Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
44.Kejanggalan


__ADS_3

"Eemm wangi banget aroma nya,beli di mana Ra?" tanya Syila.


"Itu yang biasa kita beli,nasi goreng mas gondrong." ucap Dara.


"Wah pantesan wangi nya enak banget,gue udah lama gak beli di sana." ucap Syila.


"Iyah,gue juga baru ke sana lagi, akhir akhir ini kayaknya abis pulang kerja tuh pengen nya tidur, capek." ucap Dara sambil menyendok kan nasi goreng ke mulutnya.


"Hmmm,Iyah juga sih." Syila menghembuskan nafasnya.


("Syila sekarang udah baik baik aja,gue seneng sih liatnya,tapi kenapa yah,kok gue ngerasa ada yang aneh,tapi udah lah, ngeliat dia udah bisa ketawa kayak gini juga gue udah seneng,hmmm") batin Dara.


"Eemm besok gue udah mulai masuk kerja lagi Ra." ucap Syila.


"Emang loe udah gak papa Syil?" tanya Dara ragu.


"Gue udah sembuh kok Ra, tenang aja." ucap Syila.


"Eemm terus gimana sama atasan loe itu." tanya Dara.


"Itu biar jadi urusan gue sama dia aja Ra,loe gak usah khawatir, semuanya akan baik-baik saja." ucap Syila.


("Maafin gue Ra,gue belum bisa cerita kalau pak Eza tadi kesini,dan gue juga gak bisa bilang soal hubungan gue sekarang sama dia,kalau loe tau gue sama dia punya rasa yang sama,loe pasti gak akan setuju, apalagi loe tau kalau dia udah punya istri.") batin Syila.


"Syukur deh kalau loe baik baik aja, semoga masalah loe cepat selesai yah." ucap Dara.


"Iyah Ra." jawab Syila.


Setelah Dara melihat kondisi Syila baik baik saja,ia pun pamit untuk pulang, walaupun sebenarnya masih ada yang ingin ia tanyakan, karena ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


Namun Dara lebih menghargai sahabat nya itu, mungkin Syila belum bisa bilang lebih jauh lagi padanya,ia hanya berharap semoga Syila bisa mengambil keputusan yang tepat untuk masalah nya ini.


***

__ADS_1


Pagi pun datang,seperti biasanya setelah bangun tidur, Siska pergi ke dapur untuk membantu ibu nya memasak,namun Siska sedikit heran saat ibu nya belum berada di dapur.


"Tumben ibu gak ada,eemm apa mungkin ibu tidur lagi abis sholat subuh tadi, tapi tumben banget,apa aku lihat aja ke kamar nya,tapi takut ganggu ah, siapa tau ibu lagi butuh istirahat, soalnya tadi malem ibu kayaknya kurang enak badan." gumam Siska.


Karena masih pagi,sebelum memasak,Siska mengerjakan tugas rumah dulu,ia menyapu,mengepel lantai dan juga mencuci baju,ia sudah biasa mengerjakan itu walaupun sehari hari sebelumnya selalu di bantu oleh ibu nya.


Setelah selesai mengerjakan semuanya,Siska kembali ke kamar nya,untuk mandi dan bersiap-siap ke sekolah untuk mengajar,di lihat Eza masih tertidur pulas di atas tempat tidur,Siska pun membiarkan nya, karena ia tahu suaminya itu lelah setelah bekerja.


Saat Siska keluar dari kamar mandi,ia telah menggunakan baju seragam nya,namun ternyata Eza sudah bangun,Siska sedikit heran karena melihat Eza senyum senyum sendiri saat memainkan ponselnya.


"Udah bangun mas?" Siska mengagetkan Eza.


"Udah,mas mandi dulu yah." ucap Eza terkejut mendengar suara Siska.


Saat Eza masuk ke kamar mandi,ada rasa penasaran dalam hati Siska ketika melihat ke arah ponsel suaminya itu,namun Siska tak ada keberanian untuk membukanya.


