggalkan aku sendiri!" ucap Siska.


Eza pun akhirnya pergi meninggalkan Siska sendiri,ia masih berdiri di depan pintu kamar nya, namun Siska menutup pintunya lalu menguncinya.

__ADS_1


Siska berdiri di balik pintu,ia menangis sekencang kencangnya,ia tak bisa lagi menahan tangisnya.


"Ibu,ayah... sekarang tak ada lagi seseorang yang bisa menjadi tempat ku bersandar,suami yang selama ini aku anggap suami idaman,kini dia telah menghianati ku,sekarang saat semuanya telah terjadi,lalu laki laki seperti apa yang harus aku percaya, sementara lelaki yang ku anggap sempurna pun bisa berbuat Setega itu, hiks hiks hiks." tubuh Siska ambruk di balik pintu,ia menangis terisak, sambil memeluk kakinya.


__ADS_2