Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
68.Pergi ke luar negeri


__ADS_3

Iyah,hmm tapi syukurlah,jadi semua nya sudah selesai,dia juga ternyata udah nikah sama selingkuhan nya itu." ucap Siska.


"Hah,yang bener,cepet banget dia nikahin cewek itu." ucap Rani tak percaya.


"Iyah,tadi gue lihat sendiri foto pernikahan mereka yang di pajang di meja Syila,dan juga Syila memberi tahu langsung tentang pernikahan nya." ucap Siska.


("Gue tau sebenarnya loe sedih sis,tapi loe mencoba untuk terlihat tegar di depan gue,hmm gue salut sama loe, semoga loe bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Eza.") batin Rani.


"Ya udah,gue harap loe bisa menemukan kebahagiaan loe sendiri, walaupun loe harus kehilangan suami loe dengan cara seperti ini." ucap Rani.


***


Beberapa saat kemudian,acara pertunangan pun akan di mulai,Rani yang masih berada di kamar nya pun,di suruh untuk keluar menemui keluarga Rehan.


Rani di gandeng oleh Siska menuju ke ruang tamu, semua mata tertuju pada dua wanita cantik yang sedang berjalan ke arah mereka.


Sedang kan Dika,ia bukan terpesona pada sang calon adik iparnya nya,ia malah terpesona dengan kecantikan Siska hari ini.


"Dika,kamu beneran ikhlas kan kalau adik kamu duluan melamar seorang gadis?" Amelia berbisik.


"Dika ikhlas mah,lagi pula,jodoh itu rahasia Allah,Dika tidak mau mendahului takdir Allah,lagi pula masa Dika harus melarang Rehan untuk menyempurnakan sebagian agamanya, karena mungkin sebentar lagi Rehan dan Rani akan berlanjut ke jenjang pernikahan,jika memang jodohnya sudah ada dan sudah Allah tentukan saat ini,Dika ikhlas menerima ini semua." ucap Dika.


"Mama salut sama kamu nak,tapi bagaimana dengan kata orang,mama takut orang orang akan menggunjing mu." ucap Amalia,ia khawatir.


"Dika tidak mau mendengarkan orang lain,Dika tidak ingin mendengarkan kata kata orang yang tidak menyayangi Dika, karena orang yang sayang sama Dika,akan selalu mendukung Dika apapun yang terjadi." Dika berlapang dada untuk Keputusan nya ini.


"Terimakasih nak,mama bangga sama kamu." Amelia menepuk bahu anaknya.


"Dika yakin mah,Allah sudah menyiapkan seseorang yang memang terbaik untuk Dika,jadi Dika akan menunggu nya,dengan sabar." ucap Dika sambil tersenyum.


Acara tunangan pun berlangsung dengan lancar,Dika dan Rehan meminta izin untuk tidak pulang bersama dengan rombongan, sedangkan para orang tua dan saudara yang mengantar sudah pulang terlebih dahulu.


Rani dan rehan sedang duduk bersama di pojok ruangan,sementara Siska sedang memainkan ponselnya di teras depan.


Dika yang melihat Siska sendirian pun langsung menghampiri nya.


"Hai." Sapa Dika ragu.


"Eh, pak Dika." ucap Siska.


"Eemm boleh saya duduk si sini?" ucap Dika.

__ADS_1


"Silahkan pak!" Siska sepertinya canggung.


"Boleh nggak,panggil nama aja,biar kedengaran nya agak santai,tidak formal seperti ini." ucap Dika ragu.


"I-iyah,boleh,tapi kalau Panggil nama kayak gimana gitu,pak Dika kan lebih dewasa dari saya." jawab Siska ragu.


"Ya udah terserah kamu aja mau Panggil saya apa,asal jangan bapak,hehehe." Dika terkekeh.


"Baik,mas Dika." ucap Siska ragu.


("Aku senang kau memanggilku seperti itu.") batin Dika.


"Eemm kenapa,aku salah yah." ucap Siska saat melihat Dika termenung.


"Nggak kok,aku nggak keberatan sama sekali." ucap Dika.


