Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
62.Melabrak Syila


__ADS_3

("Kenapa tiba-tiba Siska datang kesini? selama ini ia tak pernah datang ke kantor ku,bahkan Semenjak pernikahan ku baru kali ini ia datang ke sini,ada apa ini? kenapa aku curiga ada sesuatu yang dia sembunyikan yah.") batin Eza.


"I-iyah,ayo masuk." ucap Eza, yang masih shock dengan kedatangan istrinya.


"Iyah mas." ucap Siska yang langsung berjalan masuk mengikuti Eza.


Sementara itu,Syila pun terkejut dengan kedatangan Siska,ia sangat heran kenapa Siska tiba-tiba datang,tanpa di duga, karena yang ia tahu dari Eza,Siska tak pernah datang ke kantor nya.


"Hai Syila,apa kabar?." tanya Siska saat ia masuk.


"Ba-baik Bu." ucap Syila sedikit gugup.


"Hmmm ternyata ruangan mu nyaman juga yah mas,tapi sayang, orang orang tak bisa melihat dari luar." ucap Siska melihat sekeliling.


("Kenapa tiba-tiba Siska ngomong seperti itu yah.") batin Eza.


"Eemm kamu tumben sekali ke kantor mas,ada apa?" ucap Eza.


"Emang nya nggak boleh,aku kesini? sepertinya aku ganggu yah, padahal aku cuma mau antar makan siang buat mas." ucap Siska.


"Bu-bukan begitu maksud ku,aku senang kamu datang,hanya saja aku sedikit terkejut, karena baru kali ini kamu datang ke kantor" ucap Eza.


"Aku sedang ingin menganggu kalian." ucap Siska,membuat Eza dan Syila saling berpandangan. "Hehehe,kalian ini kenapa serius sekali,aku hanya bercanda." Siska terkekeh.


"Ayo mas makan siang dulu,bukankah ini sudah waktunya makan siang,aku sengaja memasak untuk kita,agar bisa makan bareng." ucap Siska.


"Kalau begitu,saya keluar dulu pak,Bu,permisi." Syila melangkahkan kakinya.


"Kenapa malah keluar,sini kita makan bersama,aku sengaja membawa banyak untuk kita, sepertinya tidak masalah bukan, kalau kita makan bersama?" ucap Siska.


"I-Iyah, sebaiknya kamu makan bareng kita di sini!" ucap Eza ragu.


Mau tidak mau,Syila pun akhirnya duduk bergabung bersama mereka,ia tak mau kalau sampai Siska curiga terhadap nya jika ia menolak untuk makan bersama.


Siska sengaja menyuapi Eza, agar Syila merasa panas melihat pemandangan di depannya,Eza pun sepertinya tidak nyaman dengan apa yang di lakukan Siska di depan Syila, walaupun ia sering melakukan nya di rumah.


("Kenapa mereka mesra mesraan di depan ku sih,apa mas Eza sengaja ingin membuatku cemburu.") batin Syila.


"Aku sudah kenyang, terimakasih atas makan siang nya,saya mau ke depan dulu,permisi." ucap Syila yang langsung keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


("Syila pasti tidak nyaman dengan kehadiran Siska di sini, apalagi melihat kita makan suap suapan seperti ini.") batin Eza.


"Kenapa? padahal makanannya belum habis loh." ucap Siska ketika melihat Syila keluar.


"Mas,dia kenapa sih,apa dia marah sama aku,kok mukanya cemberut gitu?" tanya Siska pura pura.


"Mungkin dia ada urusan lain." ucap Eza pura pura tersenyum.


"Oh,ya udah,mas abisin makanan nya yah,aku mau keluar sebentar." ucap Siska.


"Mau kemana?" tanya Eza.


"Aku lupa bawa Handphone,aku ambil dulu yah di mobil." ucap Siska.


"Oh ya udah." ucap Eza.


Siska mengejar Syila yang sedang berjalan ke arah luar,saat semakin mendekat,Siska menarik tangan Syila.


"Apa yang kau lakukan?" ucap Syila terkejut, ketika Siska memegang tangan nya.


