Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
53.Kekasih Gelap


__ADS_3

Tak teras sudah seminggu Siska di tinggalkan oleh ibu nya. Pagi ini Siska menyiapkan keperluan suaminya untuk berangkat ke kantor,ia pun tak lupa memasak sarapan pagi untuk suaminya itu.


Namun sepertinya ia belum mau mengajar untuk sementara waktu,ia akan cuti sekitar dua hari lagi, sampai ia benar benar pulih, sehingga bisa mengajar dengan baik.


"Beneran gak papa kalau mas,masuk kerja hari ini?" tanya Eza saat sedang sarapan pagi.


"Iyah mas,nggak papa kok, lagian juga pasti kerjaan mu udah numpuk,kamu kan seminggu ini nemenin aku di rumah." ucap Siska.


"Ya udah,tapi kalau ada apa apa, telpon yah." ucap Eza masih sedikit cemas.


"Iyah." ucap Siska.


Eza mengelap mulutnya dengan tisu,ia sudah selesai sarapan pagi,ia pun berdiri dan langsung pamit untuk berangkat.


"Mas berangkat dulu yah sayang." Eza mengulurkan tangannya.


"Iyah mas hati hati." Siska mencium tangan suaminya.


Eza berjalan menuju mobilnya,setelah ia masuk, Eza pun segera mengendarai mobilnya, sudah beberapa hari ini,ia sangat merindukan Syila karena ia sudah cuti selama satu Minggu untuk menemani Siska di rumah.


Eza menjemput Siska ke rumah nya,ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan kekasih gelapnya itu,ia ingin membuat sedikit kejutan untuk nya,jadi ia tak memberi tahu dulu pada Syila bahwa ia akan menjemput nya.


Beberapa saat kemudian,Eza pun sampai di depan rumah Syila,ia pun langsung mengetuk pintu,namun pintu nya tak juga di buka oleh sang penghuni rumah.


Karena tak juga di buka,Eza pun membuka pintu tersebut yang kebetulan tidak di kunci, ketika Eza mendekati kamar nya, terdengar suara gemericik air di kamar mandi nya,Eza pun tersenyum lalu masuk ke dalam kamar Syila.


"Dia pasti akan terkejut,aku berada di kamar nya sekarang." gumam Eza, yang menunggu di luar pintu kamar mandi.


Tak lama kemudian,Syila keluar dari pintu kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk selutut yang ia lilitkan,Syila belum menyadari kehadiran Eza di belakangnya nya.


"Pagi sayang?" Eza memeluk Syila dari belakang.

__ADS_1


"Ya ampun mas,aku kaget tau." ucap Syila ketika Eza memeluk nya.


"Aku kangen sayang." Eza membalikkan tubuh Syila menghadap ke arah nya.


"Hmmm ku kira kamu sudah melupakan ku." Syila menghembuskan nafasnya.


"Mana mungkin aku melupakanmu sayang, maafkan aku yah, beberapa hari ini tidak menemui mu bahkan tidak memberi kabar padamu." Eza memeluk tubuh Syila.


"Iyah aku ngerti,aku juga nggak ada hak buat larang kamu." Syila melepaskan pelukannya, kemudian ia duduk di depan meja rias.


"Jangan ngambek dong sayang." Eza menghampiri Syila.


"Hmmm,kamu keluar dulu gih,aku mau ganti baju dulu." ucap Syila.


"Memang nya kenapa aku harus keluar, bukannya aku sudah melihat semua bagian tubuh mu,bahkan Sudan menikmatinya." ucap Eza berbisik ke telinga Syila,membuat Syila jadi merinding.


"Mas, jangan gitu ah,kita harus berangkat ke kantor, keluar dulu yah Sebentar." Syila mendorong pelan tubuh Eza.


"Tapi sepertinya aku tak bisa menahannya sayang,nggak papa yah sebentar aja, mumpung kita masih di rumah." Eza malam memegang tangan Syila yang tadi mendorong nya.