Dika sudah mengetahui kalau Siska dan Eza sudah bercerai dari Rehan,waktu itu Rehan pernah bertemu Dika dan menceritakan masalah nya,namun Dika tak mau menanyakan nya,ia tak mau Siska kembali mengingat hal yang membuat nya sakit hati.


"Oh Iyah, sekarang kesibukan nya apa?" tanya Dika.


"Belum tau sih,tapi sepertinya aku mau meneruskan S2 ku di luar negeri." ucap Siska.


"Hah,kenapa harus ke luar negeri? di sini juga kan bisa." Dika terkejut.


"Apa kamu sudah memikirkan nya matang matang?" tanya Dika.


"Yah sudah,aku rasa di sana aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan,dan bisa melupakan kenangan pahit selama di sini." ucap Siska.


"Tapi kamu akan kembali lagi ke sini kan?" tanya Dika.


"Pasti,tapi nanti saat aku sudah lulus,aku ingin hidup dengan damai tanpa bayang bayang seseorang mas, seseorang yang sudah mematahkan hatiku secara paksa." ucap Siska.


("Aku mengerti,kau menyimpan trauma yang sangat mendalam,aku hanya mendoakan mu,semoga kamu bisa bahagia,di mana pun kamu berada.") batin Dika.


"Ya sudah,aku harap,kita akan tetap berkabar walaupun jarak kita cukup jauh." ucap Dika.


"Tenang saja,aku akan mengabari mas,lagi pula,kita kan punya nomor handphone masing-masing jadi kau tak perlu khawatir." Siska tersenyum.


"Eemm,kapan kau akan berangkat?" tanya Dika.


"Minggu depan,setelah wisuda aku akan langsung berangkat." ucap Siska.

__ADS_1


"Baiklah,jangan lupa kabari lagi aku nanti." ucap Dika.


"Siap." Siska tersenyum.


***


Hari yang di tunggu pun tiba,acara wisuda Siska baru saja selesai,Siska tampak sangat cantik menggunakan baju kebaya nya, begitu pun dengan Rani yang berada di sebelah nya.


"Yeay akhirnya kita Lulus juga." ucap Rani terlihat sangat bahagia.


"Cie yang mau nikah,seneng banget udah lulus." ucap Siska.


"Hehehe,loe tau aja,hmmm tapi gue sedih tau,loe mau pergi ke luar negeri." ucap Rani.


"Nggak papa dong,kan sebentar lagi loe ada pendamping, pendamping hidup loe yang akan menjaga dan menemani loe dalam keadaan apapun." ucap Siska.


"Iyah juga sih tapi gue tetep sedih harus jauh jauh dari loe." ucap Rani.


"Kita kan masih bisa telponan, video callan." ucap Siska.


"Iyah juga sih, pokonya Loe gak boleh lupain gue,loe harus selalu ngabarin,oke." Rani memeluk sahabatnya itu.


"Iyah bawel." ucap Siska membalas pelukan nya Rani.


***


Dua hari kemudian


Rani,Rehan dan juga Dika mengantar Siska ke Bandara,mereka tampak nya tak rela melepaskan sahabat nya itu.


"Han,gue titip Rani sama loe yah,gue harap,loe gak akan nyakitin sahabat gue ini." ucap Siska.


"Iyah sis,gue akan jaga Rani sebisa gue,loe jaga baik baik diri loe yah di sana!" ucap Rehan.


"Gue pasti kangen banget sama loe." Rani memeluk Siska.


"Gue juga." Siska membalas pelukan nya.


"Mas,aku pamit yah,tolong jaga anak dua ini,jangan sampai mereka berbuat nakal." ucap Siska pada Dika.


"Iyah,aku akan menjaga nya,kamu hati hati di sana,aku akan selalu menunggu kabar dari mu." ucap Dika.

__ADS_1


("Aku akan menjaga hati ini untuk mu,aku akan menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan ini,aku akan menunggu mu, lupakanlah masa lalu mu,aku akan menata masa depan kita.") batin Dika.


Siska pun pergi menjauh dari mereka,ia melambaikan tangannya, sedangkan Rani menangis di pelukan Rehan saat melepaskan sahabat nya itu pergi jauh dari nya.


__ADS_2