Dari semenjak pacaran dan setelah nikah pun,Siska dan Eza tak pernah saling membuka ponsel pasangan nya, karena mereka ingin menghargai privasi masing-masing dan sampai saat ini pun masih tetap sama.


Namun saat ini,Siska merasa ada yang aneh dari tingkah suaminya, apalagi semenjak Eza di angkat jadi manajer,ada perubahan sikap Eza walaupun Siska baru menyadari nya baru beberapa hari ini.


Saat Siska keluar, ternyata ibu nya belum keluar juga dari kamar nya,namun Siska juga tak mau mengganggu nya,ia tak enak bila ibu berpikir kalau Siska butuh bantuan ibu yang ternyata sedang beristirahat.


Tak lama kemudian,Eza keluar dari kamarnya sudah rapi dengan pakaian kerja nya,Eza langsung menghampiri Siska yang sedang berada di meja makan.


"Sayang,mas berangkat dulu yah." ucap Eza pamit.


"Loh kok berangkat sih,kan belum sarapan mas." ucap Siska.


"Maaf sayang mas ada meeting pagi,jadi nanti aja yah sarapan nya di kantor." ucap Eza.


"Tapi tadi aku udah masak mas." ucap Siska.


"Kamu sarapan sama ibu aja yah,mas buru buru soalnya, assalamualaikum sayang." Eza mencium kening Siska.

__ADS_1


"Mas..." panggil Siska pelan.


"Mas Eza kenapa sih buru buru banget." ucap Siska.


Karena penasaran ibu nya belum juga keluar, akhirnya Siska beranikan diri untuk mengetuk pintu kamar nya.


Tok tok tok


"Bu, sarapan yuk." panggil Siska.


Namun Ibu nya tak juga membuka kan pintu, karena khawatir Siska pun membuka pintunya yang kebetulan tidak di kunci.


"Bu..." Siska mendekati ibu nya yang sedang berbaring.


"Ibu,badan ibu kok dingin banget sih." Siska panik ketika memegang tangan ibu nya yang dingin.


Namun ketika Siska memeriksa denyut nadinya,masih normal,Siska pun berlari ke depan, siapa tau suaminya masih ada di depan rumah nya,namun ternyata nihil,mobil Eza sudah tak ada di sana.


Tanpa pikir panjang Siska pun memesan taksi online untuk membawa ibu nya ke rumah sakit,namun saking paniknya Siska tak menelpon Eza terlebih dahulu.


Untung saja taksi online datang lebih cepat dari perkiraan nya,Siska pun meminta tolong kepada supir taksi itu untuk membawa ibu nya ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan,Siska sangat panik,ia takut ibu nya kenapa Napa,ia hanya berdoa semoga ibu nya baik baik saja.


"Ibu yang kuat yah Bu, sebentar lagi kita sampai ke rumah sakit." ucap Siska sambil memegang tangan ibu nya.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai ke rumah sakit,Siska langsung membawa ibu nya ke UGD dengan di bantu oleh suster yang bertugas.


"Maaf,mba tunggu di luar yah,biar kami periksa keadaan ibu mba dulu." ucap salah satu suster nya.


"Tapi sus,saya mau nemenin ibu saya di dalam." ucap Siska.


"Gak bisa mba,lebih baik mba tunggu yah,kami akan berusaha sebaik mungkin untuk ibu mba." ucap suster tersebut yang langsung menutup pintu nya.

__ADS_1


"Yaa allah, semoga ibu baik baik saja,aku gak tau bagaimana kalau ibu sampai kenapa napa, hiks hiks hiks." Siska tak bisa menahan tangisnya,sejak di jalan tadi ia sengaja membendung air matanya,namun kini tangis nya pecah, menyaksikan ibu nya terlihat sangat lemah saat di bawa ke ruang UGD.


__ADS_2