Eza mengangkat tubuh Syila, kemudian melepaskan handuk yang melilit di tubuhnya, senjata Eza sudah tegang saat di keluarkan,kini ia beraksi dengan posisi Syila yang duduk di meja sedangkan Eza berdiri hanya membuka celananya.


Tak ada yang mereka pikirkan saat ini,hanya kenikmatan lah yang terbesit dalam benak nya,nafsu sudah menguasai keduanya,kisah yang berawal dari kesalahan kini menjadi candu yang tidak bisa di lewatkan.


Setelah puas dengan pertempuran itu, menyalurkan hasratnya karena sudah lama tidak bertemu, mereka pun segera membersihkan diri,dan bersiap siap untuk berangkat ke kantor.


"Kamu udah sarapan belum?" tanya Eza saat di perjalanan.


"Belum, malahan pagi ini aku jadi bahan sarapan mas Eza,hmmm mana harus mandi dua kali lagi." ucap Syila.


"Hehehe, maafin mas yang sayang,abis nya kamu bikin candu sih,ya udah nanti di jalan kita beli sarapan yah,tapi makannya di kantor, soalnya takut kesiangan." Eza tertawa kecil.

__ADS_1


"Mas Eza?" panggil Syila pelan.


"Iyah sayang." ucap Eza.


"Sebenarnya aku gak mau hubungan kita kayak gini terus,aku tau kalau apa yang kita lakukan ini salah,apa aku salah kalau aku minta kepastian dari kamu?" ucap Syila ragu.


"Mas ngerti sayang,nanti mas akan nikahin kamu,kamu mau kan kalau jadi istri kedua mas?" ucap Eza.


"Nggak papa mas, yang penting kita ada ikatan pernikahan,aku nggak mau kita berbuat dosa terus." ucap Syila.


"Maafkan mas yah, segera mungkin mas akan halalkan kamu sayang." Eza mengelus rambut Siska.


("Sebenarnya aku ingin jadi wanita satu satu nya dalam hidup mu mas,tapi aku juga nggak mau kalau hubungan kita seperti ini terus, karena aku tau kamu pasti nggak akan pernah ninggalin istri kamu.") batin Syila.


****


Sementara di tempat lain,Siska merasa bosan berada di rumah sendiri,ia hanya mondar mandir tak tentu arah, sampai akhirnya ia berada di dapur.


Siska melihat bahan bahan dapur nya sudah pada habis,seminggu kebelakang ia membeli makanan dari luar,oleh karena itu ia belum menyetok bahan makanan karena ia baru pulih dari kehilangan ibu nya.


"Eemm sebaiknya,aku ke supermarket aja,udah pada abis semua,dari pada bosan di rumah sendirian,aku siap siap dulu ah." gumam Siska yang kemudian berganti pakaian ke kamar nya.


Setelah selesai,ia berangkat menggunakan mobil nya, awalnya ia ingin menggunakan sepeda motor nya,namun karena belanjaan yang harus di beli nya lumayan banyak,ia pun memutuskan untuk memakai mobil peninggalan almarhum ibu nya.


Tak lama kemudian,ia sampai di supermarket yang cukup besar,ia pun segera mengambil beberapa bahan bahan makanan yang ia butuhkan,tak lupa juga ia membeli yang lainnya, seperti sabun cuci,sabun mandi dan yang lain nya.


Ketika ia ingin mengambil sabun mandi tiba-tiba ada seseorang yang mengambil barang yang sama, sehingga kini tangan mereka saling berpegangan.


"Maaf Tante, silahkan Tante aja yang ambil." ucap Siska ramah.


"Eemm baik sekali kamu cantik." ucap wanita tersebut.

__ADS_1


"Saya bisa mengambil yang lain." Siska tersenyum.


"Terimakasih yah,saya sangat menyukai anak muda seperti kamu,yang mengalah kepada yang lebih tua." ucap wanita tersebut sambil tersenyum.


__ADS_2