Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
45.Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Tak lama kemudian, mereka pun sampai ke rumah sakit,Siska langsung membawa ibu nya ke UGD dengan di bantu oleh suster yang bertugas.


"Maaf,mba tunggu di luar yah,biar kami periksa keadaan ibu mba dulu." ucap salah satu suster nya.


"Tapi sus,saya mau nemenin ibu saya di dalam." ucap Siska.


"Gak bisa mba,lebih baik mba tunggu yah,kami akan berusaha sebaik mungkin untuk ibu mba." ucap suster tersebut yang langsung menutup pintu nya.


"Yaa allah, semoga ibu baik baik saja,aku gak tau bagaimana kalau ibu sampai kenapa napa, hiks hiks hiks." Siska tak bisa menahan tangisnya,sejak di jalan tadi ia sengaja membendung air matanya,namun kini tangis nya pecah, menyaksikan ibu nya terlihat sangat lemah saat di bawa ke ruang UGD.


Beberapa saat kemudian,dokter keluar dari ruangan UGD.


"Keluarga atas nama pasien ibu Ani." ucap dokter Ricard.


"Saya Dok,saya anaknya," Siska berdiri.


"Mari ikut ke ruangan saya!" ucap dokter Ricard.


Siska pun mengikuti dokter Ricard ke ruangan nya,di sana Siska di persilahkan untuk duduk,dokter pun menjelaskan tentang kondisi ibu Ani.


"Eemm apakah ibu Ani sering merasakan sakit kepala?" tanya dokter Richard memastikan.


"Iyah dok, akhir akhir ini,ibu sering mengeluhkan sakit di bagian kepalanya." ucap Siska.


"Sejak kapan?" tanya dokter Richard.


"Dari dulu memang ibu sering sakit kepala dok,tapi paling sering akhir akhir ini,saya juga sering mengingatkan beliau untuk konsultasi sama dokter,tapi ibu selalu menolaknya." ucap Siska.


"Ini baru diagnosa saya saja yah,sepertinya ibu anda terkena kanker otak stadium akhir." ucap dokter Ricard.


"Bisa tolong di jelaskan,apa itu kanker otak,dok?" Siska terkejut.


"Kanker otak adalah kondisi yang terjadi karena adanya tumor ganas di dalam otak.Umumnya gejala awal kanker otak adalah sakit kepala terus menerus yang disertai dengan rasa mual dan muntah.Kondisi ini termasuk dalam jenis kanker yang tidak mudah untuk di sembuhkan,apalagi jika tidak segera mendapatkan penanganan." Dokter Richard menjelaskan.


"Apa? tidak mungkin dok..." Siska menutup mulut dengan kedua tangannya,ia tak bisa membayangkan jika memang ibu nya terkena penyakit seperti apa yang di jelaskan dokter Richard.

__ADS_1


"Untuk lebih jelasnya,kita akan melakukan beberapa pengecekan di bagian tubuhnya, terutama di bagian kepalanya,semoga saja ini hanya diagnosa saya saja." ucap dokter Richard.


"Lalu sekarang saya harus bagaimana dok?" tanya Siska,ia tak bisa membendung air matanya.


"Anda tolong ke bagian pendaftaran dulu, setelah itu ibu Ani akan di pindahkan ke ruang inap,anda bisa menyusul nanti." ucap dokter Richard.


"Baik dok, terimakasih." Siska berdiri,lalu pergi menuju tempat pendaftaran.


Setelah selesai mengurus administrasi,Siska menyusul ke ruangan yang telah di beritahukan oleh suster,Siska pun bergegas ke ruangan tersebut.


"Ibu anda masih belum sadar, mungkin sebentar lagi,saya keluar dulu, permisi!" ucap suster yang tadi membawa ibu Ani ke ruangan tersebut.


Siska menghampiri ibunya. "Bu,sadar Bu,Siska ada di sini, nemenin ibu." Siska menjatuhkan air mata nya.


