
Saat Eza selesai menelpon, pesanan nya pun sudah jadi,ia pun kembali lagi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.
Eza membuka pintu ruangan nya,ia melihat Syila yang masih sibuk dengan pekerjaannya,Eza pun menghampiri meja kerja Syila.
"Ini ada kopi buat kamu,??"Eza tersenyum
Syila terkejut"Makasih pak", Syila menatap wajah Eza
"Sama sama,di minum dulu kopi nya !!,"Eza kembali ke meja kerjanya
Syila menatap kopi yang diberikan Eza, walaupun itu hanya sebuah kopi namun baginya itu sebuah perhatian kecil untuk nya,ia merasa sangat senang mendapati nya.
"Kok malah di lihatin aja sih,nanti keburu dingin loh"Ucap Eza yang melihat Syila hanya memperhatikan kopi yang ia berikan
"I Iyah pak"Syila pun langsung meminum kopi tersebut
Hari sudah semakin malam,kini Eza dan Syila baru saja menyelesaikan pekerjaan mereka,tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"Huh, akhirnya selesai juga"Syila meregangkan tangan nya
"Yuk kita pulang sekarang,!!"Ajak Eza yang langsung berdiri dari tempat duduknya
"Kita..??"Tanya Syila heran
"Iyah,kamu sama saya, lagian jam segini mana ada angkutan umum yang lewat,lebih baik kamu pulang bareng saya, lagian searah juga kan !!"
"Tapi pak,saya gak enak,ikut bapak terus"
"Gak papa ayo"Eza langsung melangkah menuju ke luar
Terlihat diluar sudah tidak ada lagi orang, karena semuanya sudah pulang,kini hanya ada mereka berdua, mereka pun langsung bergegas ke luar.
"Kamu tunggu di sini yah, saya ambil dulu mobil di parkiran,!!"Ucap Eza yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Syila
Syila pun hanya pasrah dengan apa yang dikatakan atasan nya ini, karena sebenarnya ada baiknya juga ia ikut, karena ini sudah malam, sangat susah mencari kendaraan di jam segini.
Saat mobil yang Eza datang, Syila pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut,duduk di samping Eza yang menyetir.
__ADS_1
Saat di perjalanan, suasana menjadi hening, sampai akhirnya Syila tertidur di mobil,saat Syila tertidur tiba-tiba kepala Syila bersandar di bahu Eza, seketika Eza terkejut,ia jadi bingung harus bagaimana,di satu sisi ia sadar bahwa ia kasian melihat sekertaris nya yang tertidur pulas,namun disisi lain ia juga merasa tak nyaman, karena ia sadar bahwa ia sudah memiliki istri.
Akhirnya ia membiarkan Syila tidur di posisi seperti itu, karena ia tidak akan berbuat macam-macam dengan sekertaris nya ini,ia hanya tak mau mengganggu tidurnya yang sangat lelap.
Beberapa jam kemudian, mereka pun sampai di depan rumah Syila,Eza pun menghentikan mobilnya persis di depan rumah nya,namun ternyata Syila masih tertidur,ia jadi bingung harus bagaimana.
"Aduh bangunin gak yah, tapi kasian"Eza menatap wajah lelah Syila
Tanpa disadari ia menatap wajah sekertaris nya itu,"kamu lebih manis saat tertidur seperti ini"Gumam Eza
Saat Eza akan menyentuh rambutnya, tiba-tiba mata Syila perlahan terbuka, seketika Syila terkejut saat menyadari posisi tidur nya.
"Ma maaf pak,saya...??"Syila gugup
"Gak papa,Eemm kita sudah sampai di depan rumah mu,"Eza tak kalah gugup nya
Dengan cepat Syila langsung turun dari mobil tersebut,saking gugupnya ia sampai tidak berpamitan dan langsung masuk ke dalam rumah nya.
Syila menutup pintu rumahnya lalu berdiri di balik pintu,ia memegang dada nya yang saat ini sepertinya jantung nya mau copot.
"Ya ampun, kenapa bisa ketiduran di mobil sih, apalagi tadi,aduh.."Sila mengacak rambutnya
Syila keluar dari kamar mandi menggunakan baju tidurnya, rambutnya yang masih basah ia tutupi dengan handuk di kepalanya.
Syila merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,ia memandangi langit langit kamar nya, terlintas bayangan Eza muncul di kepalanya, senyuman terukir di wajah manis Syila saat membayangkan kejadian tadi.
Seketika terbayang saat pertama ia bertemu dengan Eza, sampai kejadian tadi membuat nya tak bisa melupakan nya begitu saja, apalagi Eza orang yang sangat perhatian sehingga memberikan kesan yang baik untuk nya.
"Duh, kenapa bayangan pak Eza terus muncul di kepala ku yah,??,wah udah gak bener nih"Gumam Syila sambil terus tersenyum
Syila tak henti hentinya terbayang bayang tentang Eza, sampai akhirnya ia terlelap dalam tidurnya.
***
Eza baru saja sampai di rumah nya,saat ia membuka pintu,ia melihat Siska yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya, tampak nya ia sedang menunggu suaminya pulang.
"Mas udah pulang??,"Siska menghampiri suaminya,ia mencium tangan Eza,membuka jas dan mengambil tas yang di bawa Eza
__ADS_1
"Kenapa kamu belum tidur sayang??"Eza mencium kening Siska
"Aku nungguin kamu mas,tadi siang sampai sore kan aku tidur,jadi sekarang aku belum ngantuk,"Siska tersenyum
"Ya udah,kita ke kamar yuk"Eza menggenggam tangan Siska, Siska pun tersenyum dengan sikap suaminya itu.
Saat mereka berada di dalam kamar,Eza duduk di sofa yang berada di kamar, Siska melihat sepertinya suaminya ini sangat lelah.
"Aku siapin air hangat untuk mandi yah mas??"Ucap Siska
"Sini dulu,duduk,!!"Ucap Eza sambil tersenyum
Siska pun menurut,ia duduk di samping Eza, tiba-tiba Eza memeluk Siska dengan sangat manja, seperti nya Eza sedang ingin bermanja-manja dengan istri nya.
"Biarkan seperti ini dulu, sebentar saja"Ucap Eza memeluk Siska dengan lembut
"Mas kan belum mandi, bau keringat tau, hihihi",Ucap Siska sambil terkekeh
"Dasar, istri mas ini jail"Eza mencubit hidung Siska
"Ya udah bentar yah,aku siapin dulu air hangat nya"Ucap Siska yang langsung ke kamar mandi
"Hmmm"Eza menghembuskan nafasnya
Saat Siska sedang menyiapkan air hangat untuk nya, tiba-tiba ia teringat kejadian tadi saat di dalam mobil bersama Syila, seketika ia termenung.
("Sepertinya aku hanya kagum saja sama gadis itu)"Batin Eza
Siska memanggil Eza saat air nya sudah siap,namun Siska melihat suaminya malah terlihat sedang melamun, beberapa kali Siska memanggil tapi tak juga di jawab.
"Mas,lagi Mikirin apa sih??"Siska menghampiri Eza yang sedang melamun
"Eh,maaf sayang, kenapa??"Eza terkejut
"Itu airnya udah siap,aku panggil panggil gak di jawab, ternyata lagi ngelamun"
"Maaf yah sayang,mas nggak denger, kalau begitu mas mandi dulu yah, setelah itu... !!"Eza menaikan satu alisnya sambil tersenyum
__ADS_1
Siska mengerti betul apa yang suaminya maksud,ia pun hanya membalas nya dengan senyuman.