"Aku mau bicara sebentar dengan mu,ikut aku?" Siska menarik tangan Syila menuju mobilnya.


"Baiklah,kalau begitu ikuti aku." Siska melepaskan tangannya.


"Iyah." ucap Syila langsung memegang tangan nya yang terasa sakit saat tadi di tarik oleh Siska.


Kini mereka pun sampai di dalam mobil Siska,Syila yang merasa heran pun hanya bisa mengikuti kemauan Siska.


"Tinggalkan suami saya!" ucap siska tiba-tiba.


"Ma-maksud kau?" Syila masih belum mengerti.


"Aku minta kau tinggalkan suami ku!" ucap Siska dengan tegas.


"Jadi kau sudah tau,kalau aku dan mas Eza ada hubungan." ucap Syila dengan angkuh.


"Cih,rupanya kau menunjukkan sifat aslimu." ucap Siska saat melihat Syila terlihat Bangga.


"Aku tidak bisa meninggalkan mas Eza,dia sudah mengambil kehormatan ku,aku tidak bisa melepas kan nya begitu saja." ucap Syila.

__ADS_1


"Sejak kapan kalian berhubungan?" tatapan Siska pokus ke depan.


"Sejak di Bandung, sebaiknya kau tanya sendiri pada suamimu,dia sendiri yang memaksa ku malam itu untuk berhubungan dengan nya." ucap Syila.


"Tidak mungkin kejadian itu terjadi jika kalian berdua sama sama tidak mau,jadi aku tak akan menyalahkan salah satu dari kalian, kalian lah yang sama sama mau." ucap Siska.


"Sepertinya kau paham,sudah jelas bukan,kalau kami saling mencintai,jadi sepertinya kau paham aku tidak bisa meninggalkan Suami mu." ucap Syila.


"Itu bukan cinta Syila,itu nafsu,kalian sudah melakukan hal yang salah,cinta kalian itu tidak sehat." ucap Siska.


"Mas Eza bilang,dia akan menikahi ku,jadi sepertinya wajar jika aku menunggu janjinya." jawab Syila.


"Apa? mas Eza akan menikahi mu?" Siska terkejut dengan apa yang dikatakan Syila.


"Iyah,jadi sebaiknya kau siap siap saja, walaupun mas Eza bilang dia tidak akan meninggalkan mu,tapi aku bisa pastikan, sebentar lagi dia juga akan menceraikan mu,kita lihat saja nanti,siapa yang akan jadi pemenang nya." ucap Syila sombong.


Syila langsung keluar dari mobil tersebut, semenjak Siska masih termenung,ia shock dengan apa yang Syila katakan.


"Mas Eza sudah keterlaluan,aku tak mau di perlakukan seperti ini,aku harus bicara padanya nanti." gumam Siska,ia menghapus air matanya.


***


"Mas, sepertinya aku harus pulang dulu,ada urusan yang harus aku selesaikan." ucap Siska lewat pesan.


"Kenapa Siska, tiba-tiba pergi, bukannya tadi dia hanya mau ambil handphone,Syila kemana lagi,lama banget dia kembali ke sini." gumam Eza.


Beberapa saat kemudian,Syila datang,ia terlihat marah saat masuk ke dalam ruangan Eza.


"Kamu kenapa sayang,maafkan aku yah atas kejadian tadi,kamu pasti marah yah,tapi kamu tenang aja istri aku sudah pulang kok." Eza memeluk Syila.


"Istri mu sudah tau semuanya." ucap Syila tiba-tiba.


"Maksud nya?" tanya Eza masih belum paham.


"Dia tau kalau kita berhubungan,aku habis di tarik paksa ke mobil nya barusan." ucap Syila menjelaskan.


"Mana mungkin,dia tau dari siapa coba,nggak mungkin kan kalau ada yang pernah melihat kita?" ucap Eza panik.


"Aku juga nggak tau mas,tapi ya udah lah,kamu juga nggak bisa kan terus nutupi hubungan kita,lagian katanya kamu mau cepat cepat nikahin aku." ucap Syila sambil melipat kan tangannya.

__ADS_1


"


__ADS_2