"Sepertinya aku harus menelpon mas Eza,dia harus tau kalau ibu masuk rumah sakit." Siska mengambil nya di dalam tas nya.


Beberapa kali Siska menghubungi Eza,namun panggilan nya tidak juga di angkat, Siska berpikir,mungkin Eza Sedang meeting karena saat pamit tadi Eza bilang ada meeting pagi.


***


Syila pun membalas senyuman Eza saat Eza datang dan langsung menghampiri ke meja kerja nya.


"Bagaimana kabar mu hari ini?" Eza mengelus rambut Syila.


"Baik mas" Syila menyungging kan senyum nya.


"Udah sarapan belum?" Tanya Eza penuh perhatian.


Syila menggelengkan kepalanya,sambil tersenyum,ia sangat bahagia dengan perhatian yang Eza berikan.


"Sepertinya ini masih sangat pagi,ada sekitar satu jam setengah lagi untuk meeting, bagaimana kalau kita sarapan dulu di luar." ucap Eza.


"Di mana mas?" tanya Syila.


"Di rumah makan yang agak jauh dari sini,aku tidak ingin ada yang menggangu sarapan berdua dengan mu." Eza mencolek hidung Syila.

__ADS_1


"Eemm bilang aja kalau mas gak mau kalau sampai ada orang kantor yang lihat kalau kita lagi makan romantis." ucap Syila lembut.


"Itu kamu tau,kamu memang pintar sayang." Eza mencubit pipi Syila.


"Ya udah ayo." Syila langsung berdiri.


Eza meletakkan tas kerjanya di meja,ia pun lupa kalau ternyata ia menyimpan ponselnya di tas tersebut,dan ia langsung pergi bersama Syila.


Tak ada staf kantor yang curiga antara hubungan ke dua nya, karena yang mereka tau Eza dan Syila selalu pergi berdua ke mana pun.


Eza dan Syila adalah partner kerja yang sangat banyak di banggakan karena kinerja nya yang sangat bagus, mereka selalu memenangkan tender proyek yang besar, sehingga banyak di kagumi oleh rekannya yang lain.


Eza membawa Syila ke dalam mobilnya, mereka akan menuju ke restoran yang sedikit privat, supaya mereka bisa bebas berduaan.


Sekitar sepuluh menit,mereka sudah sampai di sebuah restoran ternama,Eza memesan ruangan VIP supaya bisa leluasa saat bersama.


"Mau makan apa?" tanya Eza melihat ke menu makanan.


"Eemm apa aja deh,samain aja,mas." ucap Syila.


"Ya udah,mba saya pesan ini dua sama minuman nya juga dua yah." ucap Eza.


"Baik pak,saya siapkan pesanan anda, mohon di tunggu yah,terimakasih." ucap pelayan tersebut ramah.


Eza memandangi Syila yang menurutnya sangat cantik hari ini, entah kenapa Eza semakin terpesona melihat penampilan Syila setelah ia mengungkapkan perasaan nya malam tadi.


"Kenapa,mas lihatin aku kayak gitu?" tanya Syila.


"Kamu cantik,sangat cantik." Eza menatap wajah Syila.


Syila tersipu malu mendengar perkataan Eza, hatinya berbunga-bunga, perasaannya berubah seratus delapan puluh derajat dengan hari kemarin.


Kemarin ia sangat terpukul dengan apa yang telah terjadi,namun saat ini,ia sangat bahagia ketika mengetahui orang yang ia cintai nya pun membalas cinta nya.


Saat ini tak ada yang ia pikirkan kecuali ingin bisa lebih dekat dengan nya, seseorang yang telah merenggut kesucian nya,namun mampu membuat nya merasa terobati dengan perhatian yang di berikan nya.

__ADS_1


Ia sudah bertekad,tak akan melepaskan Eza,saat ini ia hanya membutuhkan seseorang yang bisa membuat nya bahagia,ia yakin suatu saat nanti Eza akan menceraikan istrinya dan akan menikahi Syila,ia membayangkan akan hidup bahagia berdua bersama nya.


__ADS_2