
Sekitar jam setengah enam pagi,Rani terbangun,ia melihat Siska tidak ada di samping nya,ia pun keluar dari kamar nya,saat ia berjalan ke arah dapur, tampak nya Siska Sedang berada di sana.
"Sis,kok loe gak bangunin gue sih?" ucap Rani sambil menguap.
"Sorry Ran,tadi mas Eza pulang jam empat,jadi gue pindah ke kamar." ucap Siska sambil tersenyum.
"Eemm loe gak papa kan?" Rani masih merasa bersalah.
"Nggak,loe gak usah khawatir." Siska pura pura tersenyum.
"Sis, kayaknya gue harus pulang sekarang,gue harus siap siap ke kantor." ucap Rani.
"Oh,mau gue anterin." tanya Siska.
"Nggak usah,gue bisa pesen taksi online kok, lagian gue gak enak juga kan ada Suami loe di rumah,masa mau di tinggal sih." ucap Rani.
"Ya udah, makasih yah loe udah nemenin gue semalem, kapan kapan loe nginep lagi di sini." ucap Siska.
"Iyah sis,ya udah gue ambil tas Dulu yah di kamar,abis itu gue langsung pulang." ucap Rani.
"Nggak mandi si sini aja?" ucap Siska.
"Nggak usah." Rani tersenyum,ia pun kembali ke dalam kamar nya.
Rani pun berpamitan pulang,Siska mengantar Rani ke depan sambil mobil yang ia tumpangi berjalan jauh hingga tak terlihat lagi.
"Makasih Ran,loe udah mau jujur sama gue, untuk kedepannya biar gue sendiri yang akan menghadapi nya." gumam Siska melihat kepergian Rani.
Setelah Siska selesai masak,ia pun mengerjakan tugas lainnya, setelah selesai ia pun kembali ke kamar nya,ia melihat,jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi,ia pun langsung membangun kan suaminya.
"Mas bangun mas,udah jam tujuh!" Siska menggoyangkan tubuh Eza.
Eza membuka matanya perlahan,ia melihat Siska di depannya,Eza pun tersenyum,ia duduk di tepi ranjang di sebelah istri nya.
"Mas ke kamar mandi dulu yah." ucap Eza sambil mengelus rambut Siska.
"Iyah mas." ucap Siska sambil tersenyum.
Eza pun langsung mengambil handuk nya setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi, sementara itu,Siska menyiapkan baju kerja untuk suaminya.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Siska sudah menunggu Eza di meja makan,Eza pun terlihat sudah rapi menggunakan pakaian kerja nya,ia langsung menghampiri Siska di meja makan.
"Rani kemana? bukannya katamu semalam dia nginep di sini?" tanya Eza saat melihat Siska sendirian di meja makan.
"Rani tadi udah pulang mas." ucap Siska.
"Oh gitu,Eemm kamu udah rapi sayang,mau mulai ngajar sekarang,katanya lusa baru masuk?" tanya Eza yang melihat Siska sudah rapi.
"Aku mau resign mas." ucap Siska tiba-tiba.
"Maksud nya?" Eza masih belum paham.
"Aku mau keluar dari sekolah mas,aku mau fokus buat ngurusin kamu di rumah,sambil,aku mau melakukan program kehamilan mas,biar kita segera punya anak,mas setuju kan." ucap Siska.
("Kenapa Siska tiba-tiba ingin keluar, padahal kan dari dulu dia ingin sekali jadi guru, apalagi Sebelum kita menikah,Siska sampai meminta agar aku mengizinkan nya buat tetap ngajar di sekolah, apalagi dia ingin mengikuti program kehamilan,ku rasa ada yang aneh.") batin Eza.
"Nggak papa mas,aku cuma ingin di rumah rame aja,kan seru kalau ada anak anak,kalau soal aku resign,karena aku mau fokus aja jadi ibu rumah tangga, supaya kamu ke urus, apalagi sekarang kan udah nggak ada ibu,jadi yang mengerjakan tugas rumah yah aku mas." ucap Siska menjelaskan, walaupun itu cuma alasan agar ia bisa memperbaiki semuanya.
"Ya udah nggak papa,kalau itu keputusan mu,asal kamu jangan nyesel aja yah, soalnya kamu kan pengen banget jadi guru selama ini." ucap Eza.
"Nggak mas,aku lebih seneng jadi ibu rumah tangga, lagian itu kewajiban ku juga kan supaya aku dapat pahala." ucap Siska.
"Ya udah,mas kayaknya berangkat sekarang deh, soalnya mas ada meeting pagi ini." ucap Eza.
"Aku boleh ikut kamu nggak mas,anterin aku dulu ke sekolah,buat ngurusin surat resign ku?" tanya Siska.
("Siska Kenapa sih, tumben banget dia mau di anterin,selama ini belum pernah ia minta di antar, Kenapa hari ini Siska aneh banget.") batin Eza.
"Mas? boleh nggak?" ucap Siska.
"Iyah boleh,ayo,biar mas yang anterin, terus nanti kamu gimana pulangnya." tanya Eza.
"Gampang,aku bisa pesen taksi nanti." ucap Siska.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu." ucap Eza.
"Ya udah aku Ambil tas dulu di kamar yah mas,kamu tunggu di mobil aja." ucap Siska.
("Dengan seperti ini, aku berharap kamu bisa ninggalin wanita itu mas,aku sangat berharap hati mu seutuhnya kembali lagi sama aku.") batin Siska.
Saat mereka sudah berada di dalam mobil,Eza melajukan mobilnya,ia akan mengantarkan Siska dulu ke sekolah nya.
"Eemm mas, semalam kamu lembur di mana?" tanya Siska saat di perjalanan.
"Di kantor, emang nya kenapa?" tanya Eza sedikit gugup.
"Nggak,pasti kamu cape banget yah harus lembur semalaman." ucap Siska.
"I-iyah lumayan." jawab Eza gugup.
Tak lama kemudian,mereka pun sampai di depan sekolah tempat mengajar Siska,Eza pun langsung pamit untuk berangkat ke kantor.
"Sayang mas langsung jalan yah!" ucap Eza.
"Iyah mas,hati hati di jalan." ucap Siska sambil tersenyum,Eza pun membalas nya dengan senyuman.
Siska pun langsung masuk ke area sekolah,ia menuju ruang kepala sekolah untuk mengajukan pengunduran diri nya.
Tok...tok...tok...
"Masuk?" ucap kepala sekolah.
Siska pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Apa kabar Bu Siska, Alhamdulillah, sepertinya Bu Siska sudah sehat sekarang." ucap pak kepala sekolah.
"Alhamdulillah saya sehat pak." jawab Siska.
"Jadi bagaimana,hari ini mulai mengajar lagi?" tanya kepala sekolah.
"Maaf pak saya mau resign, sepertinya saya tidak bisa mengajar lagi di sini." Siska langsung pada intinya.
"Kenapa mendadak sekali bu,apa ibu mau pindah mengajar di sekolah lain?" tanya kepala sekolah.
"Tidak tidak pak,saya cuma mau pokus jadi ibu rumah tangga saja,pak,saya tidak berniat mengajar di sekolah mana pun." ucap Siska ia tak mau pak kepala sekolah salah paham.
__ADS_1
"Sepertinya sangat berat sekali melepaskan guru seperti Bu Siska,anak anak pasti sangat kehilangan sosok Bu Siska yang sangat di sukai oleh para murid di sekolah ini,tapi harus bagaimana lagi,saya pun tidak ada hak untuk menahan Bu Siska untuk tetap mengajar di sekolah ini" Pak kepala sekolah Tampaknya sangat kecewa.